TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 49


Keiina kembali ke rumah dengan tergesa-gesa, setelah mendengar cerita dari Anhar soal Riska yang bertemu dengan Adelia, membuat Keiina mengkhawatirkan sang Ibu.


"Mama..." Keiina berhambur memeluk Adelia.


Adelia tersenyum dan membalas pelukan Keiina.


"Sudah pulang?" Tanya Adelia dengan lembut penuh kasih sayang.


Keiina melerai pelukannya, "Keii merindukan Mama." Ucapnya dengan tatapan sendu. Keiina sungguh takut jika Riska menyakiti Adelia. Keiina tidak ingin melihat Adelia menangis karena perbuatan dua orang yang telah melukainya.


"Hei, kamu kenapa Keii?" Tanya Adelia yang melihat jika Keiina tengah tidak baik baik saja.


Keiina menggelengkan kepalanya, "Keii cuma takut kehilangan Mama."


Adelia membawa Keiina untuk duduk di kursi taman belakang. "Kenapa bisa takut? Mama di sini bersamamu dan Kak Kai. Mama gak kemana mana."


Keiina menghela nafas, "Mama janji ya jangan kemana mana, temani Keii terus di sini."


Adelia merapihkan anak rambut Keiina ke belakang telinganya. "Keii, Mama akan slalu ada di sini bersamamu dan Kak Kai. Tapi ada masanya baik Kak Kai dan kamu juga harus memikirkan kehidupan masa depan. Mama ingin sekali melihat Kak Kai menikah, dan Mama juga ingin sekali melihat kamu menikah." Ucap Adelia.


"Kak Kai pasti akan menikah jika sudah bertemu wanita yang tepat, Ma.. Tapi tidak denganku. Aku tidak pernah mau memikirkan pernikahan." Balas Keiina.


Adelia menggenggam erat tangan Keiina, "Tidak semua pria sejahat Papamu, Keii. Mama lihat, dokter Ryu sangat baik."


Keiina menggelengkan kepalanya, "Engga, Ma. Keiina gak mau menikah, Keiina gak mau berkomitmen dengan siapapun."


"Mama sedih melihatmu seperti ini, Keii." Ucap Adelia dan meneteskan air mata.


"Ma..."


"Mama tidak mau kamu seperti itu, Keii. Tidak semua pria seperti Papamu, mengertilah Keii. Jangan begini, Keii.." Adelia menangis dan menutup wajahnya.


Keiina pun ikut menangis, ia sendiri juga tidak bisa menghentikan tangisan Adelia, kejadian menyedihkan itu terlihat oleh Mutia dan Nina. Membuat hati Mutia teriris karena perbuatan Anhar, melukai banyak orang.


Mutia segera ke kamarnya dan menelpon Kaisar agar segera pulang.


Di apartemen Audrey, Kaisar yang juga sedang mengerjakan pekerjaannya bersama Audrey begitu panik saat mendapatkan telpon dari Mutia dan menceritakan sekilas tentang Ibu dan adiknya itu.


Kaisar segera bersiap untuk pulang.


"Aku pulang dulu." Pamit Kaisar pada Audrey.


Audrey menggenggam tangan Kaisar, "Jangan panik, semua akan baik baik saja. Kamu harus kuat untuk Ibu dan adikmu."


Kaisar menarik Audrey ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Audrey, menghisap aroma tubuh Audrey yang kini menjadi candu untuknya. "Terimakasih." Ucapnya lirih.


Audrey mengusap punggung Kaisar, menyalurkan kekuatan pada kekasih pujaan hatinya itu. "Kabari aku jika kamu sempat."


Setelah berpamitan, Kaisar segera kembali ke rumahnya, Mutia menyambutnya dan segera mengajak Kaisar berbicara di ruang kerja Kaisar.


"Kai, Oma rasa kita perlu membawa Keiina ke psikiater." Kata Mutia memberi saran.


"Apa Mama akan setuju, Oma? Dan bagaimana dengan Keiina, apa Keiina akan mau dan tidak tersinggung?" Tanya Kaisar.


Mutia terdiam setelah mendengar penuturan Kaisar, Keiina memang gadis yang sensitif, memendam semuanya dan tidak banyak bicara, membuat Mutia sendiri sulit menerka sifat Keiina.


"Kai akan bicarakan dulu dengan Mama, Kai juga akan bicarakan ini dengan Ryu. Ryu seorang dokter, meski dokter bedah pasti Ryu tau kondisi psikis Keiina dan akan merekomendasikan dokter yang menurut Ryu bagus." Kata Kaisar kembali.


Kaisar mendekat pada sang Oma, "Jangan khawatir, Oma. Kai yakin jika Keii akan kuat dan hilang rasa takut disakiti oleh seorang pria."


**


Anhar kembali ke rumah keluarga Wiguna dan merasakan kesunyian yang menerpanya. Entah mengapa sedikit demi sedikit rasa penyesalan itu merayapi hatinya hingga menumpuk dan membuatnya sesak.


Anhar terus memikirkan tentang wanita misterius yang berada di rumah Kaisar, apa mungkin Adelia sudah menikah dan memiliki seorang putri? Lalu di mana suaminya jika Adelia ikut tinggal bersama Kaisar? Berbagai spekulasi menguasai pikiran Anhar, rasanya Anhar tidak rela jika memang Adelia sampai menikah lagi.


"Mengapa aku tidak rela?" Gumam Anhar frustasi.


Anhar segera menuju kamarnya di lantai dua, namun matanya terbelalak saat melihat lantai dua yang penuh dengan barang berserakan, pecahan guci dan pajangan yang hancur. Anhar mengepalkan tangannya, ia segera turun kembali untuk menuju kamar yang di tempati oleh Riska.


Brakkk..


Anhar mendorong pintu dengan keras. Riska menatap penuh kebencian pada Anhar.


"Beraninya kau menghancurkan isi rumahku!!" Sentak Anhar.


Riska berdiri dan mendekat pada Anhar. "Aku bahkan bisa membunuh jallaangmu!!"


"Apa maksudmu?" Tanya Anhar tak terima.


"Kau bertemu dengan Adelia lagi kan? Kenapa harus sembunyi sembunyi?" Tanya Riska dengan suara meninggi.


"Aku tidak bertemu dengan Adelia!!" Tegas Anhar.


"Jangan bohong kamu, Mas." Bentak Riska.


Anhar mencapit pipi Riska, "Jangan membentakku!!" Lalu mendorongnya hingga tersungkur di atas sofa.


Anhar mendekati Riska dan jarinya menunjuk ke arah wajahnya, "Jangan memata-matai aku, jika kamu terus menyuruh orang untuk memata-mataiku, aku akan mengusirmu dan anakmu dari rumah ini dan menjadikan kalian gembel."


Riska membeku mendengar hal itu, mengapa Anhar menuduhnya memata-matai dirinya, padahal Riska pun mendapatkan foto foto itu dari nomer tak di kenalnya.


Riska mengacak ngacak rambutnya frustasi, "Argggghhh siaaalaaannn." Teriaknya histeris setelah Anhar meninggalkannya.


Anhar di kejutkan oleh sebuah pesan yang masuk dari Fajar, temannya yang memiliki showroom mobil mewah tempat di mana Keiina bekerja.


"Tuan Anhar, Keiina baru saja mengirimi pesan padaku untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya." -Fajar-


Anhar menghela nafas kemudian mengirim pesan pada Keiina.


"Tuan Fajar bilang kamu mengundurkan diri, ada masalah apa?" -Anhar-


"Besok siang kita bertemu di tempat biasa." -Balas Keiina-


Keiina memang memutuskan untuk menghindari Anhar, Keiina tidak ingin Adelia menjadi sasaran amukan Riska yang salah menganggap jika Anhar kembali rujuk dengan Adelia. Semula Keiina memang ingin menghancurkan rumah tangga Anhar dengan Riska dengan cara membuat Riska tertekan dan cemburu kepada Anhar, namun Riska mencurigai jika wanita yang tengah dekat dengan Anhar adalah Adelia, sungguh ini diluar rencananya. Keiina hanya takut jika Riska berbuat sesuatu yang membahayakan Adelia. Karena dari itu Keiina akan menyelesaikan semuanya.


Reno tengah bertemu dengan seseorang, seseorang yang ia sewa untuk mengikuti Anhar secara diam diam.


"Ini..." Kata orang suruhan Reno sambil memberikan beberapa foto Anhar bersama wanita.


Reno tersenyum smirk saat melihat wanita yang berada dalam foto itu, lalu menyebutkan satu nama "Keiina."


...****************...