Abimanyu

Abimanyu
Rutinitas Pagi


Abimanyu bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Sebenarnya hari ini ia malas pergi ke kantor. Karena pagi ini dia harus bertemu lagi dengan Dinda.


" Morning Bun"


" Morning sayang"


" Ayah mana?"


" Masih tidur"


" Tumben ayah jam segini belum bangun"


" Ayah kamu lagi nggak enak badan"


" Ayah sakit?"


" Iya, dari tadi ayah bolak balik ke kamar mandi"


" Udah panggil dokter belum, Bun"


" Udah sayang. Bunda rasa karena kebanyakan makan cabe semalam. Yuk makan, nanti kamu telat ke kantornya"


Abimanyu pun mulai menyantap sarapannya. Pagi ini ia sarapan hanya bersama sang bunda. Sedangkan sang ayah sedang sakit dan masih berada di kamar.


Selesai makan Abimanyu berpamitan dengan sang bunda. Tapi sebelum itu dia melihat keadaan sang ayah dulu. Setelah itu barulah ia pergi ke kantor.


" Ayah istirahat aja dulu"


" Iya Bang"


" Lain kali jangan banyak-banyak makan cabe lagi. Ayah udah nggak muda lagi, jadi tolong jaga kesehatannya"


" Emang nyatanya ayah kamu ini masih muda"


" Ayah memang selalu menolak untuk tua. Ya udah, abang pamit kerja dulu ya Yah"


" Iya Nak, hati-hati di jalan"


" Makasih Yah. Pamit dulu, Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Abimanyu keluar dari kamar sang ayah. Sampai di luar ia di sambut sama para bodyguard. Ya seperti itulah suasana setiap hari di mansion orang tuanya.


" Selamat pagi tuan muda"


" Pagi"


Salah satu dari bodyguard itu membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Walaupun Abimanyu lebih suka membuka pintu mobil sendiri, tapi para bodyguard itu tidak membiarkannya. Bagi mereka kegiatan buka tutup pintu mobil merupakan bagian dari kerjaan mereka. Jadi mereka melakukan itu dengan senang hati bukan karena terpaksa.


Abimanyu melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik orang tuanya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Perlahan mobilnya pun meninggalkan mansion mewah itu.


Suasana jalan ibu kota pada pagi hari belum terlalu ramai. Suasana seperti inilah yang selalu diinginkan Abimanyu. Jadi semua orang tidak akan terlambat pergi ke mana saja. Entah itu pergi ke kantor, sekolah dan juga yang lainnya. Mobil Abimanyu melaju dengan sangat mulus menuju perusahaannya.


...***...


Indah segera mengganti pakaiannya dengan seragam toko. Pagi ini ia sedikit terlambat membuka toko kue milik bosnya. Mungkin karena semalam ia terlalu lama menangis, jadi tidurnya pun terasa enak.


Selesai membuka toko, Indah segera membersihkan ruangan toko. Walaupun sebelum pulang kemarin ia dan temannya sudah membersihkannya. Ia takut masih ada debu yang menempel di meja dan sudut ruangan lainnya.


" Kamu baru datang Ndah?" tanya teman Indah yang bernama Mela.


" Iya Mel. Aku agak kesiangan bangunnya tadi"


" Kamu memang sering terlambat. Kalau Buk bos tau kamu sering terlambat datang ke toko, pasti kamu akan dipecat"


Indah menghentikan kerjaan sejenak. " Kalau aku dipecat, berarti kamu yang lebih dulu dipecat sama buk bos"


" Kenapa jadi aku?"


" Kamu lupa, kalau setiap hari kamu datangnya terlambat terus daripada aku?. Dan lagi, aku cuma kali ini telat datang ke toko"


Mela pun terdiam. Ia tidak menyangka kalau Indah akan balik menyerangnya. Padahal setahu dirinya, Indah bukan tipikal orang yang cendrung pendiam dan juga penakut.


" Kamu bersihkan ruangan ini. Aku mau ke dapur dulu, mau mulai membuat kue"


Indah menyerahkan tugas bersih-bersih pada Mela. Karena kalau ia masih di sana bersama Mela, tidak menutup kemungkinan Mela akan mencari masalah lagi dengannya.


Indah mengambil bahan-bahan untuk membuat kue hari ini. Kemarin buk bos sudah memberi tau kue apa saja yang akan dibuat untuk hari ini. Karena setiap hari kue mereka memproduksi jenis kue yang berbeda-beda.


" Pagi Indah, maaf saya terlambat datangnya. Saya mengantar si kecil dulu ke sekolah"


" Nggak apa-apa kok mba. Saya juga baru datang"


" List nya ada di kertas itu mbak"


Mirna pun melihat kertas yang menempel di kaca. Mirna salah satu karyawan Alexa yang sudah menikah. Dia sudah tidak punya suami. Suaminya sudah lama meninggalkannya dengan sang buah hati. Suaminya lebih memilih selingkuhannya daripada dia dan anaknya.


" Udah sarapan mbak?"


" Sudah Ndah. Kamu sendiri gimana?"


" Belum mbak, ini aku bawa bekal"


" Ya udah sarapan dulu, nanti kamu kena maag"


" Ntar lagi mbak, nanggung soalnya"


" Biar saya aja yang lanjutkan, kamu sarapan dulu"


" Apa nggak merepotkan, mbak?"


" Nggak, sini biar saya yang mengerjakan. Kamu sarapan dulu"


" Makasih mbak Mir"


Mirna hanya tersenyum pada gadis cantik itu. Menurutnya Indah gadis yang pekerja keras. Nasib Indah juga tidak jauh beda dengannya. Cuma bedanya, ia sudah janda. Sedangkan Indah masih gadis.


" Wulan dapat bagian di cafe ya, Ndah?"


" Iya mbak. Soalnya ada salah satu teman kita yang sakit, jadi dia izin nggak bisa masuk. Makan yuk mbak"


" Lanjut Ndah. Oh iya, buk bos datang nggak hari ini?"


" Datang mbak, tapi mungkin agak siang. Soalnya kan pagi dia sekolah. Kenapa mbak?"


" Saya mau izin pulang awal"


" Mau kemana mbak?"


" Mau mengantar orang tua saya ke rumah sakit "


" Ibu mbak lagi sakit?"


" Iya Ndah. Rencananya saya mau libur hari ini, tapi saya kasian sama kamu. Nanti nggak ada yang bantuin"


Indah terharu mendengar ucapan mbak Mirna. Padahal hanya perhatian kecil, tapi entah kenapa membuat hatinya sangat senang.


" Nggak apa-apa mbak. Lagipula kerjaan hari ini tidak terlalu banyak"


" Iya Ndah"


" Kalau boleh tau, ibu mbak sakit apa?"


" Aku juga belum tau Ndah. Tapi ibu sering mengeluh sakit di bagian perutnya. Saya takut ibu kena penyakit ginjal"


" Sabar ya mbak, Semoga ibu mbak baik-baik aja"


" Aamiin, semoga aja ya Ndah"


Selesai makan, Indah melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi. Karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh. Tak lama lagi para pembeli akan datang.


Kue-kue masih ada dalam etalase. Indah dan Marni membuat kue untuk pelanggan yang sudah memesan kue satu hari yang lalu. Jadi mereka harus menyelesaikan pesanan itu hari ini.


Peminat kue mereka memang sangat banyak. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan orang yang lanjut usia pun suka makan kue di toko triple A. Karena kue buatan mereka memang rendah gula. Jadi bisa di konsumsi semua orang.


" Ndah, ada pelanggan datang tuh"


" Kamu layani dong Mel. Aku lagi membuat adonan kue untuk pesanan pelanggan yang kemarin"


" Aku malas melayani ibu-ibu. Jadi kamu saja yang layani dia"


" Mela, kamu itu nggak boleh membeda-bedakan pembeli"


" Kalau mbak Mar mau, mbak aja yang layani sana!. Kalau aku sih ogah!"


" Ya udah mbak. Indah layani pembeli dulu ya"


" Iya Ndah"


Indah segera membersihkan tangannya. Walaupun tadi dia memakai sarung tangan, tapi tetap saja ia harus mencuci tangannya, demi kebersihan. Setelah itu ia pun pergi melayani pembeli.


To be continue.


Happy reading 😚😚