
"Suka Mas Rioo.....?!" Naya menghentikan kata-katanya.
Naya menghentikan kata-katanya, kali ini dia tidak habis pikir kalau suaminya ini bertanya hal seperti ini.
"Iya kamu menyukai Rio?" tanya Raka, kali ini lebih tegas.
Naya menghela nafas kesal, dasar suaminya ini ada-ada saja pertanyaannya. Bagaimana Naya menyukai Rio? Yang jelas-jelas Rio itu adalah musuh buat Raka. Tidak mungkin Naya akan segila itu, apalagi hidupnya sudah sangat bahagia dengan Raka selama ini.
"Mas, tidak mungkin aku menyukai Mas Rio. Pertanyaan kamu ini buat aku pusing," jawab Naya terlihat kesal di benak wajah Naya.
Raka tersenyum, lalu dengan bahagia Raka langsung mencium tangan Naya berulang kali seperti habis menang lotre.
"Jangan seperti Elina ya sayang, kamu adalah istri kesayangannya mas." Kata Raka di sela-sela kegiatannya, Naya mengangguk pelan.
Terserah Raka sajalah, Raka memang selalu benar, cemburu berlebihan juga buat Naya itu bukan hal yang harus Naya permasalahankan karena memang ini adalah penyakit suaminya yang super cemburuan sekali.
"Mas, sepertinya kamu harus minum obat deh! Aku rasa otak kamu juga harus segera di periksakan," oceh Naya sambil geleng-geleng kepala.
"Kamu sedang sakit, bagaimana cara mas minum obatnya? Tidak mungkinkan kita.." otak Raka malah traveling penuh dengan kemesuman. Kini Raka malah sibuk dengan bayangan ngeres yang ada di otaknya.
"Hadeh, terserah kamu sajalah mas! Aku mau tidur, biar cepat pulih dan pulang dari rumah sakit." Naya memilih memejamkan matanya, daripada menuruti suaminya yang semakin menggila.
Raka tersenyum mesum, membuat Naya buru-buru memejamkan matanya. "Untung saja aku sedang terbaring lemah, mungkin jika aku sedang sehat pasti Mas Raka sudah membuat aku acak-acakan tidak jelas," batin Naya dalam hatinya.
*****
Setelah beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Naya di bawah pulang ke rumah. Raka juga merasa sangat lega, karena istri dan calon anaknya baik-baik saja.
Hanya saja Raka kali ini lebih posesif pada Naya, bahkan Raka tidak memperbolehkan Naya masak, Raka malah sering menyuruh Naya untuk diam di atas ranjang dan kalau butuh apa-apa dengan siap siaga Raka langsung mengambilkan untuk Naya.
Padahal Naya sangat jenuh dan bosan, tapi suaminya ini suka sekali berlebihan.
"Mas...."
Mendengar suara lembut Naya, Raka yang sedang berbaring di atas sofa buru-buru menghampiri Naya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Kenapa sayang?"
"Aku sudah sembuh, aku mau masak, sungguh aku tidak betah jika harus berbaring terus di atas kasur."
Naya berusaha meyakinkan suaminya, berharap Raka mau mengerti dan tidak berlebihan seperti saat ini.
"Tapi sayang, Dokter kan menyuruh kamu harus beristirahat!" Kata Raka, dia selalu mendengarkan apa yang di katakan oleh Dokter daripada internet.
"Mas, tapi aku sudah sehat. Aku baik-baik saja, anak kita juga baik-baik saja." Jelas Naya sambil memanyunkan bibirnya.
Raka akhirnya merasa tidak tega dengan istrinya, apalagi setelah pulang dari rumah sakit. Raka terlalu posesif pada Naya, bahkan Raka saja yang memandikan Naya, sungguh kali ini Naya sudah seperti bayi karena apa-apa suaminya yang mengurusnya.
"Baiklah, mas mengalah. Bagaimana kalau kita hari ini jalan-jalan?" tawar Raka dan di anggukin oleh Naya dengan antusias.
Akhirnya untuk menghilangkan rasa jenuh Naya, Raka mengajak Naya berjalan-jalan ke suatu tempat.
Sesampainya di tempat itu, Naya tersenyum senang karena akhirnya bisa menghirup udara segar diluar rumah.
"Akhirnya, aku bebas!" Kata Naya, membuat Raka tersenyum senang.
Mereka menghabiskan waktu berdua di tempat itu, iya mereka pergi ke sebuah danau dan kini mereka sedang menikmati es krim berdua di bawah pohon yang begitu rindang.
"Indah ya mas danaunya."
"Seperti wajah kamu mas."
"Apa sih mas? Oh iya mas, anak kita kira-kira laki-laki atau perempuan?"
Raka terdiam, dia sedang membayangkan jika anaknya laki-laki maka akan setampan dirinya dan jika perempuan maka akan secantik Naya yang tidak lain adalah istrinya.
"Laki-laki atau perempuan yang penting sehat sayang."
Betapa bahagianya Naya, dia langsung memeluk suaminya dengan erat. Dan mengecup bibir Raka dengan lembut, dasar Naya ini sudah mulai nakal dengan suaminya, bagaimana jika t*ngkat sakti Raka bangun? Pasti itu akan menjadi masalah besar untuk Raka.
Apalagi sedang tidak di rumah, bisa-bisa Raka meronta-ronta tidak tahan.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 😊