
Bing Hua langsung menghampiri Jiu Wei dan memeluknya dengan erat. Walaupun sikap Jiu Wei sangat ke kanak-kanakan namun Bing Hua tetap menganggapnya sebagai saudari yang baik.
Bing Hua juga khawatir dengan keadaan Jiu Wei belakangan ini karena diantara mereka berempat Jiu Wei lah yang paling ceroboh. Dan Bing Hua takut jika Jiu Wei melakukan hal yang akan membahayakan nyawanya.
"Saudari Jiu kami sangat merindukanmu." perkataan lembut Bing Hua membuat Jiu Wei terharu. Ikatan mereka sangat kuat satu sama lain dan hal tersebutlah yang membuat mereka menerima satu sama lain untuk berbagai.
Jiu Wei juga ikut memeluk Bing Hua serta 9 ekor warna-warninya menghilang secara perlahan.
Beberapa menit kemudian....
"Uhuk! Apa tidak ada pelukan untukku." Yan Liyan yang dari tadi hanya mengamati mulai berbicara karena merasa keberadaanya diabaikan oleh dua kekasihnya itu.
"Liyan Gege Aku juga sangat merindukanmu." Jiu Wei melepaskan pelukannya dan melompat keatas punggung Yan Liyan.
"Ayo kita pergi untuk menemui yang lain!" dengan penuh semangat Jiu Wei mengancungkan tangannya diatas punggung Yan Liyan.
"Um baiklah." Yan Liyan lalu melesat terbang menuju kekaisaran surgawi sebelum para kultivator yang menuju kearah hutan kegelapan berdatangan dan akan membuat urusannya semakin panjang.
Yan Liyan tentu saja dapat merasakan aura mereka setelah ledakan besar terjadi karena pertarungan antara dua naga.
"Apa kau sudah mengetahui semuanya rubah manja?" tanya Yan Liyan dengan sedikit godaan.
"Ya, Aku sudah mengetahuinya, jadi jangan ceritakan apa yang terjadi tadi padaku.
Dan apa-apaan dengan panggilan itu."
"Ada apa? Apa aku salah? kau memang rubah kan? Dan sepertinya rubah ini telah bertambah semakin berat semenjak dia menghilang selama satu bulan.
Kau memakan apa ha?"
"Kau!" Jiu Wei langsung menggigit punggung Yan Liyan namun anehnya Yan Liyan sama sekali tidak meringis kesakitan dengan gigitan gigi taring Jiu Wei.
"Apa kau tahu, jika gigitan seekor rubah tidak akan mempan terhadap kulit seekor naga." Yan Liyan kemudian menambah kecepatan terbangnya.
Sedangkan Bing Hua tersenyum ketika melihat ekspresi kesal Jiu Wei.
"............"
Satu hari kemudian.....
Mereka bertiga telah sampai di ibu kota kekaisaran dan langsung bergegas menuju istan untuk menghadap Biao Qiaolin.
Biao Qiaolin awalnya kecewa ketika mendengar jika kedua adiknya terbunuh selama penculikan karena kejadian yang tidak diduga.
Mata-mata waktu itu juga menceritakan apa yang terjadi kepada Biao Qiaolin dimana munculnya ketua sekte naga hitam yang membuat kejadian tidak sesuai dengan rencana Serta kemunculan seekor naga yang membuat keadaan tidak terkendali.
"Hah.. Baiklah Aku mengerti bagaimanpun semua hal tidak akan selalu berjalan sesuai dengan keinginan ku. Aku akan memberitahu perihal kehancuran sekte naga hitam dan kematian dua adiku kepada ayahku." ucap Biao Qiaolin dengan menghela nafas panjang setelah mendengar berita kematian kedua adiknya secara mengenaskan.
"Kalian berdua boleh pergi, tugas kalian hari ini telah selesai kembalilah disaat ruang dimensi terbuka." Biao Qiaolin berdiri lalu menuju keluar ruangan meninggalkan Yan Liyan dan Bing Hua ditempat itu.
Sedangkan mata-mata tadi telah pergi dari tadi untuk melakukan misi lagi.
"..........."
Malam harinya......
Mei Lin, Jiu Wei, Bing Hua, dan Yan Liyan sedang duduk di kursi meja maka dan menunggu Xian Ran menyajikan makanan untuk mereka.
"Apa rencana kita selanjutnya Liyan'gege?"
"Menghabiskan waktu bersama kalian. Sekarang aku tidak mempunyai tugas mungkin cerita perjalananku sebentar lagi akan berakhir jadi habiskan saja waktu kalian disini sampai pada waktu ruang dimensi terbuka."
"Itu tidak terlalu buruk. Apa lagi kau sangat beruntung memiliki 4 orang kekasih yang sangat cantik seperti kami."
ucap Jiu Wei sambil menjulurkan ekornya untuk menerima mangkuk berisi makanan yang diberikan oleh Xian Ran.
"Ya, Kau memang benar jika Aku sangat beruntung memiliki kalian berempat." Yan Liyan memang tidak bisa menyangkal hal tersebut.
"Heheh Benar kan? Jadi Liyan'gege menurutmu siapa yang paling cantik diantara kami berempat? Aku tidak ingin kau berbicara jika kami semua sama!" Pertanyaan Jiu Wei kali ini membuat Yan Liyan terdiam.
Sedangkan yang lainnya menunggu jawaban dari Yan Liyan Bahakan Bing Hua yang awalnya tidak terlalu memperhatikan pembicaraan mereka kini mulai menunggu jawaban dari Yan Liyan.
"Umm, jika aku boleh jujur yang paling cantik diantara kalian adalah Mei Lin." Yan Liyan melihat kearah Mei Lin yang tersipu malu ketika mendengar ucapan Yan Liyan.
"Tapi jangan salah paham, Aku mencintai kalian semua dan tidak akan membeda-bedakan." Yan Liyan mencoba meluruskan ketika melihat tatapan permusuhan dari Jiu Wei kearah Mei Lin.
"Cih.. Ras Phoenix memang sangat menyebalkan!" Ya, Phoenix memang memiliki keunggulan dari ras lain yaitu penampilan mereka yang cantik dan menawan.
Jiu Wei sebenarnya agak terkejut dengan jawaban Yan Liyan. Tadinya Jiu Wei menduga jika Yan Liyan akan menyebutkan nama Bing Hua karena kedekatan mereka dan nama Mei Lin benar-benar diluar dugaannya.
Setelah itu mereka berlima makan malam dengan suasana diantara mereka yang sangat canggung.
'Sistem apa kau akan menghilang setelah aku menyelesaikan tugasku?'
[Ding.. tidak tuan, Sistem penguasa ada milik tuan dan telah singkron dengan jiwa anda, jadi selam tuan memiliki nyawa maka sistem akan tetap ada dalam diri tuan]
'Seperti itu ya.. kalau seperti itu kita akan melewati semua ini bersma-sama.'
"............."
Beberapa hari kemudian....
Keadaan sekte aliran putih sangat heboh dengan berita tentang kehancuran sekte naga hitam yang diberitakan langsung oleh kaisar kekaisaran surgawi.
Berita tersebut seperti angin segar untuk mereka karena selama ini sekte naga hita telah menjadi teror untuk mereka yang bisa muncul dan membuat kekacauan kapan saja.
Mereka mulai menduga-duga siapa penyebab dari kehancuran sekte besar tersebut dan yang pasti orang dibelaik kehancuran sekte naga hitam bukanlah orang biasa dan tidak seharusnya untuk disinggung.
Sedangkan ke-5 Patriak sekte telah mengetahui tentang kejadian di hutan kegelapan dan hilangnya sekte naga hitam. Namun mereka tidak ingin menyimpulkan kehancuran sekte nag hitam karena sama sekali tidak ada bekas pertempuran di hutan kegelapan saat itu.
Oleh karena itu ke-5 Patriak itu mengahadap kaisar untuk memastikan kebenarannya sekaligus sumber.
Namun sesampainya diistana, ke-5 Patriak sekte aliran putih mendengar berita dari para pelayan jika keadaan kaisar saat ini sangat menyedihkan.
Akhir-akhir ini kaisar sakit-sakitan setelah mendengar kabar jika kedua putranya juga ikut mati dalam kejadian itu dan dia juga mengetahui jika kedua putranya mencoba untuk berkhianat dan hal tersebut semakin membuat kaisar merasa terpukul.
"Hormatku kepada 5 pemimpin sekte." Biao Qiaolin menyambut kedatangan mereka berlima dan langsung membimbing mereka menuju kaisar.
"Kau tahu? siap atau tidak siap kau harus menjadi kaisar selanjutnya jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada ayahmu." ucap kepala akademi sihir tanpa basa-basi.
"Tanpa ketua sekte beritahupun aku sudah mengetahuinya lagi pula ini sudah menjadi takdirku."
"Pasti sangat berat menjalankan semua ini diusiamu yang begitu sangat muda."
'Tidak juga, aku mempunyai seseorang yang bisa aku andalkan.' batin Biao Qiaolin dengan senyuman tipis.
"..........."
Author Akan mulai up normal