Time Travel QueenLy

Time Travel QueenLy
Chapter 20 : ( Pergi Dari Kerajaan Iblis )


Malam Hari...


Lucia kini tengah makan malam bersama keluarga angkatnya.


"Cia, apakah kau akan pergi sekarang?." Tanya Pangeran Arthur sedih mengetahuinya.


"Hm..." Balas Lucia.


Keluarga nya yang mendengarkan pembicaraan itu hanya diam saja.


"Jiejie. Tak bisakah kau disini menemani ku dulu.?" Tanya Pangeran Ruki dengan mata Puppy Eyes nya.


"Tidak." Balas Lucia cuek.


Yah...mau gimana lagi membujuk Lucia agar ingin tinggal dengan mereka sebelum ia berpetualang. Pikir semua keluarganya.


"Ka..- kalau begitu, bisakah Jiejie menemaniku tidur malam ini saja...kumohon...?" Ucap Pangeran Ruki memelas sekaligus modus.


Tanpa menjawab karena hari sudah malam, Lucia pun mengangkat Pangeran Ruki dan membawanya kekamarnya.


Yang lainnya hanya terdiam melongo melihat kelakuan Lucia yang tak menunjukkan seorang puteri.


Huft...


Ayahanda dan Ibunda angkatnya hanya bisa menģgelengkan kepala mereka, tak habis pikir dengan anak yang dingin dan cuek setengah mati itu.


Sedangkan Pangeran Leomord hanya terlihat biasa² saja, tetapi sebenarnya hati hello kittynya ketakutan dihukum oleh Lucia yang sangat kejam itu.


———


Dikamar Pangeran Ruki...


"Jiejie...apakah kau akan duduk disana saja? Apakah kau tak mau menemaniku ditempat tidur dan memeluku." Ucap Pangeran Ruki yang melihat Lucia hanya duduk tenang dijendela kamar Pangeran Ruki.


"Hais...bukankah tadi kau menyuruhku untuk menemani mu tidur.?" Balas Lucia cuek.


"Ish...jiejie, aku tak bisa tidur kalau begini. Apakah jiejie tak ingin memelukku." Ucap Pangeran Ruki mendramatisir.


"Tidak." Jawab Lucia acuh tak acuh.


"Huaa...jiejie tak mau menemani ku tidur, sebentar lagikan jiejie akan pergi meninggalkan ku untuk waktu yang lama. Apakah jiejie membenciku...hua...hiks." Ucap Pangeran Ruki yang sudah menangis sejadi - jadinya.


"Eh...baiklah." Ucap Lucia yang langsung tiduran dikasur Pangeran Ruki sambil membaca buku dan Pangeran Rukinya dicuekin.


"Jiejie...!Apakah kau tak mau memeluku." Ucap Pangeran Ruki sambil merentangkan kedua tangannya dan dengan mata yang masih basah karena menangis tadi.


"Ckckc...aku tak tahu bagaimana caranya memeluk seseorang. Maafkan aku." Ucap Lucia yang sebenarnya ia tak mau Pangeran Ruki sedih karenanya.


'Hah...jiejieku ini ternyata sangat tidak peka dan dingin sedingin es, apakah ia tinggal di kutub utara sampai menjadi seperti ini.?' Batin Pangeran Ruki kesal berbeda dengan ekspresinya yang masih memelas minta dipeluk oleh Lucia.


"Em...kalau begitu biar kuajarkan jiejie. Apa itu kasih sayang dan caranya berpelukan.." Ucap Pangeran Ruki modus yang memang ingin dekat dengan Lucia.


Pangeran Ruki pun mengambil tangan Lucia dari buku novel yang sedang ia baca dengan tangan kecilnya.


Iapun melingkarkan tangan Lucia dipinggang nya begitupun dia juga melakukan hal yang sama yaitu memeluk Lucia.


"Nah begini jiejie." Ucap Pangeran Ruki tersenyum lucu.


Sedangkan Pangeran Ruki memperhatikan jiejie nya dari dekat pun sangat cantik, mata silver yang indah nan tajam senada dengan rambutnya yang terurai dibantal.


Pangeran Ruki juga bisa mencium harum Lavender dari tubuh Lucia. Sangat wangi.


Disaat Pangeran Ruki sedang memperhatikan Lucia dengan tatapan mendalam, ia pun tersadar karena suara jiejienya itu.


"Kenapa tidurlah. Bukankah aku suda memelukmu." Ucap Lucia yang masih dingin.


"Baik jiejie." Ucap Pangeran Ruki tersenyum dan masuk kedalam dekapan Lucia yang hangat walau orangnya sangat dingin.


———


Malam itupun berlalu, tengah malamnya setelah Pangeran Ruki seperti nya tertidur. Lucia pun mulai melepasakan pelukan diantara mereka meskipun enggan melepaskan pelukan adik angkatnya itu.


Iapun mulai mengeluarkan sihir teleportasi untuk keluar dari dunia iblis.


Saat ia merapalkan mantra sekilas ia melihat Pangeran Ruki yang ternyata belum tidur dan keluarganya yang sedari tadi menyumpat memperhatikan ia dan Pangeran Ruki.


Keluarga nya memandangnya dengan sedih sedangkan Weiwei yang sama sedihnya ditinggalkan oleh Lucia sendiripun akhirnya mengejar Lucia tapi sudah terlambat karena Lucia sudah menghilang sasampainya ia ditempat Lucia berteleportasi.


"Jiejie..." Gumam Pangeran Ruki sedih karena ditinggalkan oleh jiejie nya.


Pangeran Ketiga yang melihat Weiwei menangis sesunggukan pun mulai menenanginya agar tak menangis, perlahan Weiwei pun mulai tenang dan nangisnya pun mereda.


Pangeran Edward yang melihat itupun sama halnya dengan Weiwei, ia pun juga sedih. Meskipun tidak terlalu dekat dengan meimei barunya itu tetapi ia tentu saja sangat menyayangi nya.


Pangeran Arthur juga sangat sedih melihat itu, gadis yang ia sukai dan sekrang menjadi adik angkatnya telah pergi berpetualang dalam jangka waktu yang sangat lama untuk kembali.


Sedangkan Pangeran Leomord sudah menghilang entah kemana untuk menenangkan dirinya sendiri.


——————


Pangeran Leomord sekarang sudah berada ditempat pemakaman ibunya ( Permaisuri terdahulu ).


"Ibu, meimei ku sudah pergi semoga ia pergi tak terlalu lama agar aku tidak kesepian. Cukup...ibu yang sudah meninggalkan ku jangan meimeiku. Huft...setidaknya aku masih bisa bertemunya walau dalam waktu yang lama." Ucap Pangeran Leomord mencurahkan isi hatinya kepada sang ibu yang terbaring tak bernafas tetapi masih tetap sangat cantik.


Iapun teringat memori² kejadian buruk yang menimpahnya dan ibunya.


Ia sangat sedih dengan hal itu, dan itu juga yang menyebabkan ia selamanya kehilangan ibunya yang sangat menyangi dirinya.


' Ibu...' Gumam Pangeran Leomord merasa masih sangat terpukul sampai sekarang.


————


Bersmabung...


Hari ini Autho crazy up ya... Kemarin kan g up karena ada urusan hehehe😁😁


Hai...hai... hari ini Author crazy up. Semoga suka dengan ceritanya ya.


Next Episode ....👇👇


Jangan Lupa Like, Comment, dan Vote ya guyz...