
Showroom
Di dalam showroom mobil terdapat keributan di bagian mobil sport.
" Kata siapa aku tidak membelinya" ucap Hazuri ketika mendengar ucapan seller itu.
" Heh.. dari tampang mu saja kelihatan kalau kau adalah orang miskin, masih berhayal dapat membeli mobil ini " seller itu menghina.
" Hehehe... Nak kau jangan mempermalukan dirimu sendiri,aku sering sekali melihat anak muda seperti mu bicara omong kosong " Ucap pria buncit di sebelah seller itu juga menghinanya.
" Ada apa ini " teriak seseorang.
Mereka semua menoleh melihat orang yang datang, orang itu adalah seorang pria paruh baya.
" Manajer " ucap indah.
Orang itu adalah manajer di showroom ini, ia mendapatkan laporan dari seller lain bahwa ada sedikit keributan di ruang mobil sport. Makanya ia turun ke sana.
" Apa yang terjadi di sini, apakah kau dapat menjelaskan nya?"
Lalu indah menjelaskan semuanya tanpa ada sedikit perubahan, selang beberapa menit manajer itu mengangguk,ia lalu melihat ke arah Hazuri. Pemuda di depannya terlihat biasa saja, Ia sedikit ragu mempercayai nya, tapi sebagai orang yang telah lama di sini ia paham dengan masalah ini, banyak orang kaya yang memakai baju sederhana tanpa alasan yang jelas.
" Tuan, apakah kau serius ingin membeli mobil ini, karena harganya 6,4 milyar " ucapnya
Hazuri mengangguk lalu berkata " benar, kalau tidak percaya kenapa tidak melakukan pembayaran nya dahulu, aku akan membayar cash hari ini " jelasnya, lalu mengeluarkan kartu miliknya.
Manajer itu mengangguk lalu menoleh ke indah " kau ambil mesin gesek untuk melakukan pembayaran nya " ucapnya
Indah pergi mengambil mesin itu, tak berselang lama ia datang membawa mesin itu, manajer lalu menyuruh Hazuri untuk menggesek kan kartunya di mesin itu. Hazuri langsung menggesek nya dan bunyi pembayaran berhasil pun terdengar.
Seller sombong dan pria buncit itu terkejut, karena pemuda yang mereka hina mampu membeli mobil itu, lalu manajer itu menyuruh Indah untuk mengurus berkas berkas mobil itu. Indah pun pergi dengan perasaan senang.
" Tuan, tolong tunggu sebentar untuk mengurus berkas berkas itu " ucap manajer itu senang, karena perkiraan nya memang benar.
" Kau serahkan semua Bonus mobil ini kepadanya, karena ia dari tadi yang melayaniku dengan baik " ucapnya pada manajer.
Manajer mengangguk, bonus itu memang hak seller yang berhasil menjual mobil, tetapi besar nya tergantung dengan mobil yang di jual. Bonus yang di dapatkan 5% dari mobil yang di jual.
Indah yang mendengar itu senang, karena ia mendapat kan Bonus dari penjualan mobil itu, harga mobil itu 6,4 milyar kalau di kurang 5% yang berarti ia mendapat kan 320 juta.
Hazuri pergi dari showroom, sebelum pergi ia melihat muka seller yang menghinanya dengan dingin, lalu segera pergi dari showroom itu. Menaiki mobilnya dan pergi ke villa nya.
...****************...
Di dalam perusahaan ada seseorang wanita yang sedang menyuruh para karyawan di perusahaan itu, perusahaan dulunya yang kosong dan berantakan sekarang terlihat lebih berisi dan bersih, banyak karyawan di dalam nya yang siap bekerja. Ini semua berkat uang yang di berikan Hazuri, yang menyuruh nya untuk melakukan pemulihan perusahaan ini.
" Sekarang semua nya sudah selesai, mulai dari karyawan,dan alat kantor lainnya, sepertinya aku segera menelepon Hazuri untuk mengabarkan ini, karena setelah ini ia bilang ia mempunyai tugas untukku " gumamnya lalu masuk ke dalam kantor miliknya.
...****************...
Hazuri membuka matanya, setelah membeli mobil ia pulang dan segera tidur, melihat jam sudah sore beranjak dari tempat tidur nya lalu membasuh mukanya.
Membuka laptop nya ia sekarang ingin melakukan trade saham lagi untuk menutupi uang yang telah berkurang sehabis membeli mobil untuknya. Uang yang awalnya 8,4 milyar kini sekarang tersisa 3 miliar.
Saat melihat laptopnya ponselnya berbunyi, Hazuri melihat yang menelponnya adalah Alice sekretaris nya, sepertinya perusahaan nya sudah selesai di pulihkan. Ia lalu mengangkatnya
" Ada apa Alice, apakah perusahaan itu sudah selesai " tanya Hazuri
Alice yang di sana lalu berkata " Perusahaan nya sudah selesai, apakah ada tugas lain nya lagi?" Tanyanya
" Baiklah, kau tunggu saja telepon dari ku nanti " ujar Hazuri, lalu mematikannya.
Alice yang di matikan ponsel nya mendengus kesal " hmp, selalu saja di matikan, aku ingin mengobrol dengan nya " ucapnya kesal lalu berbaring di kasur nya lalu tertidur karena marah.
Bersambung.....