The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Jadilah Lebih Kuat!


*CHAPTER* 13


Judul : Jadilah Lebih Kuat!


"Tempat Kamar Xa'an bersama Lycia dan Airin"


Xa'an : "(bangun tidur) (melihat ke samping tengah ada Airin samping Airin ada Lycia), "Apa sih yang sudah ku lakukan...?, Tidur bersama dengan gadis² kecil....?"


Xa'an : "Mungkin jika aku ketahuan di Dunia ku sebelumnya Aku pasti akan di tangkap oleh Pengadilan"


Elgar : "Oii Xa'an Bang-- Ughh...!!!!" (Tiba-tiba Elgar Kaget dengan apa yang dilihat)


Xa'an : "Tidak bukan Begitu Ayaah ini tidak seperti yang Ayah pikirkan..!" (Panik)


Elgar : "Apakah dengan memiliki mata warna emas bisa berkembang secepat itu yah....?" ( Yang dimaksud Airin )


Xa'an : " A-a-a-a-akh" ( tidak bisa berkata apa-apa )


(Setelah Kejadian itu)


"Tempat" ( Ruang tamu mau menuju tempat latihan )


Elgar : "Tidak Kusangka Kamu Memiliki Pusaka Roh Tingkat Tinggi bersamamu" (yang dimaksud Airin lagi)


Xa'an : "Iyaah dan sekarang dia lagi ber istirahat dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya energi Roh yang terdapat dalam hutan elf ini"


(Airin kembali menjadi bentuk Kalung Liontin nya)


Lycia : "Kalian Mau kemana pagi² Sudah pergi?" (Habis bangun tidur)


Xa'an : "Aku mau Ikut pelatihan Sihir Dari Ayah Elgar Cia"


Lycia : "Benar begitu kah yah...?"


Elgar : "Iyah benar Lycia Kami ingin pergi ke tempat pelatihan yang ada di dalam hutan"


Lycia : "Emm.....kalau begitu aku juga mau ikut..!"


Xa'an : "Eh Cia juga?"


Lycia : "Iyah Aku juga ingin Latihan supaya nanti bisa melawan penjahat sendiri kalau seandainya tidak ada kamu An Kun"


Xa'an : "Apakah boleh yah...? Cia ikut dengan pelatihan kita...?"


Elgar : "Emm......baiklah Kalian berdua ikutlah dengan ku.."


Xa'an dan Lycia : "Uwaah...." (Merasa senang)


Elgar : "Haaaaah....." (Menghela nafas)


Xa'an : "Baiklah ayo kita pergi Cia.....!"


Lycia : "Eum...." (Mengangguk)


"Setelah sampainya mereka di tempat pelatihan"


Xa'an : "Ngomong² kita nanti akan berlatih apa saja Yah...?"


Elgar : "Aku akan melatih Xa'an dengan teknik teknik dari Pengalaman ku dengan sedikit sihir dan aku akan melatih Lycia untuk memakai Sihir dan penggunaan roh


Lycia : "Iyah aku akan berusaha"


Xa'an : (suara dalam hati) "pengalaman ayah elgar yah.....Ini pasti akan menarik...!"


*3 Tahun Setelah Pelatihan!*


Elgar : "Hmm....!!!" (berdiri dengan keadaan siap)


Elgar : (Menatap Tajam) "Mereka Datang!"(mata berubah menjadi warna hijau)


Lycia : (mata berubah menjadi warna hijau) "Wahai roh Api dan Air Datanglah Padaku..!"


(Roh pun muncul) "Sekarang Gabungkan Kekuatan kalian..! Sihir Api dan Air...! Jadilah Asap Yang tebal...!!"


"Seketika Se isi tempat di penuhi oleh Asap yang tebal"


Elgar : "Hohooo...Awal yang bagus..!"


Xa'an : "Airin...! Bentuk Pedang..!"


Airin: "Baik..! Papa..!"


"Airin merubah bentuk ke pedang yang ramping bewarna Emas"


Xa'an : "Tek" (suara memegang pedang) "Hhmmm!!!" (Mengayunkan pedang)


"Elgar dengan Tangannya yang di penuhi mana menangkis semua ayunan pedang dari Xa'an"


"Tingg Tingg tinggg...!!" (Suara Adu serangan)


Elgar : "Hump.." (menjauh mempersiapkan serangan)


Xa'an : "Airin Bentuk Tombak..!" (Airin berubah) "Huff...." (Bersiap² melempar) "Hiyyaah..!!" (Xa'an melempar)


Elgar : ("Merunduk") "Hehh Tidak kena!"


Xa'an : "Airin..! Kembali"


Airin : "Baik...Pa!!"


"Disaat itu Xa'an langsung Cepat² pergi menggunakan Teleport dari sana"


Elgar : "Mau kemana kau Uhg..-.!??" (Elgar kaget dari depan muncul Sihir Berskala besar)


Lycia : "Sihir Nova Keluar....!!!" (Seketika ada Sihir yang keluar menuju ke arah Elgar dengan Sangat Cepat)


Elgar : "Jadi begitu yah dia cuman Mengulur waktu untuk Lycia"


"Blaaaaaarrr.........!!!!!" (Suara sihir mengenai Target)


"Xa'an baru sampai ke Lycia dengan Teleport"


Lycia : "Hufft.....apakah kita berhasil apakah dia akan baik² saja?"


"Kemudian tiba-tiba ada orang di belakang Xa'an dan Lycia"


Elgar : "Itu benar Xa'an"


Airin : "Papa Mama di belakang!!"


"Xa'an dan Lycia kaget"


Xa'an : "Cihh....Swueeshh" (Xa'an Menendang ke arah belakang)


Elgar : "Grep" (suara elgar memegang kaki Xa'an) "Uweeeeshhh" (elgar melempar Xa'an Sekuat tenaga)


Xa'an : (terlempar mengenai Bebatuan) "Uaaaghhh" (kesakitan)


Lycia : "Uh..!! An Kun..! Sihir Api kelu--!"


Elgar : "Terlalu Lambat Lycia" Bug...!" (Suara pukulan elgar mengenai Perut Lycia)


Lycia : "Uagh" (terjatuh)


Elgar : "Baiklah Sesi Latihan ini sudah Cukup..!"


"Be berapa jam kemudian"


"Di tempat meja Makan"


(Lycia dan Airin Sedang Bermain)


(Xa'an duduk di sofa dengan Elgar)


Xa'an : "Bagaimana Ayah bisa Menghindari Sihir Cia tadi, padahal sihir itu sudah sangat cepat"


Elgar : "Aku Bukan menghindari nya aku bertahan dari Serangan tersebut"


Xa'an : "Bagaimana bisa bertahan dari serangan itu?!"


Elgar : "Aku bertahan dengan Melapisi semua Mana buat Tubuhku dan memanggil Roh untuk Menjaga Diriku tetap aman setelah itu aku langsung ke arah mu dengan menggunakan mata biru dan menyerangmu"


Xa'an : "A-apa melapisi Tubuh Dengan Mana?, Aku kira hanya Benda saja yang bisa di lapisi mana ternyata Tubuh kita juga yah..!" (Plot Penting)


Elgar : "Iyaah tapi resikonya adalah kamu akan kehabisan mana untuk sebentar"


Xa'an : "Baiklah aku mengerti terimakasih Ayah Elgar"


Elgar : "iya tidak masalah aku akan pergi menemui Marine Dulu Untuk membahas sesuatu"


Xa'an : "oh Iyah hati-hati Yaah..."


Elgar : "Okee" (beranjak pergi)


"Airin menghampiri Xa'an"


Airin : "Papaa aku mau makan itu juga"


Xa'an : "Ohh boleh kok nih"


Airin : "Waah Terimakasih Papa" Nyam...Nyam" (Airin sedang makan)


Lycia : "Eh...Ayah mau kemana...An Kun?"


Xa'an : "Katanya dia mau pergi menemui Ibu untuk membahas sesuatu"


Lycia : "Ooou...... Ngomong² cape banget yah..." (Ngasih kode ke Xa'an)


Xa'an : "Iyaah cape banget duh..." (Masih belom peka)


Lycia : (suara dalam hati) "Ihhh.." "cape banget yaah pengen bersandar...."


Xa'an : "Iyaah cape ba-- Ugh!!" (Suara dalam hati) "Tunggu apa yang dimaksud Cia dengan pengen bersandar itu..?" (Baru peka)


Xa'an : "Hufft......." (Menghela nafas)


Lycia : "Eum...?"


Xa'an : "Ba-baiklah kamu bisa bersandar di bahuku...." (Sambil malu-malu)


Lycia : "Uwaah senang nya baiklah jika Kamu memaksa An Kun"


Lycia : "Hiyat.." (duduk di samping Xa'an)


"(Xa'an dan Lycia Saling bersandar)"


Lycia : "Hehe jadi ke ingat kita pertama kali saling bersandar begini di taman"


Xa'an : "Iyah Waktu itu kamu juga sangat Manis saat disana" (bicara terus terang)


Lycia : "ihh...(malu) "Apasih yang kamu katakan itu...!"


Xa'an : "Hahahaha"


Airin : "Uwaah....Curang Mama bersandar lagi di Papa tanpa Airin"


Lycia : "Hehe Kesinilah Airin bersandar dengan Papa enak loh"


Xa'an : "Tunggu Cia apa yang kamu maksud Dengan Enak itu?"


Lycia : "Ga tau tuh...."


Airin : "Baiklah Airin akan kesana...!" (Sambil berlari dan loncat ke arah Xa'an dan Lycia dengan penuh Gembira)


"( Xa'an, Lycia, Airin Tertawa bareng )"


"Xa'an Algreasia : 8 Tahun"


"Lycia Arthem : 9 Tahun"


"Airin : Tidak diketahui"


SELESAI.......