
Hari sudah menjelang sore hari, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang.
Dan kini mereka sudah sampai di hotel Cempaka, hotel bintang lima di mana disana Alden adalah salah satu pemegang saham terbesar di sana, namun yang mengelola hotel tersebut bukan Alden melakukan partner bisnisnya, maka dari itu Alden di sana sungguh dirajakan bisa di sebut tamu VIP.
Setelah sampai di depan pintu masuk hotel, Rangga berucap, "Sudah sampai silahkan masuk."
Alden pun membangunkan Kimora yang masih terlelap, "Sayang... ayo bangun! kita sudah sampai."
Kimora langsung mengerjapkan matanya, dan menggeliat lalu perlahan membuka matanya, kemudian Kimora mengelilingi kan pandangannya, melihat sekitar yang terasa asing baginya.
"Dimana kita?" tanya Kimora yang tidak tahu sedang berada di mana.
"Kita berada di hotel Cempaka." Alden memberi tau.
Sontak Kimora terkejut mendengarnya, karena hotel Cempaka salah satu hotel yang terkenal akan kemewahannya dikala itu.
"Yang,,, ngapain kita malah ke hotel?" Tanya Kimora bingung.
"Kita istirahat dulu di sini sayang." jawab Alden .
Lalu petugas segera membukakan pintu mobil Alden kemudian membungkuk hormat.
Alden segera keluar di ikut oleh Kimora.
Di hotel itu Alden sudah punya kamar khusus, yang bisa ia tempati yang sengaja di peruntukan khusus untuk Alden sebagai pemegang saham terbesar.
Alden langsung di sambut dan langsung di antara kan ke kamar khusus tersebut.
Alden berjalan sambil menggandeng tangan Kimora, dan menjadi pusat perhatian semua orang, semua pegawai yang sering melihat Alden menginap di sana baru kali ini mereka melihat Alden datang dengan menggandeng seorang wanita yang sangat cantik.
Mereka pun bergunjing ria.
"Pantas selama ini dia tidak tertarik kepada wanita seperti kita, ternyata wanita tipe nya seperti bidadari." Ucap salah satu pegawai di hotel itu memuji kecantikan Kimora.
"Dari kalangan mana ya wanita ini, selama ini, kita bekerja di sini melayani dan menerima tamu dari kalangan sultan, tapi baru pertama kali ini kita melihat wanita ini." sahut salah satunya lagi.
"Ya, tentu wanita ini bukan wanita sembarangan, buktinya dia mampu menaklukkan hati tuan Alden yang di kagumi banyak wanita." mereka bergunjing saling menyahuti, dan tentunya tidak terdengar oleh Alden maupun Kimora yang memang sudah berlalu menuju kamar hotelnya.
Setelah beberapa menit mereka sampai di kamar hotel yang di peruntukan khusus untuk Alden yang biasa Alden tempati, sebab hampir setiap minggu Alden berkunjung ke hotel tersebut untuk beristirahat memanjakan diri di sana setelah merasa penat bekerja.
"Silahkan masuk tuan nyonya...!" petugas mempersilahkan Alden dan Kimora untuk masuk.
mereka berdua segera masuk, Setelah pintu kamar terbuka.
"Siapkan makanan untuk kami." Kemudian perintah Alden kepada petugas.
"Baik tuan, tapi maaf Anda mau pesan apa?" tanya petugas memastikan menu makanan apa yang Alden inginkan.
Alden pun bertanya kepada Kimora ingin memesan apa saja.
"Terserah kamu saja yang,,, aku mana paham makan di sini." jawab Kimora sambil berbisik.
Alden pun mengerti, "Oo baiklah!" ucap Alden memahami Kimora.
Lalu Alden menyebutkan pesannya, untuk dirinya dan untuk Kimora, bebagai menu, namun satu menu untuk dua porsi.
Petugas pun mencatat pesanan Alden ketika ia menyebutkan nya.
"Sudah tuan , apa tidak ada lagi?" tanya petugas untuk memastikan.
"Untuk saat ini sudah cukup!" tegas Alden.
"Baik tuan, jika begitu saya permis dulu untuk menyiapkan pesanan Anda." petugas pamit.
"Oke silahkan." Alden mempersilahkan.
Terlihat jelas kecanggungan di antara keduanya.
Setelah pelayanan meninggalkan mereka Alden melihat ke arah Kimora yang terlihat tertunduk karena bingung.
"Sayang!" Seru Alden membuat Kimora terhenyak dan langsung melihat kearah sumber suara.
"Iya...!" sahut Kimora lembut.
Alden bertanya sambil tersenyum "are you oke?" sebab Alden melihat Kimora begitu canggung.
Kimora mengangguk "I'm fine " jawab Kimora, senyum Alden makin merekah mendengar Kimora bisa mengimbanginya.
Ya, meskipun Kimora gadis desa, namun Kimora anak yang pintar dan cerdas ketika di sekolahnya, jadi dia mampu menyerap semua pelajaran termasuk bahasa Inggris, meskipun tidak selancar seperti orang yang sudah menguasai bahasa tersebut, tapi Kimora sedikit mengerti dan sedikit bisa untuk menyakitinya.
Pikir Alden Kimora harus sering di ajak berbicara menggunakan bahasa asing, agar jika sedang bergaul dalam kalangan tersebut Kimora tidak perlu canggung lagi.
Melihat Alden tersenyum Kimora mengerutkan keningnya, "Kenapa yang...?" tanya Kimora.
"Oo aku sangat mengagumimu." jawab Alden, sambil bangkit dari duduknya lalu menghampiri Kimora lalu duduk di samping Kimora dengan posisi berhadapan.
Alden meraih tangan Kimora dan menggenggamnya lalu mengecup tangan mulus Kimora, sambil terus tersenyum, membuat Kimora makin salah tingkah, di perlakukan semanis itu oleh Alden pria tampan tajir melintir, sedangkan dirinya hanya seorang gadis desa yang tidak punya apa-apa.
Itulah mengapa Kimora selalu terlihat canggung dan tidak percaya diri.
"Sayang kenapa kamu selalu terlihat canggung dan tidak percaya diri seperti ini?" tanya Alden karena melihat tingkah Kimora.
"Maaf aku merasa tidak pantas di perlakukan seperti ini." Sahut Kimora.
Alden langsung mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Kimora.
"Kenapa begitu, kamu istriku jadi wajar aku memperlakukan mu seperti ini, apa aku harus bersikap kasar dan acuh kepadamu?" Alden bertanya untuk menegaskan.
"Tidak seperti, aku merasa Anda terlalu sempurna untukku, sedangkan aku lebih pantas menjadi pelayanmu." Kimora memperjelas apa maksudnya.
"Cukup Kim,,, jangan pernah bicara seperti itu, karena aku tidak pernah memandang mu rendah seperti itu, justru aku sungguh sangat mengagumi mu, kamu wanita luar biasa bagiku." tegas Alden.
"Selama ini memang banyak wanita yang mungkin lebih segalanya dari kamu, cantik, modis, dan bla, bla, bla... tapi aku tidak pernah tertarik pada mereka, beda halnya kepadamu dari semenjak pertanyaan aku melihat mu aku langsung tertarik dan tergila-gila kepada mu." sambung Alden.
"Sayang ku, jangan pernah ragu dengan perasaanku dan rasa cinta dan sayang ku kepadamu, aku sungguh sangat tulus kepadamu." Alden meyakinkan Kimora.
Karena Alden tau Kimora masih ragu dengannya.
"Aku merasa ini seperti mimpi." ucap Kimora memang merasa ragu dengan kehidupan yang sedang ia jalani.
"Tidak sayang ini bukan mimpi, ini nyata, aku sangat mencintaimu, tetaplah bersama ku apapun yang akan terjadi, karena aku akan mempertahankan mu apapun yang terjadi." ucap Alden kembali meyakinkan Kimora.
"Aku mohon berjanjilah untuk tetap bersama ku apapun yang terjadi, karena kamu lah kekuatan ku sekarang!" Alden merasa sangat takut kehilangan Kimora, ia bicara sambil memeluk erat Kimora.
"Selama kamu ingin bersamaku aku berjanji akan tetap bertahan di sampingmu!" jawab Kimora.
Mengapa Alden bicara seakan takut kehilangan Kimora? karena Alden tau cinta mereka tidak akan mulus semulus kulit wajah Kimora.
Sebab Mami Alden akan menentang hubungan mereka, Alden sadar betul akan hal itu.
Begitu juga dengan kimora dia begitu sadar dan tau diri, ia sebagai wanita rakyat jelata berdampingan dengan seorang Alden seorang pangeran, sudah pasti akan mendapat begitu banyak tantangan.
Akan banyak orang yang meras iri dan tidak suka kepada nya, terlebih Mami Alden sendiri pikir Kimora.
Dan kimora pun mengingat Anggi dan dan Sinta beserta Feby, yang sudah jelas jelas tidak menyukainya. dan sudah pasti akan menentang hubungan mereka dan sudah pasti akan berusaha ingin memisahkan mereka.
Maka dari itu Kimora bertekad akan selalu bertahan jika Alden mengingatkannya untuk bertahan.
Tapi jika Alden tidak menginginkan nya, Kimora akan rela untuk pergi dari kehidupan Alden.