Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Misi penyelamatan


Nando melihat seorang gadis cantik yang sangat ia kenal. Dan ia yakin kalau gadis itulah yang sudah membuat para penjahat itu terkapar.


" Eca"


Mendengar namanya dipanggil Alexa langsung menoleh. Ia tersenyum kala melihat sosok lelaki tampan yang sedang berjalan kearahnya.


" Paman disini?"


" Tentu saja. Dimana pun kamu berada selalu ada kekacauan. Dan untuk itulah paman disini, membereskan kegaduhan yang sudah kamu buat"


" Ck" Alexa berdecak.


" Axel mana?"


" Lagi bikin rusuh dibawah "


" Oh, jadi kalian berdua berpencar untuk membuat kegaduhan"


" Ya begitulah"


" Sekarang mau kemana lagi?"


" Mau cari teman-teman Eca lha paman"


" Perlu bantuan?"


" Sebenarnya sih nggak. Tapi kalau paman maksa, ya udah"


Nando tersenyum mendengar jawaban Alexa. Bisa-bisanya gadis nakal itu bilang kalau dia yang maksa. Tapi emang begitu lha keponakan cantiknya itu.


" Kita mau kemana dulu?"


Ya di depan mereka ada dua ruangan. Yang mungkin salah satunya adalah tempat dimana anak-anak itu di sekap.


" Ke ruangan itu aja paman. Sepertinya ruangan itu agak mencurigakan"


" Baiklah, mari kita periksa ruangannya"


Paman dan keponakan itu segera memeriksa ruangan itu. Sebelum bala bantuan penjahat itu datang.


Nando mencoba membuka pintu ruangan itu. Ternyata membuka pintu itu sangat susah. Dan itu memperkuat dugaan mereka, kalau di dalam sana ada sesuatu.


Setelah bersusah payah. Akhirnya pintu itu pun terbuka. Alexa kaget sekaligus mual melihat isi ruangan itu. Nando segera membawa keponakannya keluarga dari sana. Karena diapun sangat jijik berada di sana.


" Are you ok..?"


" Hhmm"


" Nih minum dulu" kata Nando sambil memberikan sebotol air mineral.


Tanpa menunggu lama, Alexa segera meneguk air mineral itu hingga tak tersisa.


" Makasih paman. Yuk kita lanjut mencari keruangan berikutnya"


" Emang Eca masih kuat untuk melanjutkan pencariannya?"


" Tentu saja. Apa paman meragukan kemampuan Eca?"


" Bukan begitu. Paman pikir Eca butuh istirahat, karena melihat isi ruangan tadi"


" Kalau lama melihatnya mungkin. Tapi kan Eca melihatnya cuma sepintas"


" Baiklah kalau emang Eca mau lanjut. Kita buka ruangan yang terakhir"


Ceklek..


Seperti ruangan yang pertama. Pintu ruangan ke dua itu juga susah dibuka. Mungkin ruangan itu tempat menyimpan barang atau organ tubuh manusia juga.


Ya di ruangan pertama tadi, Alexa melihat begitu banyak organ tubuh manusia. Seperti ginjal, hati dan organ tubuh lainnya. Organ-organ itu diletakkan di tempat khusus. Tapi kita bisa melihatnya dari luar.


Entah berapa banyak korban yang sudah mereka bunuh. Dan juga mereka ambil organ tubuhnya. Kasihan korban dan juga para orang tua korban penculikan itu.


" Paman, jangan dibuka?"


" Kenapa?"


" Eca ngeri. Siapa tau di dalam sana tempat menyimpan barang-barang aneh, atau ruang operasi"


" Kalau nggak dibuka bagaimana kita tau"


Alexa menggeleng. Ia tidak mau melanjutkan membuka ruangan itu.


" Baiklah, kita nggak usah buka tempat itu"


" Eca akan membalas semua rasa sakit yang dirasakan para korban, paman"


" Tentu saja. Perbuatan mereka ini sangat keji"


" Cepat kita cari ruangan tempat teman-teman Eca di kurung paman. Karena kalau tidak mereka akan jadi korban berikutnya"


" Paman rasa sih tidak, karena kemungkinan besar organ tubuh yang tadi itu milik anak-anak"


" Pokoknya kita harus segera temukan mereka?"


" Iya Eca. Yuk kita cari"


Alexa dan Nando segera meninggalkan tempat itu. Mereka berdua akan mencari ditempat lain. Sebelum terjadi sesuatu sama mereka semua.


Tidak jauh dari tempat tadi. Alexa dan Nando menemukan satu ruangan. Dan ruangan yang mereka temukan kali ini lebih besar dari yang tadi. Mungkin dua atau tiga kali lipat dari ruangan yang mereka temukan tadi.


" Sepertinya ruangan ini lebih besar paman?"


" Ya, mari kita lihat ada apa di dalam ruangan yang besar ini"


Nando membuka pintu ruangan itu. Dan ajaibnya, membuka pintu ruangan itu, tidak sesusah membuka pintu ruangan yang tadi.


Ceklek.


Saat pintu terbuka, Alexa menutup matanya. Ia takut kalau isi ruangan itu sama dengan ruangan yang pertama tadi.


" Ck. Eca lagi mengantisipasi hal-hal buruk yang ada di depan mata "


" Nggak ada hal buruk. Justru ini sangat memprihatinkan"


" Masa? emang apa?"


" Makanya buka dulu matanya"


Alexa membuka sedikit jari tangannya. Alangkah kagetnya ia melihat ada puluhan anak kecil di sana. Dari umur enam sampai sepuluh gitu lha.


" Ini?"


" Sepertinya mereka korban penculikan juga"


" Benar-benar bajingan! kita harus melepaskan mereka paman?"


" Tentu saja "


" Sepertinya mereka semua korban berikutnya"


" Sepertinya begitu"


Kondisi adik-adik itu sangat memprihatinkan. Ia tidak tau apakah penjahat itu memberi makan adik-adik itu. Karena tubuh mereka terlihat agak kurus.


Adik-adik itu takut melihat Nando. Itu terlihat dari sikap mereka yang bersembunyi di belakang temannya yang umurnya lebih besar.


" Sepertinya mereka takut sama paman?"


" Masa sih? emang wajah paman nyeremin, ya?"


" Iya. Banget malah"


" Ck, cuma kamu aja yang bilang wajah paman nyeremin. Yang lain nggak tuh"


" Mungkin mata mereka katarak, jadi nggak bisa melihat dengan benar"


" Udah cepat bebaskan adik-adik ini"


" Siap paman"


Alexa mendekati salah anak cewek. Mungkin umurnya sekitar 9 tahun.


" Hai, nama kamu siapa?"


" Cintya "


" Nama yang cantik, secantik orangnya. Cintya mau keluar dari tempat ini?"


" Mau Kak. Mau banget"


" Kakak akan membawa kamu. Bukan cuma kamu, tapi kalian semua keluar dari sini"


" Benarkah?"


" Tentu saja. Nanti kalian ikuti Om itu ya"


Cintya melirik Nando.


" Tenang, Om itu baik kok. Jadi jangan takut"


Cintya menganggukkan kepalanya.


" Good girl. Paman, tolong bawa mereka ke tempat yang aman dulu ya"


" Kamu mau kemana?"


" Eca mau mencari bos penjahat itu"


" Paman ikut"


" Nanti paman nyusul aja"


" Gimana kalau paman yang mencari bos penjahatnya. Kamu selamatkan adik-adik ini"


" Nggak" kata Alexa sambil menggelengkan kepalanya.


" Itu terlalu berbahaya"


" Eca akan berhati-hati"


" Baiklah, kamu jangan sampai terluka"


" Hhhmm"


Alexa segera pergi meninggalkan Nando dan juga adik-adik itu. Ia akan mencari manusia yang kejam dan tak punya hati itu. Ia akan memberikan pelajaran pada orang itu.


...***...


Axel dan Farel membakar sampah yang ada didalam tong sampah. Ia mengarahkan ke detektor asap. Saat kena sensor, otomatis fire alarm-nya berbunyi.


" Yuk cabut" kata Axel.


Setelah membuat kegaduhan, kedua cowok tampan itu segera pergi dari sana. Mereka berdua akan memanfaatkan keadaan ini untuk menyelamatkan teman-temannya.


Mendengar bunyi fire alarm, para penjahat langsung kalang kabut mencari sumber kebakaran. Kalau tidak markas mereka akan habis dilahap si jago merah.


" Bos sepertinya terjadi kebakaran di bawah?" kata salah satu anak buah penjahat.


" Cepat temukan sumbernya, kalau tidak? habis kalian semua!"


" Ba-baik bos"


Bawahan penjahat itu segera membantu teman-temannya untuk mencari sumber api. Karena kalau tidak nyawa mereka akan melayang.


To be continue.


Happy reading 😚😚