Prince Of Blacksmith

Prince Of Blacksmith
Malam kelam


* swungg.......s byars..... * sebuah bola api raksaksa melayang dilangit malam kalau itu dan menghancurkan beberapa rumah penduduk.


* Sting.....s Sting.....scriiiingsss * suara lengkingan dari beberapa pedang yang diadu dari beberapa orang berpakaian baju baja dengan beberapa orang berpakaian bandit.


" Gra......!!" Teriak salah seorang berpakaian baju baja menerjang beberapa orang yang saling beradu pedang


* swught.... Gbyar...... * Sosok berpakaian baja itu menebaskan palu besar yang dibawanya dan menerbangkan orang orang yang berpakaian bandit.


" Pertahankan posisi bertahan dan lindungi gerbang utara sampai kereta Permaisuri keluar bersama Kavaleri! " Ucap sosok itu sembari memerintahkan beberapa orang kembali ke dalam barisan.


" Baik!!! " Jawab beberapa orang berbaju baja yang semula keluar barisan mulai kembali.


" Aku harap Magus Freyan berhasil membuka jalan sampai kemari " Ucap sosok tadi sembari melihat ke arah sebuah bukit yang terbakar dengan beberapa bandit yang saling beradu pedang.


" Tuan Hagat.... Kekacauan di Jalan Antonius Barat sudah tidak bisa di tangani. Mohon kirimkan bantuan " Seorang menggunakan telepati untuk berkomunikasi bersama sosok Hagat yang menjaga gerbang utara.


" Ya ampun.... Gerbang Utara pun sedang dalam kondisi krisis saat ini. Jika sebagian pasukan ku dikerahkan untuk membantumu... Satu satunya akses untuk permaisuri beserta rombongan akan hancur. " Ucap Hagat pada seorang yang meminta pasukan bantuan.


" Faleans Strom!!!! " Sosok yang berkomunikasi dengan Hagat meneriakkan sebuah mantra


* swusung..... scrasah..... * sebuah pilar api membunbung tinggi dari arah barat gerbang utara.


" Ya ampun... " Hagat memegangi kepalanya karena terkejut dengan munculnya pilar api berwarna hitam.


" Daemalogus Imperal " Hagat menjunjung tinggi pedangnya sembari mengucap sebuah mantra.


* Swusungsungsung..... Grbaks....... Dwaar......!!!! * dengan sebuah mantra yang telah terucap, sebuah lingkaran pentagon berisi huruf-huruf kuno mulai menyatu dengan pedang yang Hagat pegang sebelum akhirnya sebuah bayangan pedang raksaksa muncul dan menghancurkan brikade para bandit yang telah menguasai jalan menuju gerbang utara.


" Pertahankan keberanian kalian!!!! Valea Cavalry mulai terlihat!!! " Ucap Hagat setelah melihat kilatan cahaya yang merupakan tanda dari Magus Freyan.


* dbram.... dbram.... dbram.... * Valea Cavalry menghantamkan senjata yang mereka bawa untuk membuka jalan ke gerbang utara yang di kepung beberapa bandit.


" Pasukan!!!! Lindungi jalan menuju gerbang utara!!! " Teriak seorang yang duduk di sebelah kusir kuda sembari memegang erat tongkat yang bercahaya.


" Fire streak.... Winds hammer... Magic arrow... Spiral slash... Multiracs pillar erth!!! " Teriak beberapa orang berpakaian penyihir berwarna kuning dengan corak putih yang mengucap berbagai mantra penyerangan untuk mendukung keberhasilan dari Valea Cavalry


" Maju!!!!! " Teriak Hagat sembari menyambut Valea Cavalry yang berjuang menuju gerbang utara dibantu pasukan penyihir kerajaan.


" Demi Putra Mahkota....!!!!! " Seluruh pasukan Hagat maju menyerang para bandit yang menghalangi jalan dengan teriakan keberanian mereka.


* swung... swung... Ting... Ting.. Gbuar.... Slash... * berbagai macam hantaman diberikan pada para bandit yang melakukan perlawanan.


Berbagai teriakan terdengar saling bersahutan yang melebur dalam berbagai macam suara dari serangan balasan yang dilancarkan para bandit pada pasukan kerajaan.