
Lalu setelah makan makan mereka bergegas menuju ke desa greenwolrd , untuk mengalahkan Phoenlizard.
:" itu dia phoenlizard " ucap Lin sambil menunjuk monster yang sedang mengamuk
:" hmmm...sepertinya monster itu lumayan kuat ?" Ucap Yuan
:" ayo kita serang bersama sama " ucap Lin
Lalu mereka menyerang monster tersebut dengan sekuat tenaga , namun karena monster itu terlalu luat , akhirnya mereka kewalahan.
:" huh...huh...huh...monster itu terlalu kuat , sangat sulit melawannya dengan pedang seperti ini " ucap Lin
:" huh...huh...aku yang menggunakan pedang legendaris saja , hampir tidak bisa menggoresnya " ucap Yuan
:" collaborasi , teknik collaborasi apa kau masih ingat , dulu waktu kita mengalahkan King Devil ?" Ucap Lin kepada Yuan
:"collaborasi , tapi teknik itu juga membutuhkan kekuatan dari sang Dewi kelinci , ingatkan dewi kelinci juga ikut membantu waktu itu " ucap Yuan
:" sayang sekali dia sudah tidak ada di bumi ini " ucap Lin sedikit kecewa
:" tidak apa kita berusaha sendiri , ayo gabungkan kekuatan kita !" Perintah Yuan
:" baiklah..." jawab Lin , lalu mereka menggabungkan kekuatan mereka , saat itu ada cahaya biru turun dari langit dan langsung menyambar pedang mereka , lalu mereka berlari dan di tebaskannya pedang mereka kepada Phoenlizard dan akhrinya monster itu pun tumbang.
:" akhirnya monster itu berhasil di kalahkan , terima kasih Yuan " ucap Lin berterima kasih.
:" jangan berterima kasih padaku , berterima kasihlah pada dewi kelinci , sepertinya ia yang telah membantu kita " ucap Yuan sambil memandangi langit
:" terima kasih dewi kelinci , engkau telah membantuku melindungi desaku " ucap lin sambil memandangi langit juga.
Lalu Yuan pun pergi kembali ke kerajaannya
:" kalau begitu aku pergi dulu " ucap Yuan
:" baik terima kasih banyak Yuan " ucap Lin dengan sedikit merundukkan kepalanya.
Sesampainya di istana
:" kakak...dari mana ?" Tanya Yin
:" kakak dari desa greenworld untuk mengalahkan monster " ucap Yuan
:" oohh...baiklah " jawab Yin dengan singkat
:" apa monster itu sangat kuat tuan Raja ?" Tanya pangeran Vion
:" ya...dari mana kau tau ?" Ucap Yuan penasaran
:" sebab saya tidak pernah melihat Tuan Raja kewalahan seperti ini , hingga keringat bercucuran di mana mana " ucap Pangeran Vion
:"huh...rupanya kau cerdas juga ya , pangeran muda , jika kau ingin menjadi pendamping adikku , maka kau juga harus bisa mengalahkan monster" seperti itu agar kelak bisa melindungi adikku " ucap Yuan
Pangeran Vion dan putri Yin sudah semakin akrab , hubungan mereka juga semakin erat , tinggal menunggu kapan tanggal pernikahan mereka.
Lalu Raja pun masuk ke istana , sementara Pangeran Vion dan putri Yin sedang asyik mengobrol di taman sambil memakan apel
:" lihat burung burung yang berterbangan itu indah sekali bukan ?" Tanya pangeran Vion
:" iya benar , langitnya juga begitu cerah " ucap putri Yin
:" lihat bunga mawar yang bermekaran itu cantik sekali kan ?" Ucap pangeran Vion
:" iya benar..." jawab Putri Yin
:" kau secantik bunga bunga itu tuan putri " ucap pangeran Vion sambil mengelus pipi putri Yin.
:"hehe...kau bisa saja " ucap putri Yin dengan perasaan malu , jantungnya berdebar debar .
namun di saat saat kemesraan mereka rupanya ada seorang gadis berpenampilan kumuh di luar gerbang ia terus memperhatikan mereka , sepertinya gadis kecil itu menginginkan apel yang berada di keranjang tuan putri.
:" apa kau lihat ada seseorang disana ?" Ucap pangeran Vion
;" iya kau benar ayo kita hampiri dia !" Ucap putri Yin
Lalu mereka menghampiri gadis tersebut
:" heyy ...gadis kecil , apa yang kau lakukan disini ?"tanya putri Yin
:"aku lapar , aku mau apel itu " ucap gadis kecil itu
:" apel ini , bawalah sekeranjang apel ini , dan bagikan dengan keluargamu !" Ucap putri Yin
:" te...terima kasih banyak tuan putri " gadis itu berterima kasih dengan sedikit menundukkan kepalanya
:" sama sama " jawab tuan putri sambil tersenyum
Lalu gadis itu pun pergi meninggalkan istana , tuan putri pun menangis melihat keadaan gadi kecil tersebut.
:"tuan putri ku syg...ada apa , mengapa engkau menangis ?" Ucap pangeran Vion sambil mengelus kedua pipi sang putri
:" gadis itu.. keadaan gadis itu , sangat menyentuh hatiku , ia mengingatkanku pada diriku yang dulu , hidupnya pasti susah sekali , gadis seusianya yang seharusnya bermain dengan temannya justru harus bekerja keras demi keluarganya" ucap putri Yin sedih , ia terus meneteskan air matanya
:"sudahlah...jangan menangis , aku tau perasaanmu , tapi usap dulu air matamu itu , aku tidak mau jika kau sedih " ucap pangeran Vion sambil mengusap air mata sang putri dan memeluknya.
Akhirnya tuan putri merasa lebih tenang dan mereka kembali masuk ke kerajaan dan cuaca seketika mendung dan turunlah hujan.
Pesan moral : jangan sungkan untuk berbagi , jangan lupakan manusia hanya karena harta , jika sudah berada di atas jangan lupa yang di bawah ya , oke !!!
Asyiaapppp...😂