Princess Descendent Of The Emperor.

Princess Descendent Of The Emperor.
KAISAR DAN PENERUS DUKE


"Aku rasa dia sudah tiba..."


***


"Hmm kira-kira siapa pria yang membantu ku kemarin?"


"Kita akan bertemu lagi?"


"Apa iya, kita akan bertemu lagi?"


Aku bingung siapa pria yang membantu kemarin, tapi aku yakin bahwa aku dan dia akan di pertemukan kembali suatu saat nanti...


"Kak!" Adik kelima Erces memanggil.


"Oh ola, ada apa?"


"Adik apa kau melupakan kakak-kakak mu ini?" Tanya Arilian yang datang bersama ke-empat Pangeran lainnya. Pakaian rapi, rambut maskulin, ditambah tinggi badan yang sempurna. Itulah keluarga Kaisar.


"Hehe, mana mungkin aku bisa melupakan kalian, aku selalu menyayangi kalian. Karna kalian semua adalah keluargaku!" Jawab Erces dengan senyum menusuk-nya.


"Ahhh adik, senyuman mu akan ku tangkap" Tangan Ryon maju seakan memang sedang menangkap senyuman ku, dengan wajah yahhh.... (Tidak bisa berkata apa-apa, karena merasa heran)


"Hahaha, kak kau bisa saja. Eh...." Erces sadar dan menoleh saat Rulian menatapnya, tapi Rulian memalingkan matanya saat tatapan mereka bertemu.


"Hmm apa bocah Rulian ini masih marah?, Haih"


"Kak... Kakak Rulian" Panggil Erces dengan manja sambil memegang tangan Rulian dan itu membuat Rulian malu tidak bisa menatap balik Erces.


Blush. "Adik, kenapa kau sangat manis..."


"Kak, apa kau tidak mau jalan-jalan dengan ku?" Tanya Erces dengan matanya yang berbinar-binar.


"Hekhm... Baiklah..." Jawab Rulian cepat dan singkat.


Di Taman...


Aku berjalan menyusuri jalan di taman yang Indah bersama kakak Rulian, katanya taman ini memang disiapkan untukku karena kepulangan saat sudah selesai mengurus daerah bagian utara. Ayahanda Kaisar mati-matian mengumpulkan bunga-bunga sampai bahan lainnya pun ia cari di luar benua. Hari ini adalah musim gugur bunga matahari yang ada di taman ini sudah bermekaran kuning, dan biji yang berwarna cokelat sudah cocok dengan rambut dan gaun yang aku gunakan sekarang... Hmm taman ini Jika tidak salah di beri nama Taman EfiSun.


"Hah? EfiSun apa artinya..."


"Kak! Kakak! Kenapa taman ini di namakan EfiSun?" Tanya Erces.


"Hmm, tanya ayah sana!" Jawab singkat dan tegas Rulian.


"Hah? Bocah tengik! Tidak seharusnya aku bertanya dengan dia... Jawaban mu terlalu Jelas kak!"


"Ha... Hahaha.. baiklah"


Sore tiba, kamu masih dalam perjalanan menuju istana kediaman ku, angin berhembusan diikuti dengan kelopak-kelopak bunga yang beterbangan akibat terhembus angin yang kencang, Rambut kuning ku yang panjang terurai mengikuti arahan sang angin yang menggerakannya, dan itu membuatku terganggu.


Sret!. "Sebaiknya rambut mu di ikat..." Rulian memegang rambut Erces dan itu membuat hatinya berdegup.


Sore tiba, kamu masih dalam perjalanan menuju istana putri, angin berhembusan diikuti dengan kelopak-kelopak bunga yang beterbangan akibat terhembus angin yang kencang.


Semenjak kejadia saat itu aku tidak di perbolehkan untuk sekolah dan aku sudah libur selama 3 bulan. 3 bulan tidak terasa ayah tiba-tiba datang dan mengatakan...


Kaisar datang. "Putriku, sudah saatnya kamu bertunangan... Hiks, ayah tidak rela...."


Aku mencerna sebentar kata kata yang di ucapkan ayahku itu, tentu saja aku terkejut dan apa yang beliau katakan aku sama sekali tidak setuju. Masa iya aku masih berumur 16 tahun... "Ayah aku masih perlu belajar, di dunia ku, umur 16 tahun masih main, berbelanja, dan menikmati masa muda... Haih"


"TIDAKKK! Ayahanda aku tidak setuju!" Erces berteriak keras dan memalingkan wajahnya. Serentak itu membuat seluruh orang-orang yang berada di luar terkejut.


"Yah apa kau pikir kau tidak menyebalkan?" Bisik Erces pelan.


"Apa kau mengatakan sesuatu, putriku?"


"Tidak ayah..."


"Baiklah, karena aku kaisar yang berkuasa aku dapat dengan mudahnya membatalkan pertunangan mu, hehe. Jika mereka menolak maka" Smrik... Lagi-lagi kaisar Netrola mengeluarkan senyum licik nya.


*


"Salam kepada bagian Kaisar Netrola" salam pria tinggi, tampan, dan terlihat berotot.


"Akhirnya kau datang, menantuku.... Ah maaf" Kaisar merasa malu telah mengucapkan hal tersebut.


"Apakah yang mulia memerintahkan saya menjauhi 'nya' lagi?" Tanya pria tersebut dengan nada dan mata yang sedu.


"Maafkan aku telah memisahkan kalian, tapi ini untuk kebaikan kita semua. Untuk kali ini tidak akan ada perpisahan lagi, kau belum melakukan debut, bukan?" Tanya kaisar.


"Benar yang mulia"


"Panggil saja aku paman, kau sudah aku anggap sebagai putra ku sendiri, Zykle" Jawab kaisar dengan senyuman penuh kasih sayang nya.


"Baik, lebih baik cepat apa yang ingin anda katakan?" Jawab Zykle tidak ingin basa-basi.


"Bhahahaha... Kau memang tidak suka banyak basa-basi sama seperti ayahmu"


"Terimakasih atas pujian anda, paman"


"Baiklah... Aku sudah tidak bisa memisahkan kalian lagi, aku sudah tua biarpun umurku masih 2000 tahun lagi...."


"Keluarga Kekaisaran selalu diberkati umur panjang oleh Dewa Agung" Bicara Zykle dengan senyum remeh nya. (Maksud baik)


"Seperti yang aku katakan tadi, 3 hari lagi kau akan melaksanakan debut. Di sana aku akan mengumumkan langsung kau adalah penerus Grand Duke selanjutnya, tidak lupa aku akan langsung mengumumkan pertunangan Putri Mahkota Erces Fianlor dengan dirimu Grand Duke Zykle Saron 'selanjutnya'. Sebaiknya kau bertemu dengan putri lebih dulu, besok aku akan mengatur pertemuan kalian berdua"


"Baiklah paman, sebuah kehormatan dapat bertemu dengan Tuan Putri"


"Apa kau akan pergi ke tempat itu lagi?" Tanya kaisar dengan wajah muram-nya.


"Untuk saat ini saya ingin melupakan kejadian tersebut, karena akan ada banyak masalah lagi yang akan saya temukan di masa depan"


"Hkhm, yah kau memang cocok menjadi pendamping kaisar selanjutnya. Tolong jagalah Putri kesayangan-ku itu"


"Baiklah, saya permisi" Zykle bicara ketus, dan pergi langsung tanpa jejak terlihat.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, AND ADD TO FAVORITE AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI, THANKS.