Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda

Terjebak Pernikahan Rahasia Di Hari Wisuda
BAB 56


Pagi telah tiba. Tapi Naya masih enggan bangkit karena bagian bawahnya terasa nyeri. Dia meraih ponselnya.


“Hah... udah jam segini. Fath bangun...!!! ” Naya mengguncang tubuh Alfath tapi tidak ada respon.


“Bangun, Ayo mandi. Kita harus ke kampus. ” Alfath tidak membuka matanya sama sekali. Justru tangannya memeluk tubuh Naya.


“Ih, tangannya berat banget sih... ”


“Bangun woy... ” Naya berteriak di telinga Alfath tapi justru pelukannya semakin erat.


“Ssttt...masih pagi udah teriak-teriak aja... ”


“Udah jam berapa ini...!!! ”


“Masih gelap tuh... ”


“Iya gelap, soalnya merem. Coba buka mata, mataharinya udah nongol tuh... ” Alfath hanya tersenyum sambil matanya masih terpejam.


“Jangan marah-marah gitu dong. Kamu entar makin cantik kalau marah-marah... ” Naya menggigit tangan kekar Alfath yang ada di atas tubuhnya.


“Aduh... sakit... ” Alfath langsung membuka matanya seketika.


“Bangun... ” Naya bangkit dari tempat tidurnya dan memunguti pakaiannya sem*lam tapi bagian baw*hnya terasa sangat nyeri.


“Aduh... ” Alfath langsung bangkit karena mendengar Naya meringis kesakitan.


“Nay, sini Aku bantu... ” Naya langsung menutup matanya karena melihat Alfath yang masih dalam keadaan tanpa sehelai benang apapun.


“Biasa aja kali, lagian kan semalam udah tau... ”


“Kamu seharusnya tidak melakukan itu. Hubungan Kita tidak baik. Aku takut jika nanti tiba saatnya Kita berpisah dan Aku dalam keadaan hamil, terus gimana dengan nasib anak itu...? ”


“Itu tidak akan pernah terjadi, Kita tidak akan pernah berpisah, tidak akan pernah cerai. ”


“Fath... ”


“Panggil Mas, sebenarnya semalam Aku kesal denganmu karena kau selalu memanggil namaku saja. ”


“Terus? ”


“Panggil Mas lah, biar makin mesra. Nanti suara Kamu jadi begini, Mas... terus Mas...” Alfath menirukan suara Naya saat berc*nta. Jangan ditanyakan lagi, wajah Naya sudah memerah seperti udang rebus. Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


“Kamu jangan mancing si junior bangkit ya... ” Alfath menarik kedua tangan Naya.


“Nggak usah malu-malu gitu dong... ”


“Bukan soal itu, tapi ini rasanya sangat nyeri. Punyamu terlalu banyak makan sih, makanya gemuk.”


“Itu karena jarang di pakai, kalau udah sering nanti juga biasa kok. ”


“Sering apanya, yang ada malah makin b*ngkak. Nggak bisa jalan. ”


“Aku pernah baca sebuah artikel memang seperti itu, makanya sekarang Kita coba lagi ya...! ” Alfath menaik turunkan alisnya, mencoba merayu Naya.


“Nggak, ingat kuliah... ! ”


“Please, cuma sebentar. Buat sarapan pagi hari ini biar hari kita semakin menyenangkan. ” tangan Alfath sudah mulai meng*ksekusi tubuh Naya. Mengabsen setiap lekuk tubuh yang berkulit mulus. Naya yang awalnya menolak kini sudah mulai men*kmati permainan Alfath.


Tut... tut... ponsel Alfath berbunyi. Mereka berdua menghentikan aksinya sebentar.


“Biarin, palingan juga Herdi. Asisten pribadiku itu sangat cerdas dan cekatan. Saking cekatannya sampai pagi-pagi begini sudah menelepon. ”


“Mph... ” Naya menarik tautan bibirnya karena Alfath semakin buas. Nafasnya hampir habis. Alfath memang bukan pen*gila wan*ta, tapi kemampuan berc*ntanya yang entah belajar darimana selalu saja membuat Naya kewalahan.


“Sebentar... ” Naya menahan gerakan Alfath sebelum Dia memasukkan Juniornya. Alfath terkejut dibuatnya. Karena wajah Naya berubah menjadi panik.


“Ada apa sayang? ”


“Aku ingat tukang ojek yang kemarin mau melecehkanku. Jangan lakukan itu padaku... ” wajah Naya mendadak pias.


“Tidak... tidak... ” Naya menutup telinganya sambil berteriak.


“Naya, dengar baik-baik. Ini Aku Alfath, suamimu. Bukan tukang ojek. ”


“Tapi tukang ojek itu mau menyakitiku... ” sepertinya rasa trauma Naya mendadak muncul di benaknya. Alfath mengerti, Dia memeluk Naya memberikan pelukan hangat.


“Naya, tenang. Tidak ada orang yang berani menyakitimu lagi. Ada Aku. ” setelah Naya kembali tenang. Alfath memulai aksinya kembali. Hingga Dia kembali berhasil menyunti*kan cairan kedalam rah*m Naya. Pagi yang indah, cerah di luar sana. Cerah juga diwajah pengantin baru yang tertunda.


...****************...


Mana nih jempolnya❓😂


Sama jangan lupa kasih bunga sama kopi ya guyss😁