
" Hai Catherine , Hai Natan." Ujar Alfred yang tiba tiba mendatangi Kami berdua.
" Oh hai Alfred." Ujar Kami berdua.
" Aku senang jika kalian Berbaikan." Ujar Alfred Sambil mengelap Keringatnya dengan Handuk di tangannya.
" Siapa juga yang berbaikan dengannya , Aku tak pernah punya masalah padanya hanya dia yang bermasalah denganku." Ujar Catherine yang membuat Natan menjadi Jengkel.
" Kau dari mana ?." Ujar Natan.
" Ya aku dari Gym , olahraga itu kan Bagus." Ujar Alfred dengan santainya , dan ia pun duduk di kursi sebelah Catherine tapi agak jauh.
" Kau tak Lelah ? , Lelah berdiri tadi ?." Ujar Catherine.
" Kau ini Alfred kan punya tenaga yang lebih banyak dari kita." Ujar Natan dan Alfred pun hanya tersenyum.
Kami Jadi tak bicara bicara karena Ada Alfred , Sama seperti Catherine yang tak mau memberi tahu Celin ,begitu juga Natan yang tak mau Melibatkan Alfred.
Melihat kami Yang tak bicara bicara karena sejak ada Alfred , Alfred pun Memutuskan untuk ke kamar Agar tidak mengganggu.
" Aku pergi ke kamar dulu ya , Natan." Ujar Alfred berdiri dari tempatnya dan hendak Pergi.
" Ohh iya." Ujar Natan.
" Kenapa buru buru." Tanya Catherine yang bingung kenapa Tiba tiba Alfred ingin pergi.
" Ahh tiba tiba saja aku mengantuk , Kalian Lanjutkan Saja , Bye." Ujar Alfred yang kemudian Pergi.
...****************...
Saat Alfred sudah Pergi , Natan pun memulai pembicaraan.
" Kau ingat kan orang yang kita lihat Di ruangan 808 Itu ?." Ujar Natan.
" Ya, bukan kah Mereka terlihat mirip dengan Orang orang lab Kota putih ?." Ujar Catherine.
" Ya betul , Menurutku kemungkinan Kehadiran kembali Natalia ada Hubungannya dengan kota kita dan kota putih." Ujar Natan.
" Apakah benar seperti itu ? , Kota hitam dan kota putih kan bermusuhan." Ujar Catherine.
" Aku juga tidak tau kebenarannya , Kita hanya tau Sejarah dari orang tua atau orang terdahulu kan ?. bisa saja Sejarah itu di palsukan." Ujar Natan dengan Nada yang serius.
" Bisa juga kalau sebenarnya kota hitam dan kota putih itu sudah berbaikan ! , Tapi tak memberitahu kita." Ujar Catherine dan Natan hanya mengangguk angguk.
" Tapi untuk apa mereka menghidupkan kembali Natalia." Ujar Catherine.
" Mungkin untuk eksperimen." ujar Natan sambil menatap mata Catherine.
" eksperimen ?." Ujar Catherine dengan nada binggung.
" Iya juga sih , Tapi perkataan mu agak aneh , Tak mungkin kan mereka akan menunjukan kematian Anak anak itu di depan kita , Itukan bisa mengganggu mental orang orang yang saudaranya di eksekusi." Ujar Catherine.
" Mengganggu mental ? , Yang aku dengar Kalau di test ke 4 Mereka saling membunuh kan ? , Tapi para pemenang itu terlihat baik baik saja mentalnya bahkan mereka terlihat bahagia." Ujar Natan.
" Iya juga ya.." Ujar Catherine.
" Baiklah sudah di putuskan , besok kita akan ke ruangan 808 itu lagi." ujar Natan yang langsung berdiri.
" Apa maksudmu langsung memutuskan begitu ? , Aku tidak mau waktu itu saja kita hampir tertangkap kan ?."ujar Catherine yang kesal karena tiba tiba Natan mengambil keputusan tanpa bertanya dulu.
" Baiklah kalau kau tak mau , Tapi jangan salahkan aku jika rahasia mu terbongkar." Ujar Natan dengan nada mengancam.
" Kau ini !!! Baiklah baiklah." Ujar Catherine yang awalnya ingin memukul Natan tapi akhirnya pasrah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pembicaraan itu Catherine dan Natan kembali ke kamar masing masing.
Di kamar ternyata Hanya ada Celin di sana.
" Kau ini kemana saja ? , Kasihan Emma sendirian kembali ke kamar bahkan ia sudah pergi lagi." Ujar Celin.
" Maaf maaf , Eumm Celin." Ujar Catherine Ragu Ragu.
" Ada apa bilang saja." Ujar Celin.
" Besok aku lagi saja ya yang keluar." Ujar Catherine.
" Lho kok begitu kan besok jatahku yang keluar." Ujar Celin langsung berdiri yang awalnya duduk di kasur.
" Memangnya kau tak mau nanti keluar melihat udara segar saat latihan luar ruangan ?." Ujar Catherine mencoba mempengaruhi Celin.
" Iya aku mau sih tapi... , aku kan tak bisa bertarung dan Kau juga kenapa sih Mau keluar besok." Ujar Celin.
" Ya tidak apa apa sih kalah jika hanya 1 Kali , Dan aku ingin keluar besok karena aku ingin sekali lagi belajar tentang teknologi ." Ujar Catherine berbohong.
" Padahal juga tak bisa apa apa teknologi , Tapi ya sudah lah baiklah kau yang keluar besok." Ujar Celin.
" Aww terima kasih Celin." Ujar Catherine yang langsung memeluk Celin Dan Celin pun membalas pelukan Catherine.
" Yes Rencana ku berhasil." Ujar Catherine dalam Hati.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA..
HAPPY READING SEMUA.