
"Cari tahu siapa Kenan Adi Pratama!"
Suara lirih yang hanya terdengar oleh pemiliknya, yang kemudian ia segera menekan icon berwarna merah.Tenang ia dalam mengemudikan mobil. Dibawanya benda beroda empat itu menuju kembali ke rumah sakit.
Sambil memijit keningnya yang sedikit pusing dengan lengan bersandar di jendela mobil, lelaki itu bergumam lirih.
Mengembuskan napas besar. Ia benar-benar tidak bisa memilih. Di antara keadaan putri kesayangannya juga bisnis penting yang sedang dikerjakan.
Benar saja, memang dirinya dituntut untuk kemb...