Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 06 - Kembali Ke Kota Saron


Setelah persiapan selesai, Shin berjalan ke kereta kuda bagian belakang. Dan dia menaiki kereta kuda ini.


Pada saat memasuki gerbong kereta, orang-orang di dalam melihat ke arahnya, orang-orang ini tampaknya adalah warga biasa.


Shin duduk di pojok dekat pintu keluar sambil memeluk pedangnya di dadanya, dia sengaja tidak menyimpan pedangnya di sistem, dan beberapa orang memasuki gerbongnya.


Shin melihat ke langit tampaknya sudah sore, hari ini adalah hari pertamanya datang ke dunia ini, dihari pertama ini juga dia memiliki pengalaman berbeda dari sebelumnya.


Shin menutup matanya, dia memutuskan untuk mencerna pengalamannya hari ini, bertarung dengan monster, di hadang sekelompok geng, dan bertarung dengan bandit. Dia mencerna semua pengalaman bertarungnya.


Tidak lama kemudian, kereta kuda mulai bergerak, perjalanan kembali ke kota Saron bersama karavan tampaknya sedikit lebih lambat dibanding ketika Shin berlari.


beberapa menit setelah Shin menyerap semua pengalaman bertarungnya, seseorang di sampingnya berbicara.


"Apakah kamu yang bernama Shin?" tanya orang itu.


Shin membuka matanya dan melihat ke arah yang berbicara kepadanya, orang yang berbicara adalah seorang pejuang, dari auranya orang ini berada di tingkat Prajurit Menengah.


"Ya, aku adalah Shin, apakah ada sesuatu?" Jawab Shin.


"Tidak ada, hanya saja aku sebelumnya melihatmu pada saat bertarung melawan perampok, penampilanmu sedikit menarik." Jawabnya sambil tersenyum.


Mendengar ini, Shin sedikit mengerutkan alisnya.


Orang yang berbicara dengannya terlihat muda, mungkin usianya tidak kurang dari 20 tahun, dan kekuatannya berada di atasnya.


Melihat ada perubahan di wajah Shin, pria itu berbicara, "Tidak perlu khawatir, aku hanya penasaran saja denganmu, ngomong-ngomong apakah keterampilan 'Sword Moon Art' mu sudah berada di tingkat 3?" Tanya pria itu.


Ketika mendengar ini, Shin melonggarkan alisnya, dan menjawab, "Ya, tepat beberapa saat yang lalu aku meningkatkan keterampilan 'Sword Moon Art' ke tingkat 3." Jawab Shin.


"Jadi begitu, yah, langsung ke intinya saja, aku ingin mengundangmu untuk memasuki geng Harimau Putih, bagaimana?" Tanya Jeff Ingrannus sambil tersenyum.


Shin mendengar kalau orang ini ingin mengundangnya ke geng Harimau Putih, dia sedikit terkejut. Dari kata-kata ini tampaknya identitasnya di geng Harimau Putih sangat tinggi.'


"Mengundangku? Mengapa?" Tanya Shin.


"Tidak ada, hanya saja penampilanmu sebelumnya sedikit menarik, jadi aku ingin mengundangmu," Jawabnya.


"Yah, pertama-tama perkenalkan, namaku Jeff Ingrannus, saya salah satu dari anggota genge Harimau Putih." Lanjut Jeff Ingrannus.


Shin mengangguk dan menjawab, "Namaku, Shin. Untuk bergabung dengan geng aku akan memikirkannya." Jawab Shin.


"Baiklah kalau begitu."


Setelah pembicaraan ini, keduanya diam, hanya orang-orang di sekitar yang berbicara.


Geng Harimau Putih adalah salah satu geng yang bisa di katakan memiliki kekuatan yang cukup besar di timur, dan pandangan orang-orang terhadap geng Harimau Putih ini juga cukup bagus. Geng Harimau Putih memiliki basis/camp di setiap kota bagian timur bahkan pusatnya berada di kerajaan Tesaria.


Shin kembali menutup matanya melanjutkan menyerap pengalaman bertarungnya, walaupun Shin saat ini sedang menyerap pengalamannya, tentu saja dia tidak melupakan sekitarnya, dia menyerap pengalaman sambil menyebarkan kesadarannya.


Setelah beberapa saat kemudian, karavan ini sampai di gerbang kota Saron, dan para penjaga kota memeriksa identitas.


Ketika pemeriksaan penjaga kota sudah selesai, Shin tetap berada di dalam kereta karavan.


'Dang' 'Dang' 'Dang'


Shin mendengar suara ini, dia membuka matanya dan melihat ke langit, cahaya oranye sore hari tampaknya sudah mulai redup, matahari mulai tenggelam, kegelapan di langit dan sekitarnya mulai menutupi dunia.


Suhu udara mulai turun, dan angin yang dirasakan oleh Shin merasa bahwa dia masih tidak percaya bahwa semua yang dia alaminya hari ini itu adalah kenyataan. Namun, Shin hanya menghela napas panjang dan menerima kenyataan ini.


Pada saat ini, karavan tampaknya sudah sampai tujuan. Shin segera keluar dari kereta kuda.


Melihat pemandangan sekitarnya dia tampaknya berada di plaza pusat kota dan pada saat keluar dari kereta kuda, suara terdengar di telinganya.


Shin segera berjalan ke arahnya.


Setelah melihat bahwa semua orang-orang sudah berkumpul, pemimpin mulai mendistribusikan barang jarahan.


Shin tidak tahu barang-barang apa saja yang dia dapatkan, dia menerima tas penyimpanan dan melihat berbagai senjata di ikat dengan rapih.


Sesudah Shin mendapatkan kontribusinya, dia berbalik dan melanjutkan tujuannya. Namun, pada saat baru berjalan ke arah pasar, dia terhenti karena seseorang menahannya dari belakang. Tangan besar menyentuh pundaknya, jantungnya tiba-tiba sedikit tidak terkontrol dan pada saat berbalik dia melihat pemimpin pejuang menahannya sambil tersenyum. Shin terkejut saat ini.


"Hey Shin, Aku lupa memperkenalkan diriku sebelumnya, namaku adalah Bard Roswell, panggil saja Bard." Ucap Bard, ternyata orang yang menahannya adalah pemimpin pejuang sebelumnya. Karena sebelumnya dia teledor tidak menyebarkan kesadarannya.


"Uh, Ya." Jawab Shin dengan ekspresi sedikit terkejut di wajahnya.


Melihat ini Bard tertawa dan berbicara, " Hahaha... Shin, apa-apaan dengan ekspresimu itu, aku bukan hantu oke?" Ucapnya sambil tertawa dan nada bercanda.


"Ya, hanya sedikit terkejut saja..." jawab Shin setelah menenangkan dirinya.


"Itu saja, aku masih punya beberapa urusan saat ini, lain kali aku akan mengajakmu untuk minum, juga jangan sampai kamu bertemu hantu yang asli." Kata Bard sambil bercanda.


Shin mendengar ini tertegun, dan lalu menjawab, "Tentu, lain waktu kita akan minum." Jawab Shin sambil tersenyum.


Mengalami ini, Shin menyadari bahwa pengalamannya benar-benar sangat rendah, bagaimana jika orang yang menahannya adalah pembunuh? bukankah buruk bukan?


Segera dia pergi ke arah tujuannya, yaitu pasar.


Ada banyak tempat untuk menjual bahan-bahan monster, Shin dapat menjual bahan-bahan ini di Asosiasi Pemburu, Paviliun, dan toko-toko sedang. Dan karena saat ini Shin memiliki token VIP dari Paviliun Rivacius, tentu saja dia akan pergi kesana, karena dia bisa mendapat untung 10% dari penjualannya.


Sampai di depan Paviliun Rivacius, dia melihat bangunan ini sangat besar. Segera dia memasuki paviliun, pada saat memasuki ruangan, dia melihat dekorasi ruangannya terlihat mahal, dan lantainya pun dari bahan yang berkualitas tinggi.


"Seperti yang di harapkan dari pengusaha kaya." gumam Shin sambil mengangguk.


Shin berjalan menuju arah resepsionis, dan dia melihat pelayan disini adalah wanita, dari penampilan wanita ini terlihat cantik sambil tersenyum melihat ke arah Shin yang terlihat sangat menawan, wanita ini memakai seragam pelayan, seragam ini juga tampaknya sangat cocok dengannya.


Shin terkejut, cantik sekali, ya, cantik, sepertinya kualitas wanita di dunia ini lebih tinggi dari bumi sebelumnya.


"Sial! Yang benar saja! Aku bahkan sudah melihat wanita cantik di bumi, tapi bagaimana dengan wanita yang ada di depannya?" berteriak dalam hatinya.


Wanita itu sepertinya melihat kedatangan Shin, lalu berbicara sambil tersenyum, "Selamat datang di Paviliun Rivacius, apakah ada yang bisa saya bantu?"


Mendengar ini Shin, menjawab, "Aku disini ingin menjual bahan-bahan monster," Shin membuka tas penyimpanannya, dan mengeluarkan bahan-bahan nya.


Pelayan itu menerima semua bahan-bahannya, "Baiklah, kami akan menghitungnya, mohon tunggu." Pelayan itu mulai menghitung.


Tidak lama, setelah menghitung pelayan itu berbicara, "Total semuanya menjadi 13.500 spar rendah, silahkan dihitung."


Sebelum Shin mengambil dia mengeluarkan token emas dan berbicara, "Ngomong-ngomong bisakah aku menggunakan ini?" dia mengulurkan tangannya.


Pelayan melihat ini, dia tampak terkejut, karena pelanggan di depannya yang terlihat biasa-biasa saja memiliki token VIP, segera menyesuaikan dirinya dan bersikap lebih profesional.


Shin melihat ini, dia menggelengkan kepalanya dalam hati.


Setelah memperlihatkan token, pelayan itu tampaknya mengerti, dan mengeluarkan uang tambahan, uang tambahan ini adalah 10% dari fungsi token VIP.


"Tuan, karena anda memiliki token VIP harga jual barang meningkat 10% dan ini adalah total keseluruhan menjadi 14.850 spar rendah, apakah ada hal lainnya yang bisa saya bantu tuan?" Ucap pelayan sambil tersenyum.


Shin mengambil uangnya dan menjawab, "Tidak ada, terima kasih!" jawab Shin sambil tersenyum, dan berbalik keluar dari paviliun.


"Terima kasih sudah bertransaksi disini, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan datang lagi." Ucap pelayan itu sambil membungkuk.


Shin melihat perubahan ini, dia hanya menghela napas. Dan segera pulang ke rumah.