
"Pak... Bagaimana nanti jika di kampus? " Tanya Aisyah setelah mereka berada di dalam mobil milik Alceo. "Pak, tidak ada yang tidak ingin menikah dengan anda. Tapi saya tau diri siapa saya, jika masih bisa di batalkan makan batalkan saja. Saya tidak ingin menjadi penghalang hubungan anda dengan kekasih anda."gumam Aisyah dengan lembut yang masih bisa di dengar Alceo.
"Hmm... Memang benar saya sudah memiliki kekasih saat ini. Tapi itu urusan saya, kamu tidak perlu ikut campur urusan saya!"ucap Alceo dengan nada tegasnya.
"Maksud anda bagaimana? Apakah setelah menikah anda akan tetap berhubungan dengan kekasih anda? "Tanya Aisyah lagi.
"Sudah saya bilang itu bukan urusan kamu!"bentak Alceo yang seketika membungkam Aisyah. "Untuk masalah ketika di kampus, kamu masih bisa bebas seperti status kamu sebelumnya." Ucap Alceo pada Aisyah
Hingga sampai di hotel yang sudah di pesan oleh Alceo, mereka masih setia dengan kebisuannya. Entah apa yang ada di benak Aisyah saat ini, sungguh ini sangat begitu cepat tidak ada dalam fikirannya sama sekali yang beberapa jam lagi dia akan berstatus istri. Dia tak mampu menolak permintaan kakaknya, dan dia juga tak mampu membiarkan kakaknya menderita dengan kondisinya. Dengan masih diberikan keselamatan pada kakaknya saja Aisyah masih sangat bersyukur, walau kini kakaknya di vonis lumpuh walau presentasi kesembuhan masih ada.
Aisyah sudah sampai di kamar yang sudah disediakan oleh Alceo.
"Istirahatlah terlebih dahulu, nanti jam 3 ada pihak MUA yang akan merias kamu." Ucap Alceo
"Tidak perlu pak, saya akan tetap menutup wajah saya jadi tidak perlu di rias."jawab Aisyah
"Saya tidak peduli, dan saya tidak perlu mendengar kamu bersedia atau tidak. Saya hanya memberitahumu tanpa penolakan!"tekan Alceo kembali, gadis ini benar-benar unik. Dia kekeh dengan pendiriannya.
"Terserah, tapi saya tidak bisa membuka diri saya dengan mudah kepada anda. Selama anda masih berhubungan dengan kekasih anda. Dan saya berlepas diri kepada anda, sebelum saya berganti status sebagai istri anda dari dosa ZINA anda bersama kekasih anda. Apakah anda tau masalah ini? Karena saya sebagai istri akan menanggung dosa suaminya yang berZINA dengan wanita yang belum halal atasnya. Dan saya tidak akan memaksa anda untuk meninggalkan kekasih anda."ucap Aisyah dengan tegas dan cepat, dan setelah itu menutup pintu kamarnya.
Alceo cukup tertampar dengan kata-kata Aisyah, sebegitu besarkah dosanya? Walau selama ini Alceo tidak pernah berbuat lebih intim dengan kekasihnya, tapi untuk ciuman dan selebihnya dia sering melakukannya. Dasar wanita kolot dalam hati Alceo.
Aisyah segera berlalu ke kamar mandi, untuk membersihkan diri dan hendak melakukan sholat dzuhur. Dia ingin segera menumpahkan kegundahan hatinya hanya pada Sang Pemilik Hati. Aisyah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi dan segera membentangkan sajadah untuk melakukan sholatnya.
"Ya Allaah.... Inikah takdir hamba, hamba hanya berserah diri padaMu duhai Rabbku, apapun yang Engkau takdirkan untukku pasti baik bagiku, Ya Rabbku.... Berikanlah kesembuhan pada kakakku, dengan tanpa menyisakan sakit setelahnya. Berikanlah kesehatan padanya, lindungilah dimanapun kakakku berada nantinya. Ya Allaah, laki-laki di depanku saat ini sama sekali aku tidak tau tabiatnya. Berikanlah keluasan kesabaran pada hatiku, hamba tau sabarku padti akan berbuah surgaMu. Ya Allaah, Maha yang membolak balikkan hati. Kuserahkan hatiku, hati kakakku, dan hati calon suamiku padaMu bimbinglah kami pada jalanMu yang terang dan lurus, Aamiin."doa Aisyah setelah sholatnya.
Masih ada waktu untuk mengistirahtakan tubuhnya, hingga tak sadar Aisyahpun terlelap hingga 2 jam lamanya. Bunyi pintu di ketuklah yang membangunkan Aisyah.
Tok
Tok
Tok
"Iya sebantar...."jawab Aisyah dari dalam.
Ceklek
"Bersiaplah, pihak MUA sudah datang. acaranya di percepat, karena kakakmu harus dibawa ke singapura jam 8 malam nanti." ucap Alceo pada Aisyah.
"hmm... silakan jika pihak MUA mau masuk, tapi saya izin untuk sholat ashar terlebih dahulu. Pihak MUA pun segera masuk dan menyiapkan peralatan tempurnya sambil menunggu Aisyah sholat Ashar.
Tak berapa lama Aisyah selesai sholat dan segera pihak MUA merias wajah Aisyah. hampir 1 jam Aisyah di rias dan jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 dan tak berapa lama pintu kamar Aisyah pun di ketuk.
Ceklek "pihak MUA yang membukanya.
"Sudah selesai?" tanya Alceo
"Sudah Tuan Muda."jawab pihak Alceo
"Ayo berangkat!"ajak Alceo pada Aisyah.
"Bolehkah saya berbicara berdua terlebih dahulu bersama anda?"pinta Aisyah pada Alceo.
"15 menit ga lebih!"jawab Alceo cepat, pihak MUA sudah keluar terlebih dahulu.
"Apakah anda ridho jika saya tak menampakkan wajah saya kepada anda?"tanya Aisyah
Alceo segera menatap ke arah Aisyah, walau setelahnya Aisyah segera memutus pandangan itu.
"Saya rasa kamu lebih faham masalah itu bukan?"tanya kembali Alceo pada Aisyah
"Huftttt.... Baiklah saya akan membuka cadar saya untuk anda, setelahnya keputusan saya kembalikan kepada anda, anda sangat boleh membatalkam pernikahan ini. Tentu kekasih anda mungkin lebih cantik dari saya. Saya tidak ingin menjadi wanita yang dzolim, saya hanya membuka cadar saja, untuk selebihnya seperti yang saya ucapkak pada sebelumnya."ucap Aisyah
Aisyah perlahan membuka cadarnya, masih dalam posisi menunduk dan Alceo masih setia menatap ke arah Aisyah.
DEG "desiran dan debaran di hati Alceo seketika terpancar, beberapa detik mereka berdua bersitatap hingga Aisyah menoleh kekanan dan kembali memakai cadarnya.
"Benar kata kakaknya, dia sangat cantik pantas kakaknya sangat menjaganya."dalam hati Alceo.
"AYO BERANGKAT!" ajak Alceo
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Alceo yang juga membuat desiran halus di hati Aisyah ketika dia memandang calon suaminya.
Aisyah dengan baju pengantin sederhananya yang bisa membuat seorang Alceo terpukau