SANG ELEMENTER

SANG ELEMENTER
AWAL PERJALANAN BARU


Rai terbangun di hutan itu dan pergi ke kota pandangannya sedikit kabur saat berjalan masuk ke jalan raya ada sebuah mobil yang melaju kencang Rai tidak sempat menghindar karna badannya yang masih lemah saat mobil itu hampir manabrak Rai,Jack datang dan menembak ban mobil sehingga mobil terpental dan terguling Rai hanya terdiam melihat nya Jack mendekat ke arah Rai dan memeluknya "akhirnya aku menemukan mu teman!" tak lama kemudian Rai terjatuh dan Jack terkejut dan segera membawanya ke rumah sakit.


Di alam bawah sadar Rai,Rai melihat serigala yang sangat besar seperti yang di lihatnya waktu di hutan "siii.....siapa kau!?" serigala itu melihat Rai dengan pandangan yang cukup mengerikan "hmm.....! dasar pak tua memiliki cucu seperti anak bodoh ini apa dia bisa mengalahkan ku?" Rai mulai marah dengan perkataan monster itu "kau menghina ku haaa..!!" Rai langsung melompat dan bertukar menjadi elementer api dari tangannya langsung mengeluarkan api berbentuk tinju yang sangat besar "PUKULAN BERAPI MAKSIMAL!!" satu serangan melesat tapi serigala itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya lalu datang seorang kakek-kakek yang tidak lain tidak bukan adalah kakek Rai hanya dengan melayangkan satu tangan,air langsung bergerak dan memadamkan api Rai,Rai langsung turun dan melihat kakeknya "kakek apa yang kau lakukan monster ini harus di musnahkan!" kakek Rai mendekat lalu menampar Rai monster itu hanya tertawa kecil "Rai kau tidak boleh memusnahkan monster ini atau kau juga akan mati aku sudah membuat perjanjian dengannya jika cucuku bisa mengalahkannya dia harus bersama mu untuk mengalahkan musuh mu yang lebih kuat!" Rai duduk di atas air alam bawah sadarnya "maaf kakek di saat aku sudah menguasai elementer ini tidak ada yang bisa mengalahkan ku!" kakek Rai melangkah kedepan "kalo begitu kau lawan kakek kalo kamu menang kamu tidak perlu di lindungi oleh monster ini tapi jika kau kalah kau harus bersamanya!!, bagaimana Rai apa kau sanggup?" Rai tampa ragu menerima tantangan dari kakeknya "baik aku menerima...." sebelum selesai berbicara satu pukulan melesat ke arah Rai,Rai langsung terpental dan tidak bisa mengontrol tubuhnya dan terus terpental sampai sejauh mungkin Rai mengelap darah yang mengalir dari mulutnya dan langsung melesat dengan cepat kakek Rai hanya tersenyum tipis lalu satu tendangan melayang dan membuat Rai terpental lagi dan akhirnya Rai kalah dari kakek nya dan harus bersama monster serigala yang mengemparkan dunia beberapa tahun lalu Rai dari segi manapun akan tetap kalah dengan kakeknya Rai hanya elementer tahap awal sedangkan kakeknya tahap monster kakek nya sudah bisa menggabungkan 3 bahkan seluruh elemter sekaligus bahkan dari kekuatan elementer juga sudah kalah,kakeknya Rai kekuatan elementer tahap terakhir sedangkan Rai pemula yang berarti masih di bagian elementer biasa.


beberapa jam kemudian Rai sampai di gunung dan di susul oleh sahabatnya. Zax mendekat dan memegang pundak Rai "Rai ada apa ya guru memanggil kita!?" Rai melangkah ke dalam hutan memasuki kaki gunung "aku tak tau kita liat aja nanti!". mereka berjalan memasuki kaki gunung dan mulai mendaki gunung, beberapa jam akhirnya mereka sampai di puncak gunung dan menemui guru mereka "guru ada apa memanggil kami bertiga!?" guru mereka melihat dengan gelisah "Rai pergi ke medan perang bersama ayah Jack!" Rai memiringkan kepalanya "kenapa guru!?" gurunya berdiri "Rai lawan ayah Jack nantinya bukan orang biasa walaupun begitu mereka semua bukan lawan kalian, Jack tembakan mu memang tidak pernah meleset tapi kamu tidak pernah meningkatkan kekuatan mu jika kamu bisa meningkatkan kekuatan mu kamu akan bisa melihat gerak geri semua lawan mu!, Zax kamu memiliki kekuatan yang luar biasa tidak setara dengan kekuatan manusia biasa ataupun kekuatan banteng kau adalah yang paling bisa di andalkan dalam bidang kekuatan!, dan kamu Rai!" Rai memandang gurunya "emm.... kenapa guru!?" guru nya menghela nafas "kau memang memiliki kekuatan yang di warisi oleh ayah dan kakek mu tapi kekuatan elementer mu masih di fase tahap Awal kamu kalah dengan ayah dan kakek mu, kamu sudah sebesar ini tapi masih tahap awal sedangkan ayah mu seusiamu sudah setengah elementer tahap akhir!" Rai memasang muka yang kesal "jangan sama kan aku dan ayah ku guru!" guru Rai menyerang Rai dengan kekuatannya Rai menghindar dan langsung bersedia "kenapa guru menyerang ku!" dari tangan guru keluar angin yang memutari tangan guru "aku ingin melihat seberapa kekuatan dan batasan mu Rai!" Rai tersenyum palsu "hmm... aku tidak takut!.ayo maju guru mohon ajaran mu!" Rai melesat dan menyerang gurunya serangan Rai terus di tangkis dengan mudah oleh gurunya, tiba-tiba serangan Rai meleset dan Rai agak legah satu serangan melesat ke arah dada Rai sehingga Rai terpental jauh sampai terjatuh dari atas gunung, Zax dan Jack mengejar untuk menyelamatkan Rai tapi gurunya menahan "jangan tergesa-gesa lihat saja apa yang terjadi!" di saat Rai terjatuh dia melihat di mana seorang perempuan yang memandangnya dari jauh Rai melihat perempuan itu dan perempuan itu berlari mengejarnya wajah yang masih kabur dan kurang jelas itu mulai mendekat dari belakangnya terlihat seseorang dari belakang dengan sebuah pisau yang ingin menusuk Rai dan saat pisau itu melesat perempuan itu menghadang pisau itu Rai mulai heran dengan semua itu dan kalimat yang di ucapkan perempuan itu terakhirnya sebelum dia sadar hanya "AKU MENYUKAIMU!" Rai tersadar dan melihat dia yang sedang melayang jatuh ke bawah "apa...! aku tidak akan mati aku akan menemukan perempuan itu...!" seketika sebuah angin kencang datang dan menggoyangkan seluruh pohon di sana, guru mulai khawatir dan berlari kearah jurang "Raaiii.....!!", beberapa menit kemudian Rai naik dengan kekuatan tahap kedua nya Rai turun dan melihat gurunya "guru aku membuka tahap ke..." belum selesai bicara kekuatan tahap kedua itu langsung hilang "haaa....? kenapa menghilang!?" guru Rai melihat Rai dan memegang bahu Rai "kekuatan tahap kedua mu sangat spesial nampaknya bisa keluar di saat kau cemas,hahahaha!" Rai mulai jengkel "guru mengejek ku!?" guru Rai berhenti tertawa "tidak sekarang pergi la kau harus berperang!" Rai memberi hormat kepada gurunya "baik guru kami bertiga pamit dulu! guru Rai mengangguk dan mereka segera pergi ke medan tempur.