
Setelah mendengarkan penjelasan dari Kakek Tua Ular, Xiaozi kemudian merenung sebelum memutuskan.
“Apa yang harus aku lakukan kek?” tanya Xiaozi
“Pergilah ke Kerajaan Ular dan ambil Mustika Ular untuk mengembalikan wujud asliku. Ssshhh...” sahut Kakek Tua Ular tersebut
Bagaimanapun kakek ini satu-satunya orang dari dunia asalnya yang ditemui hingga saat ini di dunia monster ini. Jadi Xiaozi berjanji akan membantunya.
“Dimana Kerajaan Ular itu kek?” tanya Xiaozi
“Kerajaan Ular berada di wilayah tengah di seberang sungai Yingze tepat di bawah Gunung Lushan. Sshhh... “ sahut Kakek Tua Ular
“Terima kasih nak. Ssshhh... Bawalah beberapa benda milikku ini untuk hadiahmu karena telah bersedia membantuku, lagipula benda-benda ini sudah tidak berguna untukku. Sshhh...” kata Kakek Tua Ular sambil memberikan cincin penyimpanan miliknya pada Xiaozi.
Di dalam cincin tersebut terdapat beberapa emas, pakaian dan juga gulungan kitab dari dunia asalnya.
Xiaozi lalu mengambil gulungan kitab tersebut dan terkejut membacanya.
“Kitab Tapak Semesta?”
“Hahaha... itu adalah salah satu jurus yang pernah aku pelajari di dunia kita nak. Aku belum menguasai keseluruhannya namun sudah harus pergi ke dunia ini. Kini aku merasa itu sudah tidak berguna untukku” sahut Kakek Tua Ular tersebut.
Xiaozi kemudian menyimpan kembali gulungan tersebut lalu berpamitan untuk pergi bertemu kedua temannya yang menunggu di gua bagian luar.
Shan Mui dan Chen Yan yang cemas tampak senang saat melihat munculnya Xiaozi kembali dari dalam gua.
“Shan Mui, kita harus pergi ke gunung Lushan terlebih dahulu. Kamu tahu dimana Gunung Lushan?” tanya Xiaozi pada Shan Mui
“Gunung Lushan terpisah oleh sungai Yingze diseberang Gunung Wushan. Letaknya di sebelah timur Hutan Pinus Purba ini. Gunung Lushan berada di wilayah tengah yang merupakan wilayah klan binatang” sahut Shan Mui
Xiaozi merenung mengingat pesan kakek Tuo untuk menemui kakak seperguruannya di Gunung Wushan. Namun kini dia harus ke Gunung Lushan terlebih dahulu membantu kakek tua ular.
“Baiklah. Mari kita kesana” ajak Xiaozi
“Mengapa kita tiba-tiba harus kesana?” tanya Shan Mui
“Kita harus membantu kakek tua ular itu mendapatkan Mustika Ular dari kerajaan ular” sahut Xiaozi
“Kerajaan Ular? Daerah Itu sangat berbahaya” wajah Chen Yan berubah pucat mendengarnya.
Xiaozi lalu mengeluarkan beberapa tumpukan emas yang berada didalam cincin penyimpanan kakek tua ular yang diberikan padanya.
“Ini hadiah yang diberikan oleh kakek tua ular tersebut pada kita karena telah bersedia membantunya” kata Xiaozi datar.
“Ayo kita segera berangkat menuju Kerajaan Ular!” tiba-tiba wajah Chen Yan berubah bersemangat setelah melihat tumpukan emas ditangan Xiaozi.
Shan Mui memegang dahinya melihat kelakuan Chen Yan yang langsung silau melihat tumpukan emas.
“Baiklah. Jika sudah diputuskan. Mari kita berangkat menuju Kerajaan Ular” sahut Shan Mui tanpa ekspresi
“Aneh. Aku dengar Shan Mui selalu kaku dan tidak mudah menerima pendapat orang lain. Terutama tentang arah perjalanan. Mengapa dia semudah ini untuk mengikuti arahku?” pikir Xiaozi
Shan Mui melihat ke luar gua, tampak hujan sudah reda. Lalu dia mengajak Xiaozi dan Chen Yan untuk segera pergi meninggalkan Hutan Pinus Purba dan menyeberangi sungai Yingze kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gunung Lushan.
Kerajaan Ular di Gunung Lushan sebenarnya terbagi menjadi dua wilayah. Wilayah luar yang berada di luar Gunung Lushan dan wilayah dalam yang berada di dalam gua di Gunung Lushan. Istana Kerajaan Ular berada di wilayah dalam.
Ketika tiba di kota kecil wilayah luar Kerajaan Ular, tampak penghuni dari beragam klan binatang berada di wilayah tersebut.
Saat mereka tiba di kota kecil tersebut, seluruh mata dari klan binatang melihat kearah kedatangan mereka
“Para pemburu monster” bisik salah satu dari mereka sesama temannya
Shan Mui yang memimpin di berjalan di depan segera menuju tempat peristirahatan untuk membeli makanan.
“Ah, aku paling tidak suka makanan dari wilayah klan binatang” gumam Xiaozi mengingat menu makanan dari klan kadal saat itu.
Ketika mereka duduk di sebuah meja, Shan Mui lalu memanggil pelayan dan memesan buah-buahan.
“Buah? Kita bisa memesan buah-buahan dan bukan menu dari mereka?” tanya Xiaozi pada Shan Mui
“Aku tidak suka menu dari klan binatang. Jadi aku selalu memesan buah-buahan dari mereka” sahut Shan Mui
Wajah Xiaozi berubah biru mengingat menu makanan dari klan kadal dalam benaknya.
“AAhh.. Aku pikir kita hanya bisa memesan makanan sesuai menu mereka yang aneh” kata Xiaozi menyesali kejadian di kota kadal.
“Jika kamu mau, aku bisa memesankan untukmu” sahut Shan Mui lagi.
"Ah, tidak... tidak, aku lebih baik makan buah-buahan saja” sahut Xiaozi yang langsung menolaknya
Chen Yan yang dari tadi melihat sekeliling mereka kemudian berbisik mendekatkan kepalanya pada mereka berdua.
“Apa rencana kalian untuk mendapatkan Mustika Ular?” bisik Chen Yan
“Kita masuk ke Istana Ular lalu mengambilnya” sahut Xiaozi pelan
Wajah Chen Yan menjadi kesal mendengar jawaban Xiaozi karena rencana itu terlalu sederhana dan terdengar mudah namun sulit untuk dilaksanakan.
“Kita kumpulkan dulu informasi tentang Istana Ular. Baru menuju kesana untuk melihat-lihat” sahut Shan Mui
“Bagaimana kita mengumpulkan informasi tentang Istana Ular?” bisik Chen Yan berdua dengan Shan Mui
Wajah mereka berdua mendekat dan saling berbisik untuk menyusun rencana menanyakan informasi tentang Istana Ular.
“Kakak, dimanakah Istana Ular berada?” tiba-tiba Xiaozi bertanya langsung pada pelayan klan ular yang datang membawa buah-buahan.
“Ssshh... Istana Ular berada di dalam gua yang merupakan wilayah dalam kerajaan ular. Kalian bisa masuk melalui gua di belakang kota kecil ini. Ssshhh...” sahut pelayan klan ular itu santai.
“Terima kasih kakak” sahut Xiaozi padanya
Ketika pelayan klan ular itu pergi, Shan Mui dan Chen Yan tertegun memandang ke arah Xiaozi dengan tatapan tidak percaya.
“Se.. Semudah itu mencari informasi tentang Istana Ular?” Chen Yan terkejut
Mereka berdua telah berbisik cukup lama menyusun rencana untuk mencari tahu keberadaan Istana Ular, namun Xiaozi hanya bertanya pada pelayan langsung mendapatkan informasi tersebut.
“Kenapa kalian memandangku dengan tatapan aneh seperti itu?” tanya Xiaozi sambil mengambil buah di depannya lalu memakannya.
“Diduniaku ada peribahasa takut bertanya sesat dijalan. Jadi sebaiknya langsung bertanya daripada kita tersesat saat mencari Istana Ular itu” kata Xiaozi dengan tenangnya sambil mengunyah buah dimulutnya.
“Baiklah. Setelah cukup makan, kita segera berangkat menuju Istana Ular di dalam gua yang telah ditunjukkan” kata Shan Mui sambil mengunyah buah yang diambilnya.