
"shena ayolah aku tak pernah mencintainya," bujuk sean yang takut saat melihat shena sudah menyilangkan kedua tangannya.
"kau memikirkannya?"
"tidak," jawab sean cepat.
"kau bohong, pasti kau memikirkannya saat membaca surat itu," tuding shena.
"tidak shena, tak mungkin aku melakukannya. Aku membacanya tapi aku tak memikirkannya, itu tidak berselingkuh bukan? Aku tak mencintainya,"
"iya, tapi karena aku membaca itu. Aku jadi sedikit mengingatnya,"
"wahh kau berselingkuh!"
"tidak shena, lagipula dia sudah mati. Siapa yang membunuhnya? Aku,"
"tapi apa kau juga a...