Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pertemuan hana dengan Nanda part 2


Hana memesan makanan sangat banyak di hotel tersebut.


Nanda merasa air liurnya akan menetas melihat semua makanan mahal disana.


" Ayo makan " Hana tersenyum meraih jus buah mangga di meja .


Dia merasa tenggorokan keringnya kembali segar setelah menghabiskan satu gelas jus tersebut.


" Nona kau tidak terlihat baik" Nanda ikut menyedot segelas jus yang dipesan Hana untuknya.


" Siapa yang akan baik baik saja jika suamiku mengusirku " Hana menghela nafas panjang mengembuskan kasar sambil membuang wajah ke arah lain .


" Apa benar tuan mengusir mu?" Tanya Nanda ragu


" Dia bersikap dingin padaku setelah tahu kejadian saat di toko " Hana memasukan makanan ke mulutnya, perutnya mulai terasa perih seharian dia tidak makan dengan benar.


" Kau tidak salah nona .Aku saksinya " Nanda mengangkat tangannya diudara .


" haha " Hana tertawa melihat tingkah Nanda dihadapannya. " Suamiku tidak percaya,dia lebih percaya kepada foto yang dia terima dari pria itu ".


" Hah ! benar-benar gila laki-laki itu " Nanda mengumpat kesal.


Hana menatap nya heran


" Maaf nona aku keceplosan" Tersenyum dan kembali menikmati makana dipiring nya.


" Tidak masalah " Hana tersenyum.


Setelah mereka berdua makan Nanda pamit untuk pulang .Hana masuk ke dalam kamarnya setelah Nanda bilang akan menunggunya masuk terlebih dahulu.


" Aku harus menemui tuan Robi " Tekadnya bulat tapi dia mendesah bahkan no ponselnya pun dia tidak tahu .


" Bukannya dia pemilik perusahaan Alaska kan ?" Nanda mengetikan nama perusahaan di pencarian.


Dan dia pergi menemui sahabatnya yang pernah melamar pekerjaan disana untuk menanyakan alamat jelas perusahaan tersebut.


* * *


Hana panik


Hana menelfon Galuh dari ponsel Tika yang dia pinjam.


" Nona kita mau kemana ?" Tika ikut berkemas melihat Hana berkemas.


" Aku harus pulang tik,ayahku sakit " Hana buru² merapihkan semua barangnya.


" Lalu tuan?" Tanya Tika


" Mungkin dia akan menggugat cerai.Dia bahkan tidak mencariku " Hana sedih melihat dan membaca isi pesan percakapan Tika bersama Robi.


" Nona maafkan aku " Tika membungkuk tapi Hana malah memeluknya.


Rambut panjang Hana yang terikat itu tercium sangat wangi oleh Tika.Tika mengusap usap punggung Hana untuk membuatnya tenang...


" Aku ada disini nona.Jangan menangis ayo kita pergi aku sudah memesan taksi " Tika meraih kedua tas itu dan mengajak Hana keluar dari hotel.


* * *


" Apa nona masih ada dihotel ?" Tanya Rey pada Nanda


" Mungkin saja tuan ,kita kesana saja dulu ." Nanda menyarankan dan Rey bergegas melajukan kendaraan ke hotel .


Cakra terus menyebar anak buahnya ke beberapa titik di daerahnya.


" Halo ?" Cakra menelfon Robi.


" Nona belum kami temukan tuan !"


" Terus sebar semua pengawal.Jika tiba2 dia pulang itu lebih baik " Cakra mematikan panggilan nya pada Robi.


Rey melirik Cakra dari kaca spion.


HOTEL BINTANG LIMA


Cakra turun bergegas menuju ke dalam hotel .Rey berusaha menanyakan pada pihak hotel untuk memberikan kunci kamar yang ditinggali Hana.


" Kau tidak tahu siapa dia ?" Rey melirik Cakra yang berdiri khawatir


" Ma-af tuan " Karyawan hotel tersebut ketakutan Rey terus meneriakinya tanpa henti


Cakra menelfon pemilik hotel tersebut.


" Karyawan mu tidak mengijinkan ku masuk" Teriak Cakra mendekati karyawan hotel yang gemetar menatapnya.


" Apa tuan? mungkin mereka canggung berada di hadapan mu " Lirih suara pria menyahut perkataan Cakra dia adalah Indra pemilik hotel sekaligus rekan bisnis Cakra


" Berikan padanya" Cakra memberikan ponsel kepada Rey .Rey memberikan ponsel itu ke pada karyawan hotel,mereka langsung mendekatkan telfon ditelinga nya.


" oh iya tuan maafkan saya " Tidak lama panggilan terputus.


Dua karyawan hotel memberikan kunci kamar Hana kepada Rey.


Mereka bergegas menuju kamar dimana Hana berada.


" Semoga dia ada disana " Lirih Cakra berharap dua bisa bertemu Hana secepatnya dan meminta maaf.


Rey masuk dan memeriksa di ikuti Nanda membantunya.


" Nona " Teriak Nanda masuk ke kamar mandi.


Tempat itu sudah kosong ,tempat tidur yang masih berantakan dan juga handuk basah disofa .


" Bersama siapa dia disini " Cakra meraih handuk kecil tersebut melempar nya ke lantai kasar.


" Nona mungkin bersama temannya tuan " Rey berusaha menenangkan Cakra agar berhenti membanting semua barang disana.


Nanda mundur dia merasa salah ikut bersama kedua pria itu.