Pernikahan Rahasia Anak SMA 2

Pernikahan Rahasia Anak SMA 2
Sikap Anita berubah


Zara terus memaksa turun dari gendongan suaminya. Karena Zara yang terus bergerak-gerak dan berontak, akhirnya Andra menurunkan Zara dengan terpaksa.


"Hiii bapak apa-apaan sih, teman-teman pasti lihatin kita, Pak!" seru Zara sembari celingukan melihat ke kanan dan ke kiri.


"Memangnya kenapa? Kamu kan sakit? Wajar dong Aku bawa Kamu ruang perawatan." balas Andra dengan santai.


"Iya ... tapi nggak usah pakai gendong segala, lagipula saya sudah sadar dan bisa jalan sendiri." kilah Zara dengan menahan kesal.


"Ya udah ya udah, sekarang ganti bajumu, setelah itu kita kembali ke sekolah." setelah mengatakan hal itu Andra segera pergi meninggalkan Zara. Dan Zara pun segera menuju ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam olahraga.


Zara mulai masuk ke dalam kamar mandi cewek, di sana banyak teman-teman nya yang juga sedang mengganti pakaiannya. Tak terkecuali Anita yang sekarang dekat dengan Tina. Saat itu Anita sudah lengkap memakai seragam olahraga dan bersiap untuk keluar dari kamar mandi. Sementara Zara terlihat baru saja masuk dan melihat Anita yang sedang bersama Tina.


"Hai Nit! Kamu sudah ganti baju rupanya. Tunggu Aku ya!" seru Zara kepada Anita yang cuma menatap Zara dengan kesal. Kemudian Anita berjalan melewati Zara yang saat itu mulai membuka pintu bilik kamar mandi.


"Menunggumu? Enak sekali. Kamu pikir kamu putri raja," setelah mengatakan hal itu, Anita pun segera keluar dari kamar mandi dengan wajah sinisnya. Sontak tentu saja itu membuat Zara sangat terkejut, ada apa dengan Anita? Kenapa tiba-tiba saja Anita bersikap seperti itu.


"Anita? Dia kenapa? Ohhh ... mungkin saja dia sedang mengerjai ku." pikir Zara yang masih positif thinking terhadap sahabatnya itu. Namun, tiba-tiba saja Tina menghampiri Zara dan berkata kepada teman yang selalu menjadi musuh bebuyutan itu.


"Huuuu punya mulut tuh dijaga! Nyerocos saja kayak petasan. Pergi sana! Bikin emosi aja, yang murahan itu kamu apa Aku, siapa tuh yang suka ngerayu tukang siomay di depan sekolah, udah tahu tukang siomay punya istri, eh digangguin. Kayak nggak laku aja jadi cewek." umpat Zara sembari mengingatkan Tina, jika gadis itu pernah mengganggu tukang siomay yang biasa berjualan di depan sekolah. Dan si istri tukang siomay itu datang ke sekolah dan melabrak Tina. Akhirnya Tina dipanggil ke ruangan BP, dan Andra lah yang menanganinya.


"Huuhh ... ingat ya, Zara! Kamu pasti akan menyesal sudah membuat gara-gara denganku, dan Aku pastikan semua teman-teman akan menjauhi mu, tidak perduli kamu adalah anak dari Pak Harun, karena apa yang kamu lakukan itu sungguh memalukan. Dan Aku akan menunjukkan kepada semua orang jika Zara adalah seorang yang munafik, ternyata Zara tidak lebih dari seorang wanita murahan."


Setelah mengatakan hal itu, Tina segera pergi untuk menghindari balasan dari Zara, alih-alih ingin segera keluar dari kamar mandi dan menghindari balasan dari Zara, Tina justru terpeleset dan dirinya jatuh terjengkang di atas lantai.


"Braaakkkk!"


"Aduuuhhh ... kakiku!"


Spontan Zara tertawa melihat Tina yang sedang terjatuh.


"Syukurin! Mampus tuh, kuwalat! Makanya punya mulut itu dikunci, sebel lihat cewek kayak kamu." Zara pun tidak menolong Tina, justru dirinya segera masuk ke dalam kamar mandi dengan santai.


...BERSAMBUNG ...