
Vincent melepaskan pelukannya pada sang istri dengan perasaan yang sangat kecewa. Hasratnya yang sudah sampai di ubun-ubun kini harus ditelan dengan sangat pahit. Ia langsung terduduk di sebuah kursi yang ada di dalam kamar itu dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
"Mas, maafkan aku," ucap Lusy dengan suara lirih.
"Tapi aku sedang butuh pembalut saat ini. Apa aku harus keluar kamar dan pergi ke warung dengan pakaian seperti ini?"
Lalu...