
Setelah mengistirahatkan tubuh mereka yang mengalami kelelahan akibat perjalanan jauh selama beberapa saat, akhirnya rombongan itu pun segera melanjutkan langkah mereka menuju wilayah kekaisaran jiahu, saat ini masih membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk bisa sampai di istana kekaisaran.
Pangeran Tian Li Wei memacu kudanya dengan sangat cepat, pemuda itu seolah kehilangan kesabaran akibat jauhnya perjalanan, sedangkan saat ini Putri Xuan Jian membutuhkan kehadirannya. Tak hanya Pangeran Zhang Liang saja yang menindas gadis itu, namun Kaisar Wei Huang beserta seluruh anggota keluarganya pun bertindak tidak adil terhadapnya. Sehingga membuat Pangeran Tian Li Wei harus segera sampai di tempat itu untuk menyelamatkan putri Xuan Jian.
Perjalanan menggunakan kuda terasa begitu jauh oleh pangeran Tian Li Wei, apalagi saat ini hatinya tengah gundah gulana memikirkan nasib yang dialami oleh Xuan Jian. Bagaimana bisa gadis itu bertahan tinggal di dalam istana, dimana orang-orang yang ada di sana tak ada satupun yang menghargainya? Dia bahkan tak dianggap sama sekali keberadaannya oleh seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.
Hal itu tentu saja berbanding terbalik dengan semua jasa dan juga kelelahan gadis itu dalam mensejahterakan semua orang yang tinggal di wilayah kekaisaran jiahu, padahal dirinya sendiri diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi oleh seluruh anggota keluarganya.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang sedemikian jauh, rombongan dari kekaisaran tianzu sampai di pintu gerbang wilayah kekaisaran jiahu, setelah mendapatkan izin dari prajurit yang berjaga, Pangeran Tian Li Wei beserta Kaisar Tian Wo dan para prajuritnya pun segera memacu kembali kudanya, agar bisa segera sampai di istana kekaisaran jiahu.
Dia harus segera memberikan perhitungan kepada Pangeran Zhang Liang yang telah berbuat semena-mena terhadap Xuan Jian, selain itu dia juga ingin menjemput gadis kecil itu agar bisa pergi bersama dengannya menuju ke kaisaran tianzu.
Kedatangan Pangeran Tian Li Wei beserta seluruh rombongannya membuat para prajurit yang berjaga di pintu depan istana kekaisaran langsung memelototkan mata, kemudian mereka pun mulai mengambil ancang-ancang dengan mengacungkan pedang, bahkan ada beberapa orang prajurit yang mulai berlarian untuk memberitahukan semua orang, jika saat ini ada pasukan besar yang dipimpin oleh pangeran Tian Li Wei mendatangi istana kekaisaran jiahu.
Melihat kewaspadaan yang ditunjukkan oleh para prajurit, akhirnya Pangeran Tian Li Wei turun dari kudanya, dia pun segera memberitahukan tujuan kedatangannya untuk menemui Kaisar Wei Huang beserta seluruh anggota keluarganya, karena ada satu hal yang sangat penting, sehingga membuat dia mendatangi istana kekaisaran jiahu dengan membawa banyak sekali pasukan.
Selain untuk berjaga-jaga dalam perjalanan agar tidak mengalami berbagai macam serangan dari bandit ataupun para perampok yang tersebar di setiap hutan yang mereka lewati, para prajurit itu juga bertugas untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi Kaisar Tian Wo dan juga pangeran Tian Li Wei, selama mereka berada dalam perjalanan.
Membutuhkan waktu sekitar satu kali pembakaran dupa, hingga akhirnya seorang prajurit datang dan memberitahukan bahwa saat ini pangeran Tian Li Wei telah ditunggu oleh kaisar Wei Huang di aula. Mereka pun segera diberikan jalan agar bisa masuk ke istana, sedangkan para prajurit yang dibawanya saat ini bertahan di gerbang istana kekaisaran, karena tidak mendapatkan izin.
Pangeran Tian Li Wei berjalan dengan dagu terangkat, saat ini dia menunjukkan keangkuhan yang luar biasa dihadapan para prajurit kekaisaran jiahu. Selain karena dia merasa kesal kepada Pangeran Zhang Liang dan juga Kaisar Wei Huang, dia ingin memperlihatkan bahwa dirinya juga memiliki kekuatan, sehingga suatu saat nanti pasti bisa melindungi putri Xuan Jian dari orang-orang brengsek seperti pangeran Zhang Liang.
Akhirnya dia pun sampai di depan pintu aula, prajurit yang berjaga segera memberitahukan kedatangan dari pangeran Tian Li Wei dan juga Kaisar Tian Wo.
"Yang mulia Kaisar Tian Wo dan Pangeran Tian Li Wei memasuki ruangan." teriak prajurit itu dengan sangat kencang.
Tak lama kemudian, prajurit yang lain segera membukakan pintu dan mempersilakan kedua orang tamu kehormatannya untuk memasuki aula, dimana saat ini begitu banyak para pejabat dan juga pembesar istana kekaisaran tengah mengadakan sebuah rapat besar.
Kaisar Tian Wo melengkungkan senyuman tipis, kemudian segera membungkukkan sedikit badannya diikuti oleh pangeran Tian Li Wei. Saat ini keduanya mengucapkan salam kepada kaisar Wei Huang.
"Salam kepada yang mulia Kaisar, semoga panjang umur dan selalu bahagia." ucap keduanya dengan serempak.
Kaisar Wei Huang hanya sedikit mengerutkan dahinya, saat ini pikirannya tengah melayang ke mana-mana. Apalagi setelah mendengar informasi yang dibawa oleh salah seorang prajuritnya, jika kedatangan pangeran Tian Li Wei saat ini membawa sekitar 10.000 orang prajurit.
Beberapa orang prajurit langsung masuk ke dalam aula, tak lama kemudian mereka pun mempersiapkan meja dan kursi untuk kedua orang tamu kehormatan, yang baru saja mendatangi istana kekaisaran.
Sedangkan para pejabat dan juga pembesar istana kekaisaran jiahu saat ini saling memandang, apa yang menyebabkan Pangeran Tian Li Wei kembali menginjakkan kakinya di wilayah kekaisaran jiahu? Bukankah dia telah mendengar sendiri, jika saat ini Putri Xuan Jian telah bertunangan dengan pangeran Zhang Liang.
Dia pun mempersilahkan kedua orang tamunya untuk duduk. Kaisar Tian Wo beserta Pangeran Tian Li Wei segera menggerakkan kaki mereka menuju ke arah kursi yang telah dipersiapkan oleh para prajurit, setelah duduk dengan tenang akhirnya Kaisar Wei Huang pun segera menanyakan maksud dan tujuan kedua orang pria berbeda usia itu mendatangi istana kekaisarannya.
"Apa yang bisa zhen bantu untuk kalian berdua? Katakanlah!" ucap kaisar Wei Huang.
Sedangkan pangeran Tian Li Wei saat ini mengedarkan pandangannya, keningnya sedikit mengkerut saat melihat penampakan seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna keperakan. Bukan karena kecantikannya yang terlalu memukau, sehingga membuat pangeran dari kekaisaran tianzu itu menatap lekat ke arahnya.
Namun entah kenapa, aura yang dikeluarkan oleh gadis itu seolah dikenali olehnya, sehingga dia mulai bertanya-tanya, apa yang sebenarnya telah terjadi di kekaisaran jiahu sehingga Kaisar Wei Huang akhirnya memutuskan untuk menjadikan gadis itu sebagai putri kekaisaran.
Menyadari adanya rasa penasaran yang teramat sangat dari wajah Kaisar Tian Wo dan juga pangeran Tian Li Wei, kaisar Wei Huang menanyakan kembali maksud dan tujuan mereka. Kali ini wajah penguasa kekaisaran jiahu itu sedikit menghitam, saat menatap netra pangeran Tian Li Wei yang terus saja memandang ke arah putri kesayangannya.
"Dia adalah putri kekaisaran jiahu, putri Wei Yue Yin." ucap kaisar Wei Huang.
Kedua orang pria itu nampak menganggukkan kepala, namun jauh di lubuk hati keduanya saat ini benar-benar heran dengan aura yang keluar dari gadis cantik berambut perak.
"Pangeran ini datang untuk melamar Putri Xuan Jian kembali, agar bisa menjadi permaisuri kekaisaran Tianzu di masa depan." ucap pangeran Tian Li Wei.
Kaisar Wei Huang mengerutkan dahi, apa yang dimaksud oleh pemuda itu? Mungkinkah jika dia masih belum mendengar kabar bahwa Putri Xuan Jian yang saat ini merupakan seorang gadis yang lemah yang penuh dengan perjuangan?
"Ada sesuatu hal yang saat ini tidak kalian ketahui, hanya saja zhen masih belum bisa memberitahukan hal itu. Dan untuk soal lamaran, biarkan putri Xuan Jian sendiri yang mengambil keputusan." ucap kaisar Wei Huang dengan tegas, dia hanya akan merestui apapun yang menjadi keinginan dari putri Xuan Jian.
Tak lama pintu aula pun terbuka, saat ini terlihatlah sesosok pemuda yang sangat tampan, dia menggunakan jubah kebesaran seorang putra mahkota. Pangeran Tian Li Wei langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, tanpa diduga pemuda itu menarik pedang yang tersemat di pinggangnya dengan cepat, dia ingin memberikan pelajaran kepada pangeran Zhang Liang karena telah berani menyakiti hati dari Putri Xuan Jian.
"Dasar brengsek..!" umpat pangeran Tian Li Wei.
Dia pun bergerak dengan sangat cepat, untuk memberikan serangan kepada Pangeran Zhang Liang, yang saat ini baru saja memasuki aula. Tentu saja hal itu membuat pangeran Zhang Liang bertanya-tanya, apa yang saat ini tengah dipikirkan oleh pangeran Tian Li Wei sehingga dengan tanpa ragu-ragu pemuda itu langsung melayangkan serangan yang demikian besar kepada pangeran Zhang Liang.
...----------------...
Terima kasih banyak untuk semua reader yang selalu setia dengan karya-karya receh author, berikut adalah list pemenang surprise gift selanjutnya:
Jangan lupa untuk segera mengirimkan nomor ponselnya lewat chat pribadi kepada author, pulsa akan segera dikirimkan satu hari setelah pemenang mengkonfirmasi nomornya.