
Mobil yang di kendarai Zela dan Brayen melaju dengan kecepatan sedang. Seperti permintaan Zela tadi jika Brayen mengantarkannya ke Kampus. Tadi ketika mereka akan berangkat Arshaka terus menangis ingin ikut, alhasil sekarang ini Arshaka ikut bersama Daddy nya untuk mengantarkan Mommy nya.
Mau tidak mau jika sudah mempunyai anak memang anaklah prioritas utama, meskipun sesibuk apapun kegiatan mereka.
" Mumy yoti." Ucap Arshaka yang kini sedang berada di pangkuan Zela.
" Sebentar ya sayang." Jawab Zela seraya membuka dus kecil yang berisi roti khusus untuk Arshaka.
Lalu mengambilnya untuk Arsha, bayi tampan itu sudah bisa memakan makanannya sendiri, dia juga sangat menyukai roti dan cemilan yang berasa asin, tetapi tetap nafsu makannya tidak berkurang sama sekali, sehingga membuat Arshaka tampak terlihat tampan dan sedikit gendut memang.
" Daddy minta sayang." Uap Brayen sengaja menggoda anaknya.
" No.' Jawab Arshaka cepat yang sukses membuat Zela tertawa.
Sedangkan Brayen menggelengkan kepalanya dengan tingkah bayi tampannya yang begitu memusuhinya.
" Kok gitu sama Daddy?." Tanya Brayen yang tidak mendapat jawaban dari Arshaka, karena bayi tampan itu sedang sibuk dengan roti yang berada di tangannya.
Tapi memang begitu Arshaka, seperti tidak menyukai Daddy nya yang sebenarnya begitu banyak di kagumi banyak wanita di luaran sana.
" Anak Mommy nggak boleh gitu dong sama Daddy, Arshaka nggak boleh galak-galak ya sama Daddy." Jelas Zela yang membuat bayi tampan itu menghentikan makannya dan menatap Zela, lalu Arshaka tertawa menampilkan gigi rapihnya yang masih terlihat kecil-kecil dan rapih.
Sontak saja wajah menggemaskan Arsha membuat Zela langsung memberikan ciumannya di pipi dan bibir bayi tampan itu.
Brayen melirik sekilas kegiatan Ibu dan anak yang berada di sisinya, dia tersenyum begitu tampan, Brayen begitu bahagia mempunya Azela dan baby Arshaka yang membuat hidupnya begitu sempurna.
Sampailah mobil mewah Brayen memasuki pelataran Kampus. Bahkan Brayen tidak mengantar Zela di depan gerbang saja. Tetapi sengaja masuk ke parkiran Kampus.
Melihat mobil mewah Brayen, membuat semua mahasiswa dan mahasiswi menatap ke arah mobilnya, mereka ingin tahu siapa yang mempunyai mobil mewah keluaran terbaru itu. Bahkan di Indonesia baru beberapa orang yang mempunyai mobil mewah itu.
" Mahasiswa baru kayaknya." Ucap salah satu mahasiswi yang sedang memperhatikan mobil mewah Brayen, dan menunggu si pemilik keluar.
" Keren, dia pasti akan jadi idola di kampus kita." Sambung salah satu mahasiswi lagi.
" Mobilnya aja udah keren parah, apa lagi orangnya." Jelas salah satu dari mereka.
" Dia pasti orang tajir." Jawab salah satunya lagi.
Banyak sekali teman-teman kampus Zela yang masih berdiri di parkiran. Mereka sengaja menunggu si pemilik mobil mewah itu keluar.
Bahkan ada beberapa mahasiswi yang sudah berkeinginan untuk mendekati si pemilik mobil. Jelas karena mereka tahu si pemilik mobil mewah itu bukan orang sembarangan.
Tidak lama munculah sosok lelaki tampan dan tinggi yang keluar dari dalam mobil mewahnya. Brayen si pemilik mobil mewah dan yang menjadi idola banyak wanita, tidak hanya di kampusnya saja. Tetapi juga di Kampus istrinya itu membawa sejuta pesona yang dia miliki. Tidak ada niatan untuk tebar pesona, tetapi wajah Brayen memang tidak bisa di ragukan lagi, seakan mampu membius semua wanita yang melihatnya tanpa harus melakulan apa-apa.
" Oh shit itu Brayen Zafano." Gumam salah satu mahasiswi dengan pandangan yang tidak lepas dari Brayen.
" Gila, Gue berasa mimpi dia ke kampus kita." Jawab salah satu dari mereka.
" Ferguso... Ganteng parah, gila ternyata aslinya ganteng banget anjimmmm..." Ucap salah satu mahasiswi sampai menggelengkan kepalanya melihat wajah tampan Brayen yang baru pertama kali di lihatnya secara langsung.
Dia paling cantik dan paling peracaya diri memang di antara yang lainnya.
Sampai seseorang kembali keluar dari dalam mobil Brayen yang membuat mereka semua terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di lihat.
Zela keluar dari dalam mobil Brayen dengan menggendong Arshaka, bayi yang terlihat sangat tampan dan menggemaskan itu membuat semua mahasiswa dan mahasiswi semakin yakin jika kabar tentang Brayen yang sudah menikahi gadis SMA dulu itu bukanlah hoax, tapi memang benar adanya.
Tetapi mereka tidak percaya jika teman Kampus merekalah yang menjadi istri dari Brayen Zafano. Padahal jelas mereka sering memuji Brayen di depan Zela atau istrinya.
" Mornin**g suamki kecilku." Sapa Vani yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Oty Ani." Jawab Arshaka seraya meminta di gendong oleh Vani.
Dengan senang hati Vani mengambil alih untuk menggendong bayi tampan itu.
" Jadi ini kejutan yang Lo maksud?." Tanya Seli yang di jawab Zela dengan senyuman manisnya.
" Lo tahu nggak mereka shok lihat Lo sama Kak Ray?." Tanya Seli lagi kepada Zela.
" Emang itu tujuan Gue." Jawab Zela membuat Seli menggelengkan kepalanya.
" Cemburuan Lo." Bisik Seli mencibir Zela.
" Resiko punya suami ganteng Cecel." Jawab Zela seraya tersenyum.
Seli terdiam, tetapi kemudian mengangguk seraya menepuk keningnya sendiri, apa yang di katakan oleh Zela memanglah benar, jika dirinya mempunyai suami seganteng Brayen yang menjadi idola banyak wanita juga dia akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Zela lakulan saat ini.
Meskipun Dimas juga sangatlah tampan, tetapi dia tidak sampai di gilai banyak wanita seperti Brayen, dan Seli bersyukur atas itu, dia tidak harus menahan kesal karena terus di buat cemburu dengan fans-fans suaminya, seperti Zela yang di buat cemburu oleh fans Brayen.
" Ayo yang." Ajak Brayen kepada Zela untuk mengantarkannya masuk ke kelas Zela.
Zela mengangguk seraya tersenyum manis ke arah Brayen, bahkan tangannya menggandeng Brayen dengan manja, dan Zela sengaja melakukan itu untuk membuat cewek-cewek yang sekarang masih menatap suaminya itu sadar, jika seseorang yang mereka sukai dan begitu gilai itu sudah memiliki istri dan seorang anak.
Mereka berjalan menuju ke kelas. Sepanjang perjalanan menuju kelas tidak hentinya mereka mendapat tatapan dari para mahasiswa dan mahasiswi yang kagum dan juga iri.
" Perfect family." Ucap salah satu mahasiswa dengan kaca mata besar yang di pakainya.
" Wuhhh..." Jawab teman-temannya.
Sampai akhirnya munculah salah satu mahasiswi yang memberanikan diri untuk menghalangi jalan mereka.
Mahasiswi manis itu sengaja menghadang Zela, Brayen dan yang lainnya di depan mereka.
" Stop." Ucap mahasiswi itu seraya memejamkan matanya.
Dia begitu takut, tetapi ini kesempatan untuk dirinya di saat melihat Brayen secara langsung.
Zela, Brayen, Seli dan juga Vani yang sedang menggendong baby Arsha menghentikan langkahnya, mereka saling pandang bingung dengan apa yang di lakukan oleh salah satu mahasiswi di depan mereka itu.