
"Zay... Kau akan menjadi milikku..." Kata Gege membelai paha Zay.
"Oohh... Eemmhhhh.... Gege... Tunggu sebentar.... Jangan..."
Gege mengarahkan benda keras miliknya, ujungnya telah menyentuh lubang sensitif milik Zay.
"Ehmmmhh... Gege..."
Jemari-jemari Zay meremas sprei dan Gege memberikan rangsangan-rangsangan terus menerus agar Zay menikmatinya dan melonggarkan pahanya.
"Aaahh... Annghhh... Gege sakit...." Kata Zay mengerang.
"Sebentar lagi..."
"Tidak... Jangan lakukan... Ku mohon....