
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sean tidak bisa berkata-kata pada Rachel sekarang, Dave baru saja sadar ketika Rachel memegang tangan Dave. Sekarang pun masih, walaupun masih setengah sadar Dave masih memegang tangan Rachel. Lyin yang melihatnya menjadi panas namun itu untuk sesaat saja karena Lyin sangat senang Dave kembali sadar.
Dave diperiksa oleh dokter Kevin, dokter Kevin pun membiarkan Rachel menggenggam tangan Dave karena memang dokter Kevin mengetahui ada sameting antara mereka berdua.
“bagaimana sekarang keadaan Dave?” tanya Sean setelah dokter Kevin telah selesai memeriksa.
“Dave sudah baik-baik saja, syukurlah Dave segara bangun dari komanya dan melewati masa kritisnya sekarang tidak ada lagi yang mengkhawatirkan” jawab dokter Kevin membuat semua yang berada didalam ruangan menghela nafas lega.
“kau! Kau letakan kemana otakmu hah! Masih mau hidup atau bagaimana? Sudah aku katakan jangan transaksi terlebih dahulu, beginikan jadinya! Dasar keras kepala!” ujar Sean meledak membuat Dave mengerutkan kening mulusnya.
“aku kenapa? Transaksi apa? Bukankah kau baru saja menikah kemarin?” tanya Dave membuat Sean menatap tajam dokter Kevin.
“Dave, bisa dengar suaraku?”
“tentu saja dokter Kevin”
“kau kenal aku?”
“hm”
“siapa?” tanya dokter Kevin membuat Dave memutar bola matanya dengan malas.
“dokter Keluarga pamannya Lyin, puas”
“sebutkan siapa nama-nama orang yang ada diruangan ini” ujar Dokter Kevin membuat Dave menunjuk malas orang-orang disekelilingnya.
“Sean, disebalhnya bu bos Andrea, Lyin, dan dokter Kevin”
“Rachel?” tanya dokter Kevin membuat Dave menggelengkan kepalanya.
“itulah yang ingin aku tanyakan siapa wanita ini?” tanya Dave membuat semua mengerutkan kening mereka. Apa yang sebenarnya terjadi.
Siapa wanita ini?
Rachel tersenyum kecut, sepertinya Dave kehilangan ingatan dan hanya menghilangkan ingatan tentang dirinya saja. Wajar saja, Rachel pantas mendapatkan itu semua.
“kejadian yang kau ingat?”
“empat hari yang lalu Lyin mengungkapkan perasaannya padaku” jawab Dave membuat Lyin mendapat tatapan dari semua orang.
“lalu?”
“aku belum menjawab karena banyak pekerjaan,”
“baiklah, sekarang ceritakan semua ingatan yang kau miliki” pinta Dokter Kevin membuat Dave langsung menceritakan semua hidupnya mulai dari awal hingga kejadian Lyin mengungkapkan perasaan kepadanya. Anehnya dari semua cerita Dave ada yang hilang yaitu Rachel, Dave sama sekali tidak menyebut nama Rachel.
“kau benar tidak ingat dia?” tanya Sean membuat Dave menggelengkan kepalanya.
“hm”
“uang tabunganmu yang kau habiskan kau juga lupa?” tanya Sean lagi membuat kening Dave mengerut.
“uang tabunganku habis? Jangan bercanda bos, untuk apa aku habiskan jika dengan susah payah aku menabungnya untuk masa depan” jawab Dave lagi.
Sedangkan sekarang Rachel sudah menangis, ya iyalah Rachel menangis dari semua cerita Dave tadi tidak ada namanya sama sekali, bahkan jika pun ada kejadian yang Rachel ingat Dave hanya menyebutkan dirinya sendiri tanpa adanya Rachel.
“kau benar tidak ingat?” tanya Sean lagi membuat Dave lagi-lagi menganggukan kepalanya.
“iya bos, memang nya siapa Rachel itu?” jawab Dave membuat Sean langsung menggelengkan kepalanya.
“bukan siapa-siapa”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,