Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 107. Mood Alya yang berubah2


Sinar matahari yang menyinari kamar Tian, membuat dirinya terbangun. Di lihatnya kesamping, Alya masih tidur dengan pulasnya.


Tian mengecup seluruh bagian di wajah istrinya, agar ia terbangun.


"Ih... kak Tian... aku masih ngantuk"Alya menepis wajah Tian yang menciuminya


Melihat Alya yang cemberut, Tian makin mengjahili istrinya. Ia membuka baju tidur Alya sampai batas dada.. Dikecupnya perut istrinya ,membuat Alya menggeliat..


"Kak Tian... geli"


"Bangun sayang... sudah jam berapa... baby twins pasti sudah lapar.. kalau mommy nya malas begini nanti baby nya juga malas lho"


Alya akhirnya membuka matanya... dengan wajah yang cemberut ia duduk bersandar dikepala tempat tidur.


"Aku baru tidur kak... subuh terbangun tadi karena perutku mual... "ucap Alya dengan memajukan bibirnya


"Cups.....maaf ya mommy... daddy nggak tahu. Nanti mommy bisa tidur lagi kalau sudah sarapan"Tian mengecup kembali bibir Alya


"Ih... jangan cium cium... kak Tian bau"


"Bau ya.... kayaknya nggak tuh"ucap Tian sambil menciumi bau tubuhnya


"Pokoknya kak Tian bau... jangan dekat dekat aku, apalagi cium cium"


Tian mengira Alya pasti ngambek karena tadi dibangunkan. Semenjak hamil Alya memang bertambah manja dan sensitif.


"Mmmuuaahhh... jangan marah ya mommy"Tian mengecup pipi Alya, marayunya


"Kak Tian... Alya bilang jangan dekat dekat apa lagi cium Alya... "Alya berjalan tergesa ke kamar mandi dan muntah.


"Emang bau banget tubuhku, sampai Alya muntah.. aku rasa nggak ah"Tian kembali menciumi tubuhnya.


"Sayang... buka pintunya... kamu nggak apa apa"tanya Tian cemas mendengar Alya yang masih muntah


Alya keluar kamar mandi dengan wajah yang sedikit pucat..


"Sayang... kak Tian rasa badan kak Tian baunya biasa saja.. "


"Parfum di baju kak Tian tuh yang bau"


"Biasanya kamu suka bau parfum kak Tian, malahan betah dipelukan kakak"


"Tapi sekarang Alya nggak suka.. nanti kalau habis mandi jangan pakai parfum... aku nggak suka kak"


"Iya... sekarang kakak mandi dulu.. kita jadi ke rumah sakit buat periksa kandungan kamu ya"


"Jam berapa kak... dokter Bumi praktik "


"Jam sepuluh pagi ini... sehabis sarapan kita pergi ya.. mau mandi bareng kak Tian"ucap Tian menggoda sambil menaik turunkan alisnya


"Nggak mau... nanti kak Tian bukannya mandi, tapi melakukan yang lain"


"He.. he... kamu bisa saja sayang... "ucap Tian sambil masuk ke kamar mandi


Setelah Tian dan Alya sarapan mereka menuju rumah sakit, diantar supir.


"Sayang... besok kak Tian mulai masuk kerja... sudah hampir dua bulan perusahaan hanya diurus Andi... kamu nggak apa apa dirumahkan... "


"Kak... aku juga boleh masuk kerja juga ya"bujuk Alya sambil bersandar di bahu Tian


"Nggak... "


"Nanti Alya mau deh... apa yang kak Tian minta Alya turut... dua ronde ya nanti malam"


"Nggak... sepuluh ronde juga kamu bagi kak Tian nggak izinkan kamu kerja.. "


"Alya juga nggak mau dan tak sanggup sepuluh ronde "ucap Alya dan menjauhkan badannya dari Tian


"Sayang... kak Tian ngelarang kamu kerja karena kak Tian nggak mau terjadi sesuatu denganmu dan calon anak kita"


"Tapi nanti pasti membosankan kalau hanya dirumah saja"


"Kamu ikut kak Tian kerja saja, temani kak Tian di kantor"bujuk Tian dan memeluk pinggang Alya


"Nggak mau... nanti kak Tian maunya mesum terus... "


"Mesum sama istri sendiri nggak apa apa sayang.. dari pada dengan wanita lain"


"Coba saja kalau kak Tian berani mesum dengan wanita lain... aku potong sampai habis tuh adek kecil kak Tian"


"Wuih... istriku sekarang sudah kejam... "


Alya tersenyum melihat ekspresi wajah Tian yang dibuat ketakutan..


"Lebay ah kak Tian nya..... "


"Pak Tian.. bu Alya... sudah sampai"ucap supir


"Kok nggak terasa ya pak... sudah sampai saja"


"Mau terasa... nih aku cubit"Alya mencubit pinggang Tian


"Aduh... sakit sayang... ini namanya KDRT sayang"


"Habis kak Tian mau yang terasa... dicubitkan terasa sakitnya"


"Mommy... nggak boleh marah marah sama daddy ya... kasihan daddy kan baru sembuh"ucap Tian dengan suara di buat seperti anak kecil sambil mengusap perut Alya


"Maaf... aku cuma becanda"ucap Alya serius


"Kak Tian malu ah... "ucap alya memegang pipinya


"Habis kak Tian gemes banget lihat pipi chubby kamu nih.. "


Tian menggandeng tangan istrinya melewati lorong rumah sakit menuju ruang kerja Bumi.


"Selamat Pagi dokter Bumi"ucap Alya setelah masuk ke ruang kerja. Bumi sebenarnya mulai praktik jam sebelas, ia meminta Tian datang jam sepuluh agar pasien yang lain tidak terganggu jadwalnya.


"Selamat Pagi Alya..silakan duduk... . bagaimana keadaannya, apa ada keluhan"


"Nggak ada dokter... cuma mual dan muntah masih aku alami... "


"Itu hanya berlangsung sampai kehamilan tiga bulan....berarti sebentar lagi sudah mulai hilang. Makannya bagaimana"


"Sudah mulai ada nafsu makannya... walau masih belum banyak sih... "


"Walaupun lagi nggak bernafsu, tetap diusahakan makan... lu sebagai suami harus mengingat kan Alya buat tetap makan dengan teratur karena ada dua janin dirahim Alya. Sekarang kita periksa pakai USG ya.. "Bumi meminta perawat membantu Alya naik ketempat tidur.


"Gue sih selalu.. ingatkan Alya makan dan minum susu ataupun vitamin, tapi terkadang Alya nya yang galak, diingatin dibilang gue bawel, nggak gue ingatin bilang gue nggak ada perhatian. Apa kalau setiap istri hamil muda begitu ya... mood nya kadang baik... kadang jelek"lirih langit setelah Alya sedikit menjauh menuju tempat tidur.


"Kebanyakan sih begitu... tapi nggak semuanya juga... mungkin saja anak lu lagi ngerjain bapaknya... kapan lagi bisa ngerjain bapaknya... selagi masih diperut ibunya"


"Lu jangan becanda ya... nggak lucu... "


"Ha.. ha... gue juga nggak becanda Tian... mungkin lu pernah buat ibunya kecewa jadi saat ini anak lu membalas sakit hati ibu nya"


"Lu serius dengan ucapan lu... "tanya Tian


"Memangnya lu pernah nyakiti hati Alya"Ucap Bumi, ia sengaja mengerjain Tian setelah mendengar cerita Sari yang mengatakan kalau dulu Alya terpaksa menikah dengan Tian


"Pernah juga sih... berarti sekarang anak gue lagi membalas sakit hati Alya dengan gue... bagaimana caranya gue minta maaf ya... "gumam Tian


"Caranya ya lu ikutin saja maunya Alya... itu untuk menebus rasa bersalah lu.. "


"Kalau begitu... gue akan menuruti apa pun maunya Alya... lu tahu.. kadang kadang Alya tuh marah kalau gue peluk dan cium... masa sih ia bilang badan gue bau"


"Memang badan lu bau kali... "


"Set*n gila lu... mana pernah sih ada orang yang bilang badan gue bau, yang ada orang orang pada mau mendekati gue karena wangi tubuh gue"


"Orang mendekati lu karena wangi tubuh lu atau wangi uang lu... "


"Dua duanya lah..karena ketampanan gue yang paling .utama"


"Lu narsisnya...... lu mau lihat anak lu nggak "Bumi membuka tirai tempat Alya tebaring. Gel dioleskan ke perut Alya..


Bumi mengarahkan alat keperut Alya..


"Saat ini kehamilan Alya telah memasuki minggu kesebelas... sekarang lu perhatikan monitor ini... Ini lu lihat sudah mulai tampakan ada dua janin dirahim Alya"


"Kak... itu anak kita.. "ucap Alya terharu


"Ya sudah mulai tampak jelas bayinya"


"Ini lu perhatikan... organ tubuh anak lu sudah jelas... kaki dan tangan sudah terbentuk, tinggal penyempurnaan. Wajah belum bisa tampak... karena belum terbentuk sempurna "


"Tapi kok perut Alya belum membesar"


"Karena postur tubuh Alya memang ramping dan tinggi, tapi sebentar lagi perut Alya pasti mulai membuncit... sekarang lu dengar detak jantungnya... sudah semakin jelas kan"


"Ya... aku mendengarnya dengan jelas"ucap Tian terharu menahan air mata yang ada disudut matanya..


"Lu lihatkan perkembangan janin diperut Alya berkembang dengan baik... harus terus dijaga... karena Alya pernah mengalami keguguran, jadi kemungkinan itu bisa saja terulang lagi. Sampai kandungan berusia enam belas minggu, baru semakin kuat.. "


Tian membantu Alya turun dari tempat tidur dengan menggendongnya..


"Kak... Alya bisa turun sendiri... ngapain digendong "ucap Alya malu


"Nggak apa apa Alya... selagi hamil, harus dimanjain suami"ujar Bumi


"Walau Alya tak hamil, aku selalu manjain kok... iya kan sayang"


"Hhmmm.... "jawab Alya singkat


"Lu tahu... itu yang gue takutkan kemarin.. gue nggak mau Alya keguguran lagi. Gue tak akan maafkan orang yang ingin membuat bayi gue keguguran lagi... kalau dulu mungkin gue masih toleran... tapi jika itu terjadi saat ini, gue akan membunuh orang itu"


"Kak... nggak boleh ngomong gitu... Kak Tian nggak boleh membunuh orang"


"Nyawa harus dibayar nyawa sayang... dulu kak Tian mungkin kurang tegas memberi hukuman.. tapi jangan harap kali ini"


"Gue baru ngerti kemarahan lu.. dengan Sari"


"Memangnya lu tahu.. apa yang Sari lakukan pada Alya... "


"Ya... Sari sudah cerita kemarin"


"Sari cerita sama lu... memang ia cerita apa"


"Semuanya... tentang apa yang ia telah lakukan pada Alya"


Bumi menceritakan lagi apa yang Sari katakan padanya kemarin malam dengan Tian dan Alya.


*****************************


Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini. Mampir juga ya kenovel terbaruku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA & ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI