
Hardhan bingung harus berbuat apa melihat alana dengan keadaan seperti itu terus. Bukan tidak mengerti obat apa yang harus diminum alana. Tapi bingung jika harus menyentuh alana terlebih itu adalah istri bawahannya andre..
Littingnya
“Maaf ya,abang enggak bermaksud apa-apa. Abang hanya berniat membantu mu saja alana” kata Hardhan sambil memijat tengkuk alana
Alana memuntahkan segala isi perutnya yang tidak sempat terisi apa-apa dari pagi. Hanya cairan pahit kekuningan yang keluar yang keluar dari kerongkongan. Alana sudah tidak kuat lagi, saat berdiri lagi dan berbalik.. Alana pingsan menubruk Hardhan
“Ya allah dek.. kamu lemah sekali!! Alana bangun dek.. lihat abang!! Hardhan sambil menepuk pipi alana. Alana setengah sadar dan hardhan menggendongnya membawanya kekamar, dia sedikit menghindari sentuhan Hardhan karena tubuhnya sangat lemah.
“Percayalah.. abang tidak akan macam-macam”
“Kamu belum makan?” Tanya hardhan lembut.
“Alana enggak lapar bang!!” Ucap alana sambil menangis dan terisak mengingat suaminya.
“Kamu harus makan. Kasihan anakmu!” Bujuk hardhan.
“Kamu mau makan apa? Biar abang carikan”
Alana tidak menjawab. Pastinya ada rasa sungkan dalam hatinya. Dirinya di perlakukan baik oleh orang yang bahkan baru bertatap muka dengannya hari ini.
“Suka ayam goreng?” Tanya hardhan.
“Apa saja bang”jawab alana
Hardhan keluar dari rumah dan menyetir mobil keluar perumahannya dan disepanjang jalan raya depan perumahannya banyak jualan makanan. Hardhan memesan ayam goreng untuk alana dirumahnya.
Tak lama hardhan melihat mobil andre melintas pelan. Wajah andre begitu gelisah dan kacau, andre membeli sebotol air minum lalu menegaknya sampai habis. Andre bersandar pada jok mobilnya, nampak sekali penuh beban pikiran dalam wajahnya. Hardhan menghampiri Andre.
“Andre!!” Sapa Hardhan
“Eeh.. Kapten Hardhan. Pak hardhan lagi disini juga?” Andre memaksakan senyumnya.
“Emm.., Andre ada yang mau saya bicarakan”
“Maaf pak Hardhan.. saya harus mencari istriku. Saya sedang ada masalah pribadi” tolak Andre
“Sebentar saja ndre.. ini tentang...”
“Maaf kapten, lain kali saja.. saya benar-benar sibuk kali ini” Andre lalu pergi dengan mobilnya. Hardhan tau pikiran Andre kacau saat ini. Tapi dia sangat menyayangkan informasi yang akan dia berikan tentang istrinya.
“Istrimu disini Andre.. dengan diriku” gumam Hardhan.
- -
Andre masuk kedalam rumah. Langkahnya pelan dan kacau. Andre membuka kamar ibunya. Ada Amel yang asik bercanda ria dengan ibunya. Bapaknya sehari-hari tidak begitu banyak terlihat dirumahnya.
“Pulang kamu Amel. Jangan menggangu disini” perintah Andre.
“Sini duduk sama ibu nak. Untuk apa kamu sibuk mencari wanita ganjen itu”
“Wanita itu punya nama bu. Dia Alana.. istri Andre” Andre keuar dan menggebrak pintu kamar dengan keras.
“Apakah ini yang ibu inginkan? Andre enggak tau kemana Alana pergi. Dia sedang mengandung anakku saat ini bu. Jantung kecil itu berdetak. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Alana dan anak Andre. Seumur hidupku.. Andre akan membenci ibu” ucapnya dengan mata tajam dan dingin penuh amarah. Andre memilih keluar dari ibunya dan pergi kerumah neneknya.
- -
Alana makan lama sekali. Dia terlihat sedih biasanya Andre menyuapinya dengan telaten.
Hardhan tidak tega melihat keadaan Alana.dia ingin menghubungi Andre tapi tidak punya nomor teleponnya karena ponselnya baru di reset ulang.
“Maaf kalau abang lancang. Abang tau abang salah. Bolehkah abang menyuapimu?”.