
keluarga itu begitu senang menikmati waktu mereka walaupun tidak lengkap karena si bungsu tidak ada di antara mereka.
" tidak apa-apa sayang nanti di lain waktu kita akan mengajak adek bela untuk berjalan-jalan bersama kita." tutur anastasya menenangkan putra keduanya karena tak dapat dipungkiri alzio sangat menyayangi adiknya abela.
"iya bunda.." ucap zio lagi. setelah drama perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai di salah satu villa di atas bukit yang memperlihatkan hamparan alam yang masih sangat asri.
keberadaan mereka disini, tentu saja atas tuntutan pekerjaan Alexander, yang ingin membangun lokasi wisata alam di wilayah ini. Alexander yang mendapatkan peluang untuk memperluas kerajaan bisnisnya, memulai dengan wilayah ini, dengan membuka dan membangun tempat wisata.
"wah..!! lihatlah bunda, udara disini sangat seger.." ucap zio dan Aryano.
mereka langsung berlari menuju balkon villa dan duduk di sofa yang ada disana, sambil menikmati pemandangan. tak henti-hentinya mulut kedua anak laki-laki itu mengukir senyum mereka sangat bahagia melihat pemandangan yang begitu asri dan sangat sangat indah. suasana seperti ini tidak pernah mereka temukan di kota tempat tinggal mereka karena itu mereka sangat antusias melihat wahana ini. saat kedua anak itu sedang asyik menikmati angin sepoi-sepoi dan sejuk nya udara segar di sini, anastasia dan alexander datang menyusul mereka.
" halo boy. bagaimana apakah anak anak ayah menyukai tempat ini..??" tanya alexander kepada kedua buah hatinya. ariano dan alzio lagi-lagi mengganggu kan kepala mereka benar-benar sangat menyenangkan dan mereka sangat antusias.
" yah ayah, tempat ini benar-benar indah..!!" ucap ariano menekankan kata-katanya. alexander pun tersenyum kemudian mengajak istri dan anak-anaknya untuk makan siang terlebih dahulu. pasalnya, mereka hanya memakan roti sebelum menaiki pesawat.
" ya sudah kalau begitu, sebaiknya kita makan siang dulu ya nanti baru menikmati alam lagi." ucap alexander kepada anaknya, alzio dan ariano pun mengangguk kan kepala mereka memang sedari tadi mereka sudah menahan lapar.
" yah ayah, sedari tadi abang sudah menahan lapar sudah sangat tidak tertahankan." tutur ariano menggoda ayahnya sambil memegangi perutnya. alexander pun tersenyum melihat ke konyol anak sulung nya ini.
" ya sudah, ayo. makanannya sudah disiapkan oleh paman Ferry." alexander pun langsung mengajak keluarga kecilnya itu ke meja makan ternyata di meja makan sudah ada asisten ferry yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka semua. sesampainya mereka di meja makan ian dan zio langsung menyapa asisten Fery.
" halo paman selamat siang..." ucap mereka serentak, very yang masih menatap makanan di atas meja pun tersenyum tatkala kedua anak bosnya itu menyapa nya.
" selamat siang juga para tuan muda, silahkan duduk paman sudah menyiapkan semuanya." ucap feri mempersilahkan mereka duDuk. mereka semua pun mengambil tempat duduk mereka sementara Ferry hanya berdiri di belakang melihat para majikan itu makan. alexander yang menyadari itu langsung menyuruh asistennya duduk bersama mereka.
" Ferry, sedang apa kamu di belakang kami,, ayo bergabung bersama kami,, duduk disini ayo makan bersama." tutur alexander menyuruh asistennya bergabung bersama mereka.
walaupun alexander adalah seorang bos tapi ia tidak pernah memperlakukan asistennya sebagai pelayan atau semacamnya justru alexander malah menganggap asistennya ini sebagai saudaranya yang harus diperlakukan dengan baik.
walaupun dulunya seorang alexander adalah orang yang jahat kepada anastasia, namun ia tidak pernah melakukan kejahatan kepada asistennya. iya tidak pernah melampiaskan apapun kepada asistennya.
feri yang mendengar perintah dari alexander pun langsung mengambil tempat duduk di samping alzio dan aryano. melihat itu anastasia pun langsung berinisiatif untuk mengambil kan makanan untuk asisten very ini. namun karena alexander yang posesif terhadap istrinya malah melarang anastasia untuk mengambil makanan untuk lelaki lain selain dirinya.
" mau apa sayang...?? biarkan asisten very mengambil makanannya sendiri. jangan kamu manjakan dia..." ucap alexander sambil menatap asistennya dengan tatapan tajam. very yang melihat tatapan sang atasan pun bergidik ngeri.
( ella.. ketimbang cuma ngambil makanan saja si bos sudah seperti singa lapar. bagaimana nanti si nyonya memberikan perhatian berlebih kepadaku bisa bisa aku akan di kulit oleh si bos posesif ini.) batin feri. iya juga mencuri-curi pandang kepada sang atasan dan nyonya anastasia. alexander yang menyadari sifat asisten sekaligus sahabat yang sudah ya anggap ini pun memprotes.
" jangan mengumpatiku di dalam hatimu. dan jangan berharap istriku akan melayani mau. makanya cepat cari istri, agar bisa merasakan dilayani oleh istri. cepat makan jangan bengong saja.." ucap alexander menyindir asistennya.
iya berbicara dalam hatinya sambil menggoda dirinya sendiri iya merasa sedikit tersendiri dengan ucapan sang atasan yang mengatakan dirinya harus cepat menikah agar bisa merasakan bagaimana rasanya dilayani oleh istri sendiri.
Ferry pun segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri. walaupun cukup kesal dengan sindiran Alexander, namun tidak membuat asisten Ferry kehilangan selera makannya.
***
setelah mereka selesai makan siang mereka semua memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. di villa ini,mereka sudah memiliki kamar masing-masing.
"ayah, bunda, zio sangat kelelahan. bolehkah istirahat disini bunda." tanya alzio. mata alzio sudah memerah akibat terlalu lama menahan kantuk. begitu juga dengan kakaknya aryano.
"iya bunda, Iyan juga sangat mengantuk." ucapnya. Alexander pun tersenyum melihat anak-anaknya yang sudah kelelahan.
"anak-anak ayah mengantuk ya. ya sudah sana istirahat, kamar Abang iyan sama Abang zio disana.." ucap Alexander sambil menunjuk salah satu ruangan yang ada di tengah. setelah mendapat persetujuan, tak menunggu lama lagi, ariano dan alzio pun langsung memasuki kamar untuk beristirahat. begitu juga dengan anastasia.
"kalau begitu, kamar kita yang mana ayah..??" ucap Anastasia menggoda suaminya. Alexander tersenyum dengan tingkah lucu istrinya. Anastasia bertanya sambil mengedipkan matanya dengan genit.
"jangan menggoda ku seperti itu sayang. nanti kamu menyesal." ucap Alexander kembali membalas godaan sang istri. Ferry yang melihat para bosnya saling melempar godaan, ia merasa gemas kepada keduanya.
"hm... ingat tempat bos. disini ada yang jomblo." ucap Ferry menimpali dengan ekspresi masam.
( kasihan ya diriku, sudah tua tapi masih jomblo) batin Ferry. Alexander dan Anastasia yang mendengar protes dari Ferry, mereka pun langsung tertawa.
"makanya ver cepat cari istri, jangan betah menjomblo seperti ini nanti kalau sudah aki-aki nggak ada yang mau sama kamu lagi.." kali ini Anastasia yang bersuara.
"Iya Nya, kalau begitu tolong nyonya carikan calon untukku, kalau bisa sama seperti nyonya.." ucap asisten Ferry menjawab ucapan dari istri atasannya. Alexander membulatkan matanya mendengar penuturan asistennya.
"mana ada perempuan yang mirip dengan istriku. Jika kamu menginginkan orang yang sama sifatnya dan wajahnya Dengan istriku, maka kamu harus melangkahiku dulu.. aku akan bejek-bejek kamu seperti tahu gejrot.." ucap Alexander. Anastasia dan Ferry pun tersenyum mendengar nada kesal suaminya.
"Ya sudah kalau begitu, Ayah.. bunda istirahat dulu ya.. kalian juga jangan lupa istirahat, jangan karena pekerjaan kalian melupakan kesehatan kalian." ucap Anastasia menasehati keduanya.
" Iya sayang/ nyonya." ucap Alexander dan asisten Ferry secara bersamaan.
setelah itu, Anastasia masuk ke kamar mereka untuk mengistirahatkan badannya akibat kelelahan di perjalanan.
***bersambung***
mohon koreksinya kawan-kawan 🥰🥰🙏🙏