Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Preman di Sekolah, Mikey sang Preman.


"Sakaru bangunlah, ini sudah pagi loh nanti kamu bisa terlambat menuju ke sekolah." ucap Remy kepada Sakaru.


"Hoam, aku masih sangat mengantuk ayah." ucap Sakaru kepada Remy.


"Kamu itu, lihat lah yang lainnya sudah bangun loh, cuman kamu yang sekarang masih berada di tempat tidur." ucap Remy sedikit kesal.


"Hoam, baiklah aku akan segera bangun." ucap Sakaru yang masih setengah tertidur.


Sakaru pun bersiap-siap dan segera pergi ke dapur untuk sarapan.


"Tuan, selamat pagi." ucap Sifa kepada Sakaru.


"Oh Sifa, selamat pagi." ucap Sakaru kepada Sifa.


"Ini makananmu Sakaru." ucap Kagome memberikan semangkuk bubur ayam.


"Kalau begitu, selamat makan." ucap Sakaru.


Mereka pun segera menghabiskan sarapan dan bersiap-siap berangkat menuju ke sekolah.


"Kalian jangan lupa membawa bekal makan siang terutama kamu Laura." ucap Kagome.


"Baik ibu." ucap Laura kepada Kagome.


Mereka pun berangkat menuju ke sekolah.


"Wah, sepertinya hari ini akan menjadi menyenangkan." ucap Sakaru .


Bel sekolah pun berbunyi dan pelajaran pun di mulai. Setelah pelajaran berlangsung cukup lama tiba-tiba...


"Brakk."


terdengar suara yang keras dari arah pintu dan berkata.


"Kalian anak-anak baru berani berani nya kalian berada di wilayah ku." ucap Mikey.


"Itu Mikey, shtt jangan sampai membuatnya marah." ucap Arif kepada Sakaru.


"Oh, baiklah ." ucap Sakaru.


"Hah, siapa anak cebol ini, berisik sekali hoamm." ucap Ekki yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Siapa kamu, pelajaran sedang berlangsung sebaiknya kamu segera keluar dari sini." ucap pak guru kepada Mikey.


"Hah, siapa yang peduli dengan pelajaran." ucap Mikey sambil menendang wajah pak guru.


Pak guru pun terjengkal ke belakang dan mengenai kotak makan siang Ekki yang dia simpan di atas meja.


"Kau ini, pikirkan dulu dengan siapa kau berbicara. " ucap Draken kepada pak guru.


"Sudahlah draken, murid di kelas ini hanyalah berisikan para sampah, ayok kita segera pergi dari sini." ucap Mikey kepada Draken .


Mikey dan para anggotanya pun pergi meninggal kan kelas.


"Fiuh, untunglah kotak makan siangku tidak tumpah." ucap Ekki sambil mengambil kotak makanannya yang terjatuh.


"Seseorang, bantu aku membawa pak guru ke ruang uks." ucap salah satu murid .


"Fiuh, untunglah dia langsung pergi." ucap Arif.


"Arif, memangnya siapa dia?" tanya Sakaru kepada Arif.


"Dia adalah pemimpin dari geng yang berada di kota bandung ini namanya Mikey, dan orang yang berada di sebelahnya tadi adalah Draken. Tempo hari dia sudah membuat para murid dari kelas 3 babak belur dihajarnya sendirian." ucap Arif kepada Sakaru.


" Memangnya di kota ini tidak ada polisi yang menangkap mereka?" tanya Sakaru kepada Arif.


"Para polisi di sekitar sini sudah kewalahan menghadapi para mafia. jadi tidak ada waktu untuk mengurus mereka." ucap Arif.


"Oh jadi begitu ya." ucap Sakaru.


Bel istirahat pun berbunyi.


"Akhirnya bel istirahat berbunyi, ayok kita makan bersama , Sakaru." ucap Arif kepada Sakaru.


"Oke, tunggu sebentar aku akan mengambil kotak makan siang ku dulu." ucap Sakaru kepada Arif.


Sementara itu...


"Mikazu, ayok kita pergi ke kantin untuk makan dan membeli minuman." ucap Ekki kepada Mikazu.


"Kalau begitu, aku akan membawa makan siang ku yang berada di dalam tas." ucap Mikazu.


Ekki dan Mikazu pun pergi membawa kotak makan siangnya dan menuju ke kantin, diperjalanan Ekki melihat Sifa dan Laura di ganggu oleh Mikey.


"Tidak, ini adalah kotak makan siang miliku." ucap Laura.


Laura pun memukul Mikey tepat di wajahnya dan itu membuat Mikey marah.


"Hoy hoy, apa yang kamu lakukan. Apakah kamu tidak takut mati. Kalau begitu ayo kita pikirkan bagaimana caramu akan mati." ucap Mikey bersiap-siap memukul Laura.


"Hei, apa yang kau lakukan kepada kakakku bocah tengik." ucap Ekki kepada Mikey.


"Hah, siapa kau?" ucap Mikey kepada Ekki sambil memukul Ekki.


Ekki pun menghadang pukulan dari Mikey.


"Kau itu sungguh menggangu, tadi juga kau sempat mengacau di kelas ku bukan. Kalau begitu terimalah ini serangan mutlak dari dewa kegelapan." ucap Ekki sambil membalas serangan dari Mikey.


"Apa yang kau bicara-." ucap Mikey kepada Ekki.


Mikey yang terkena pukulan dari Ekki Sang Dewa Kegelapan pun langsung terpental jauh ke belakang dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.


"Kalau begitu, ayok kita pergi ke kantin." ucap Ekki kepada Mikazu.


"Oke." ucap Mikazu kepada Ekki.


Arif yang melihat kejadian itu pun terkejut dan bertanya kepada Sakaru.


"Sakaru, siapa kalian sebenarnya?" tanya Arif dengan penuh penasaran.


"Kami? Kami hanyalah keluarga biasa." ucap Sakaru kepada Arif.


"Mana ada keluarga biasa yang memiliki kekuatan sebesar itu." ucap Arif kepada Sakaru.


"Sudah, sudah , itu hal yang biasa di keluarga kami kok. Kalau begitu ayok kita segera habiskan makan siang kita sebelum bel istirahat selesai." ucap Sakaru kepada Arif.


"Kalau begitu baiklah." ucap Arif kepada Sakaru.


Bel istirahat pun berbunyi dan pelajaran pun berlanjut.


"Murid-murid ,karena tadi ada sebuah kecelakaan dan membuat pak guru pingsan. Hari ini kalian diperbolehkan pulang lebih awal." ucap kepala sekolah.


Para murid pun segera pulang , Sakaru dan yang lainnya pun segera masuk ke dalam mobil. Sesampainya di mansion...


"Kami akan bersumpah setia kepadamu Ketua Ekki."


"Ada apa ini?" tanya Ekki kebingungan.


"Mulai hari ini, anda akan menjadi ketua untuk memimpin geng ini." ucap Draken kepada Ekki.


"Kalau begitu baiklah, tugas pertama yang harus kalian selesaikan adalah menebus dosa yang pernah kalian perbuat. Kalau begitu kalian segera bubarlah." ucap Ekki.


"Baik."


"Aku lelah sekali, aku akan segera pergi kekamar dan tertidur." ucap Ekki.


"Hari ini aku juga akan segera beristirahat di dalam kamar." ucap Sakaru didalam hati.


Sakaru pun tiba-tiba teringat dengan System dan menanyakan energi Chi.


"System, seberapa besar energi Chi yang kumiliki sekarang?" tanya Sakaru kepada System.


[Energi Chi yang Tuan miliki adalah 124.]


"Wah, itu lebih baik dari pada kemarin." ucap Sakaru kepada System.


"Kalau begitu, aku akan menyelesaikan pr yang tadi belum sempat kukerjakan di sekolah." ucap Sakaru.


"System, kerjakan seluruh pr yang belum sempat ku kerjakan." ucap Sakaru kepada System.


[Baiklah.]


"Terimakasih, kalau begitu aku akan segera beristirahat di dalam kamarku." ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun segera pergi ke dalam kamar untuk beristirahat , dan matahari pun sudah hampir terbenam.


"Apa yang akan terjadi besok ya? Kuharap besok terjadi sesuatu yang menyenangkan kepadaku." ucap Sakaru berbicara sendiri.


"Apakah tuan berbicara kepadaku?" tanya Sifa kepada Sakaru.


"Tidak, aku hanya berbicara sendiri. Kalau begitu kalian berdua segeralah tidur agar besok kita bisa bangun di pagi hari." ucap Sakaru.


"Baik." ucap Sifa dan Laura kepada Sakaru.


Mereka bertiga pun langsung tertidur.