
"Ahh" Ibunya Bob teriak karena kaget , "Ibu" Sharon membantu membersihkannya .
"Maaf, maafkan putra saya nyonya" Alex segera meminta maaf, dan meminta Raka mengikutinya
"Raka cepat minta maaf"
"Maaf nyonya" , terdengar suara anak kecil yang begitu imut. Ibunya Bob menatapnya dengan sekilas .
"Sudah , sudah tidak apa " Ibunya Bob pergi mencari toilet bersama Sharon . Raka nampak murung karena merasa bersalah.
"Ayo, tidak apa" bujuk Alex , Alex mengajaknya masuk ke toko mainan .
"Sayang ,akhirnya kamu datang juga" Ibu bernafas lega setelah melihat Bob datang .
"Kemarilah , temani Sharon Ibu ada urusan ,pakaian Ibu kotor " Ibu terus berceloteh , dan pergi meninggalkan Bob.
"Ibu" Bob memanggilnya , ia tak memahami sikap Ibu akhir-akhir ini , yang sering meninggalkannya begitu saja bersama Sharon.
Sharon tersipu malu , diam menunggu Bob menyapanya .
Bob sangat enggan melakukan perjodohan ini .
Namun ia tidak tahu bagaimana ia harus bicara, untuk menolaknya.
Para pelayan menunjukkan pilihan terbaiknya , "Silahkan anda pilih modelnya" kata pelayan itu.
Bob melihat pada Sharon , " Pilihlah yang kamu suka"
"Ya , baik" Sharon menjawabnya dengan begitu lembut , meskipun Bob bersikap dingin padanya.
Sharon menunjuk pada sebuah model.
"Aku tidak pernah mengira jika Ibu benar -benar serius merencanakan ini semua " Bob bergumam dalam hati, sembari menatap Sharon.
"Aku tidak menyukainya " , kata itu keluar dari hatinya.
Tak disengaja Renata berjalan melewati toko perhiasan tersebut , dan Bob sekilas melihatnya.
Deg , jantungnya tiba-tiba berhenti , kedua matanya terus mencari ,wanita tadi, wanita yang mirip Nata .
"Maaf saya tinggal sebentar" , Bob segera pergi kearah mana wanita itu pergi .
Dia berjalan dengan cepat , berlari mencari diantara orang -orang yang ada disana ."Dia , tadi dia" , Bob melupakan apa yang wanita tadi kenakan . Ia masih penasaran apakah itu Nata. Sayang Bob tidak menemukannya "Cepat sekali" keluhnya .
Alex memanggil Nata , ia menelponnya.
"Hallo" ,tiba -tiba Bob mendengar suaranya dari arah belakangnya , Bob pun segera berbalik, menoleh kearah suara itu ,dan "HHhhh hhh" suara nafas Bob yang masih berderu karena berlarian mencarinya .
"Nata" Bob menyebut namanya , dan mendekapnya .
Renata sangat terkejut, mengapa bisa kebetulan bertemu Bob.
"Hallo Nata" Alex masih memanggilnya ditelpon.
Nata terdiam , ada yang ia pikirkan . Ia pun segera mendorong Bob dari pelukannya.
"Maaf saya tidak mengenal anda"
Bob yang terisak , tidak memahami apa yang telah terjadi , ia pun berpikir apakah ini benar Nata, atau ilusi ? .
"Nata" Bob menyebut namanya sekali lagi .
Renata masih bingung menyikapinya . Namun ia harus tahu dulu , alasan mengapa ia dengan mudahnya disingkirkan dan dilupakan . Apa kesalahannya hingga ada orang yang ingin mencelakainya . Renata khawatir Raka akan terbawa celaka seperti dirinya . Hanya bernaung disamping Alex lah, ia bisa aman hingga sekarang .
"Apakah ini nyata ?" Bob bertanya pada Nata juga dirinya sendiri.
Renata , tidak perduli dan mengacuhkannya .
"Tunggu" Bob menghentikan langkah nya , Nata diam, tidak berpaling, ia terus berjalan berpura-pura tidak tahu apapun . Bob sangat kecewa .
"Mama" tiba-tiba Raka memanggilnya , ia berdiri bersama Alex . Bob melihat kearah suara itu ,yang memanggilnya.
Renata terkejut, melihat Alex dan Raka yang memanggilnya , Raka melambaikan tangannya pada Nata.
Bob segera berdiri setelah terduduk bersimpuh . Bob ia melihat Alex , "Itu Alex, mengapa ada dia?"
Jleb , seperti ada yang menusuk jantungnya .
Tap tap tap , Bob dengan cepat menarik lengan Nata, "Ahhh" Renata sangat terkejut .
"Hhhhah" Bob bernafas sangat panjang, dan terengah- engah . Bob menunjukkan tatapan marah nya . Ia arahkan juga pada Alex . Kedua mata Alex terbelalak melihatnya , ia tak menduga baru saja ia tinggal beberapa hari di negara S, ia sudah bertemu Bob.
"Akhirnya ,aku menemukanmu".
Beberapa orang melihatnya , "Apa yang terjadi , apa yang terjadi" riuh mereka penasaran.
Raka yang marah melihat Mamanya dikasari orang asing . Ia pun berteriak " Mama" berlari pada Nata , dan mendorong Bob .
"Jangan ganggu Mama" , Raka bocah kecil itu berlagak ,menantang ayah kandungnya .
Bob tercengang, "Siapa anak laki-laki ini"
Renata tidak ingin Bob segera menyadari nya , ia pun segera menangkap Raka dan membawanya pergi . Bob berusaha mencegahnya. Dan Alex merasa ia tidak bisa berdiam diri saja .Ia pun mencegah Bob , melindungi Nata dan Raka, menghalangi nya.
Bob sangat marah, dan muak melihat Alex . Ia pun meninju wajahnya .
"Aah" semua orang teriak , terkejut melihatnya . Orang yang dikenal hebat dalam dunia bisnis bertengkar disebuah mall.
Petugas keamanan nampak berlari , hendak melerai mereka. Bob dan Alex pun dilerai .
"Kita bisa selesaikan baik-baik ,silahkan ikuti kami" Bob yang sangat marah , menatap pada Nata.
"Aku hanya butuh penjelasan darinya" ,matanya terus tertuju pada Nata , petugas keamanan itu tak dapat berbuat banyak . Bob pun kesal dan pergi , sembari berbisik pada Alex saat berjalan melewatinya ,
"Ini belum selesai , aku akan mencari mu nanti".
Bob pun pergi , namun ia tak berhenti menatap dengan marah pada Nata.
Sharon yang masih ditoko perhiasan, nampak kebingungan , ia masih menunggu Bob. ia tidak tahu apa pun, yang baru saja terjadi .
Dua orang masuk ke toko perhiasan tersebut , mereka berbisik membicarakan apa yang baru saja terjadi , terdengar mereka membicarakan cinta segitiga dan perselingkuhan .
Bob pun masuk ke toko tersebut , setelah mereka. Dan menarik lengan Sharon tanpa berkata -kata . Sharon merasa heran dengan sikap Bob yang tiba-tiba menariknya, ia begitu kasar gumamnya dalam hati.
Kedua orang itu yakin , bahwa Bob orang yang mereka lihat tadi ,mereka pun lanjut membicarakannya .
Sharon yang lembut , dia tidak melawan , maupun bertanya , ia hanya menurut dan mengikuti Bob.
Bob berhenti setelah diparkiran ,tepat dihadapan mobilnya . Nafasnya masih terengah-engah .
"Sharon" Bob memanggilnya
"Ya"
"Apakah kamu yakin ingin menikah denganku?" tanyanya.
Sharon sangat malu, hingga tak mampu menatapnya , namun ia menganggukan kepalanya .
Bob menghela nafas , dan melihatnya.
"Meskipun aku tidak akan membahagiakanmu?" tanyanya .
Sharon lemas mendengarnya
"Apa maksudmu?" tanya Sharon ,
"Bagaimana jika aku tidak menikahimu"
Sharon terdiam , menunduk dia sangat sedih . Melihat reaksi itu , Bob tidak tega.
"Ayo masuk, aku akan mengantarmu pulang" ,Bob tidak ingin melanjutkan pembicaraannya lagi , tidak ingin menyakiti Sharon lagi.
Saat mengemudikan mobilnya, Bob tak berhenti memikirkan Nata, kejadian tadi , Alex dan anak laki-laki yang memanggil Mama pada Nata .
Setelah lama larut dalam lamunannya, Bob pun menduga dan menyadari jika Raka adalah putranya . Ia yakin itu . Dengan cepat Bob mengantar Sharon.
Setibanya didepan rumah Sharon , Bob segera pergi sebelumnya ia pamit terlebih dahulu pada Sharon.
"Alex aku harus mencarinya", Bob menelpon Al mengabari jika ia bertemu Alex dan Nata.
Al terkejut mendengarnya, Bob meminta bantuan Al untuk mencari tahu dimana Alex sekarang tinggal .
Setelah beberapa lama menunggu , AL memberitahu jika Alex tinggal di Apartemen baru miliknya ditengah kota. Bob segera pergi kesana untuk mencarinya .