Abimanyu

Abimanyu
Mabuk naik mobil mewah


Abimanyu bersiap-siap untuk pulang. Sore ini dia pulang lebih awal. Soalnya dia mau menemani adik sepupunya pergi ke kebun singkong.


" Lo jadi nemenin Alexa?"


" Jadi. Nih mau pergi ke sana"


" Gue nebeng sampe bengkel utama, boleh ya?"


" Emang mobil Lo masih di bengkel?"


" Iya. Makanya Erina marah sama gue"


" Makanya lain kali kondisi mobil juga harus diperhatikan. Jangan cuma pacar aja yang diperhatikan"


" Udah, yuk buruan. Ntar gue telat lagi jemput pacar gue karena dengerin ceramah, Lo "


" Kalau Lo mau cepet, naik taksi aja, sana!"


" Ngapain naik taksi kalau ada mobil, Lo"


" Ck!, buruan naik!"


Darel segera masuk kedalam mobil mewah milik sahabatnya. Kalau ia berada di luar, bisa-bisa sahabatnya itu menyuruhnya pergi sama taksi.


Abimanyu segera melajukan mobilnya meninggalkan perusahaannya. Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota.


Suasana jalan raya sore itu sudah mulai ramai. Karena sudah jam pulang kerja. Jadi Abimanyu tidak bisa melajukan mobilnya dengan cepat.


" Thank's bro " ucap Darel saat mobil mewah milik sahabatnya berhenti di depan bengkel terbesar di kota J.


" Hhhmm"


Setelah Darel turun, Abimanyu kembali melajukan mobilnya ke toko roti milik adik sepupunya.


...***...


Alexa baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya. Ia bersiap-siap untuk pulang. Begitu juga dengan karyawannya. Mereka bersiap untuk pulang.


Para karyawan itu tidak sabar untuk pulang ke rumah mereka. Karena hari ini mereka gajian. Dan mereka akan memberikan uang hasil kerja keras mereka untuk orang tua.


" Buk bos, kita duluan"


" Oh iya Kak. Hati-hati di jalan"


" Makasih buk bos"


Berbeda dengan Indah. Gaji pertamanya harus ia pakai untuk membayar jas yang di curi adik tirinya. Entah kapan nasibnya berubah.


" Ndah"


" Hhmmm"


" Nih uang untuk tambahan bayar jasnya"


" Makasih sebelumnya Lan. Uang gaji kamu kasihkan sama orang tua kamu aja. Lagipula itu gaji pertama kamu bekerja. Masalah uang jasnya, Alhamdulillah buk bos kasih aku pinjaman"


" Serius kamu Ndah?"


" Iya Lan. Tadi buk bos nggak sengaja dengar obrolan kita. Sebenarnya buk bos kasih aku ATM yang berisikan uang 5M"


Wulan menutup mulutnya karena kaget mendengar ucapan sahabatnya. Baru kali ini dia mendengar uang sebanyak itu.


" Kamu serius Ndah?"


" Serius Lan. Nih ATM nya ada sama aku"


Indah mengambil ATM dari tasnya. Kemudian menunjukkan pada sahabatnya itu.


" Di dalam sini ada uang 5M?"


" Hhmmm"


" Hebat ya. Kartu sekecil ini bisa nampung uang sebanyak itu. Tapi kamu bisa menggunakan kartunya nggak?"


Indah menggelengkan kepalanya. Jujur ia belum pernah memakai ATM seumur hidupnya. Kalau pun ia ada menyimpan uang, itupun di dalam kantong plastik.


" Terus gimana cara kamu mau mengambil uangnya?"


" Nanti buk bos akan ajarin aku cara menggunakan kartu ini"


" Syukurlah. Buk bos orangnya baik banget ya. Zaman sekarang jarang ada orang yang baik seperti buk bos"


" Ya kamu benar. Sebenarnya buk bos bilang nggak usah bayar uang yang aku pinjam itu"


" Beneran itu Ndah?"


" Beneran lha. Tapi aku tolak, Lan. Kamu kan tau bagaimana aku. Kecuali bantuan buk bos itu satu atau dua juga nggak apa-apa. Tapi ini 5M"


" Ya aku tau. Tapi kan buk bos ikhlas bantu kamu"


" Iya Lan. Aku nggak enak aja baru kerja sudah diberikan uang sebanyak itu"


" Terus gimana cara kamu membayarnya?"


" Rencananya aku mau bayar dengan gaji aku. Jadi tiap bulan aku nggak akan terima gaji"


" Jadi beneran nih kamu nggak butuh uang ini?"


" Untuk sekarang nggak Lan. Kamu kasihkan sama ortu kamu aja. Lagipula ini gaji pertama kamu"


" Ya udah aku simpan lagi ya. Oh iya kamu jadi pulang sama buk bos?"


" Jadi Lan. Kan kita mau ke tempat juragan"


" Kalau gitu aku duluan ya"


" Iya Lan, hati-hati di jalan"


Wulan pun pergi meninggalkan sahabatnya. Ia akan pergi ke toko pakaian dulu. Ia akan membelikan beberapa baju untuk ayah dan ibunya.


" Kak Indah"


" Udah siap"


" Sudah Buk"


" Yuk, Abang aku udah nunggu di luar"


" Baik Buk"


" Kalau nggak di jam kerja panggil Alexa ja kakak"


" Maaf, saya lupa"


Dua wanita cantik itupun keluar dari toko kue. Sebelum pergi Indah mengunci pintu toko dulu.


Deg.


Jantung Indah berpacu lebih kencang. Ia kaget melihat lelaki tampan yang sedang berdiri di depan mobil mewah. Ia pun teringat jas lelaki tampan itu.


Apa dia kesini mau menjemput jasnya?.


" Kak Indah"


" Ah iya, Alexa"


" Yuk, itu Abang aku udah nungguin"


" Abang?"


" Iya, itu yang lagi main handphone"


Lagi-lagi Indah kaget. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu adalah Abang bosnya. Bagaimana dia akan menjelaskannya nanti.


" Abang Abi"


Mendengar namanya dipanggil Abimanyu pun mendongak. Ia kaget melihat wanita yang berdiri di samping adik sepupunya. Wanita yang beberapa hari ini sangat sulit ia temui sekarang berdiri di hadapannya.


" Udah lama nunggunya?"


" Nggak kok. Abang baru aja nyampe"


" Oh iya Bang, kenalkan ini Kak Indah. Dan kak Indah, kenalkan ini Abang aku"


" Abimanyu"


" Indah"


Sebenarnya mereka berdua sudah pernah berkenalan. Tapi entah kenapa mereka merasa bodoh dihadapan Alexa. Dan mengulang perkenalan mereka.


Alexa merasa ada yang aneh diantara Abangnya dengan kak Indah. Abangnya terlihat juga enggan melepaskan tangan kak Indah.


Ehem.


Abimanyu tersadar. Ia segera melepaskan tangan Indah. Begitu juga dengan Indah. Mereka berdua terlihat salah tingkah.


" Mau berangkat sekarang kah?"


" Iya Bang"


" Ok, silakan masuk tuan putri"


" Masuk Kak"


Alexa meminta Indah untuk masuk duluan kedalam mobil. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil. Alexa dan Indah duduk di kursi belakang.


Abimanyu menutup kembali pintu mobilnya setelah Alexa dan Indah masuk kedalam mobil. Ia tau pasti adiknya itu akan mengintrogasi dirinya nanti.


Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan toko kue triple A. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. Karena suasana jalan raya masih padat sama kendaraan.


Suasana di dalam mobil berubah menjadi hening. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan.


Indah baru pertama kali ini naik mobil mewah. Rasanya seperti mimpi ia bisa naik mobil mewah seperti ini. Apalagi di mobil itu sudah di lengkapi dengan AC.


Tapi entah kenapa, aroma parfum mobil itu sangat tidak cocok dengan hidungnya. Jadi perutnya sedikit agak mual mencium aroma parfum mobil mewah itu.


" Kak Indah"


" Iya"


" Kakak baik-baik aja?"


" Saya baik-baik aja Alexa"


" Tapi wajah kakak pucat "


Abimanyu melihat dari kaca spion yang ada di depannya. Benar apa yang dikatakan Alexa, wajah Indah sangat pucat.


" Maaf Alexa, kepala saya tiba-tiba sakit dan perut saya juga mual" kata Indah sambil menutup mulutnya.


Abimanyu menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Karena mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan kalau keadaan Indah sakit seperti itu.


" Bang ada minyak kayu putih, nggak?"


" Bentar Abang cari dulu"


" Alexa, bisa buka pintu mobilnya nggak?. Saya sudah tidak tahan pengen muntah"


Alexa segera membuka pintu mobilnya. Indah pun segera berlari keluar dan mencari tempat untuk memuntahkan cairan yang sudah dari tadi ia tahan.


Uhek.. uhek..


Indah memuntahkan semuanya. Setelah semuanya keluar, barulah ia merasa lega. Ia tidak menyangka akan mabuk naik mobil mewah itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚