Spirit Yang Tersakiti

Spirit Yang Tersakiti
Cp 6


Saat mereka sedang beradu pedang,tiba tiba terdengar suara perempuan yang ceria sedang memanggil Shiro. (bukan pedang yang ada di ************ ya)


" Shiro lihat ak--- " Sebelum suara perempuan itu selesai tubuh nya sudah hancur berkeping-keping.


Kuro yang melihat Shiro bereaksi ketika dia menebas Rioka, membuat seringai an kejam.


" Lihat bagaimana aku membunuh orang yang kau sayang ngi "


Ejek Kuro.


Tapi Shiro tidak bereaksi, Shiro hanya memandang kosong ke tempat Rioka yang hancur.


" Kenapa kau tidak menjawab.... Apa kau sebegitu takut kepadaku " Lagi lagi Shiro tidak menjawab.


Karna kesal Orang di depan nya tidak bereaksi,Kuro langsung menyerang Shiro dengan pedang hitam nya, dan berniat lansung mengakhiri pertarungan nya.


" RASAKAN INI DASAR SAMPAH " Teiak Kuro sambil mengayunkan pedang nya. Tapi yang membuat Kuro terkejut, Shiro menahan serangan nya.


" Kau begitu yakin bukan " Setelah mengucapkan itu, Shiro langsung melemparkan Kuro beserta pedang nya.


" Kau ingin mengalah kan ku,lihat lah ini apa arti dari kekuatan itu sendiri " Dengan satu teriakan Shiro, aura kegelapan mulai terkumpul menjadi satu di tangan Shiro.


Dengan sekali lempar bola ke gelapan tadi langsung menghancurkan apapun yang di lewati.


Kuro yang melihat bola kegelapan sebesar bola voli,menuju ke arah nya, berniat menahan nya.


" Apa-apaan benda sekecil itu tidak akan bisa membunuh ku "


Ejek Kuro ketika melihat bola energi yang hanya sebesar itu, tapi


Sperti takdir mempermainkan nya,bola energi tadi langsung membesar hingga seukuran planet Neptunus.(mungkin)


Melihat bola energi yang sangat besar mengarah kepada nya, Kuro dengan panik menghindar..... Dan Bommm, nasi sudah menjadi bubur, Kuro tidak bisa menghindar tapi dia berhasil menahan nya dengan seluruh kekuatan nya.


Di dalam kawah yang sangat dalam,terlihat lelaki berambut hitam tengah berusaha untuk berdiri.


" Masih belum... INI BELUM CUKUP UNTUK MEMBUNUH KU " Teriakan Kuro,sambil berusaha untuk bangkit.


" Wah kau cukup kuat bukan untuk menahan kekuatan ku..... Ku~ro~ " Suara Shiro, terdengar meremehkan Kuro.


Kuro yang melihat diri-Nya diremehkan, sangat marah, tapi apalah daya semua kekuatan dan energi nya habis.


Dan pada akhirnya Kuro, hanya bisa menggertakan gigi.


" Rasakan ini Demon--- " Dengan teriakan Shiro, serangan berbentuk melengkung langsung mengarah kepada Kuro.


.


.


.


.


.


.


Setelah terbunuh nya Kuro, Shiro memutuskan untuk mengubur apa yang tersisa dari mayat Rioka.


Di kuburan yang di buat oleh Shiro untuk mengenang teman nya, Dan yang dapat di kubur dari jasat Rioka hanya beberapa daging dan pakaiannya.


" Kenapa kau bersedih " Tanya orang di belakangnya, ya orang itu adalah Rioka,Tapi sepertinya Shiro tidak menyadari nya.


Tapi jawaban Shiro berbeda dengan yang diharapkan Rioka.


" Pergilah, aku hanya ingin sendiri " Jawab Shiro dengan dingin, tapi malah terdengar menyedihkan.


Karna mendengar Jawaban Shiro yang menyedihkan, Rioka memutuskan untuk meninggalkan nya, walaupun dengan perasaan kesal dan marah.


PoV Rioka


Setelah menyelesaikan membuat tubuh cadangan, aku memutuskan untuk membuat tubuh manusia agar para Pemburu roh tidak mencuri gai ku.


" Ternyata sedikit susah membuat tubuh manusia yang rapuh ini " Dengan semangat aku melihat lihat bagian tubuh ku.


" Sekarang tinggal menanyakan nya kepada Shiro.. Apakah tubuh ini bagus atau tidak " Dengan cepat aku memindahkan Jiwa ku ketubuh manusia ku.


' Itu cukup menyakitkan... Memindahkan jiwa cukup menyakitkan '


Batin ku karna rasa nya memang sakit.


" Tapi dimana Shiro Berada " Aku tidak bisa merasakan kehadiran nya dimanapun, apakah tubuh manusia selemah ini.


" Nahh itu dia... Tapi seperti nya dia sedang sibuk, ya aku hanya menanyakan tubuh ini bagus atau tidak " Setelah merenung beberapa saat aku memutus kan untuk menanyakan nya.


Tapi saat Rioka sampai disana dirinya sudah mendapatkan serangan kejutan, hingga dirinya tidak bisa menghindar.


" Shiro lihat ak--- " Aku ingin memberi nya kejutan tapi kenapa tubuh ku hacur, bahkan aku belum selesai berbicara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Hahh, tubuh yang sudah ku buat selama berjam-jam hancur dengan satu tebasan " Aku menghela nafas karna karya yang ku buat selama berjam-jam hancur dengan sekali tebasan.


" Yaa aku malas datang lagi ketempat tadi... Lebih baik melihat White Queen " Aku terlalu malas untuk mati lagi,jadi aku memutuskan untuk melihat White Queen.


Setelah berjam-jam aku melihat layar aku merasa malas, mungkin mereka sudah berhenti bertarung, aku akan datang dengan tubuh cadangan saja.


Saat aku sampai di situ aku melihat orang yang aku kenali tengah merenungi nasib nya dengan sedih, jadi aku berniat menanyakan nya, tapi apa apaan dengan jawaban nya seperti orangĀ  yang ditinggalkan kekasih nya.


Aku akan membuat nya meminta maaf kepada ku karna telah mengabaikan ku.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-