Raja Tak Terkalahkan

Raja Tak Terkalahkan
Chapter 28: Berlanjut


Lui Bal terus-menerus mengeluarkan seluruh kekuatan nya, sehingga terjadi lah bentrokan yang benar-benar sengit antara Dian Gu dan Lui Bal.


Terdengar suara retakan di ruangan paradoks itu, dampak dari pertarungan mereka benar-benar sangat besar dan tak lama kemudian retakan dunia paradoks itu semakin besar.


Krekk!


Krakk!


Trakkk!


Ruangan yang diciptakan dari kotak paradoks milik Lui Bal pun hancur berkeping-keping, kejadian tersebut membuat raut wajah Lui Bal sangat terkejut dan dia pun berubah menjadi sangat serius, di detik-detik terakhir sebelum ruangan tersebut hancur berkeping-keping Lui Bal mengembalikan ruangan tersebut menjadi sedia kala bahkan melapisi nya.


"(Berdecak Kesal), pengguna kekuatan paradoks memang mengusahakan. Sepertinya tidak ada pilihan lain." Dian Gu memunculkan sebuah pedang dari pikirannya, Pedang Dewa Pemalas.


Kemudian Dian Gu memadatkan seluruh Qi nya dan memusatkan nya pada Pedang Dewa Pemalas, dalam hitungan detik ruangan paradoks itu kembali bergetar dan tak lama kemudian fluktuasi suhu terjadi dan menjadi sangat panas disertai beban berat.


Lui Bal hendak mengabaikan hal tersebut akan tetapi dia sangat terbebani dengan tekanan yang membuat tubuhnya menjadi sangat berat. Ketika sedang dalam posisi tertekan Dian Gu memanfaatkan kesempatan itu


Dian Gu tiba-tiba muncul di hadapan Lui Bal dan mengarahkan bilah Pedang Dewa Pemalas ke perutnya, serangan itu sangat kuat sampai membuat jiwa Lui Bal terlempar cukup jauh hingga menabrak ruangan tersebut.


Pergerakan nya menjadi sangat terbatas karena tekanan itu membatasi Qi nya, sedangkan Dian Gu menyerang tanpa henti san membuat jiwa Lui Bal terluka sangat parah


"Apa-apaan manusia ini!? (Berdecak Kesal), kekuatan nya benar-benar di luar akal sehat, ini sangat menyusahkan ku." Pikir Lui Bal dengan mencibir.


Dian Gu terus menggunakan kekuatan penuhnya dan menciptakan sebuah tekanan yang diselimuti pada Pedang Dewa Pemalas, dia dengan gesit meningkatkan kekuatan kaki nya dan dia bia bergerak dengan cepat.


"Kheuk!!!"


Kotak yang menjadi inti dari ruangan paradoks itu, dengan cepat dia menusuk kotak paradoks tersebut dan tepat mengenai inti nya.


Krakk!


Krakk!


Krakk!


Auara retakan yang begitu nyari terdengar dari ujung hingga ke ujung yang lain dari ruangan paradoks itu, lama kelamaan kotak tersebut hancur dan mengalami retakan yang semakin membesar dan kemudian hancur.


Kehancuran dari ruangan paradoks itu membuat tubuh asli Lui Bal terjatuh tapi sebelum itu terjadi Dian Gu menciptakan Array Pelindung yang membuat ketiga tubuh iblis itu tidak bisa kemana-mana, demi mengantisipasi agar mereka tidak kabur.


Jiwa mereka perlahan mulai kembali ke tubuh mereka masing-masing, ketika mereka bangun mereka terkejut ketika menemukan diri mereka ada di dalam sebuah Array tingkat dewa yang benar-benar mutlak, tapi mereka tersenyum ketika menemukan Dian Gu berada di dalam juga.


"(Berdecak Kesal), sekarang kami sangat diuntungkan!" Ucap An Quin.


Dian Gu turun dari udara kemudian mensejajarkan tatapannya dengan ketiga iblis itu, saat Dian Gu hendak berbicara Lui Bal mengeluarkan sebuah tombak hitam yang sangat kuat kemudian melancarkan serangan yang sangat cepat.


Serangan dan tusukan yang sangat cepat diterima oleh Dian Gu, dia tidak terluka sedikit pun karena dia memiliki Tubuh Dewa Azura.


Bersambung...