
"Apakah kau yakin di dalam batu ini ada material yang sangat hebat? Biasanya material yang hebat memancarkan sebuah Aura khusus tapi bagiku ini adalah batu biasa" Ujar Leo sambil membolak-balikkan batu yang ada di tangannya.
Baginya tidak ada yang istimewa pada batu yang ada di tangannya, tapi karena Lili meminta Leo untuk membawanya dan mengatakan bahwa di dalam batu itu ada sesuatu yang sangat bagus maka Leo memutuskan untuk membawanya kembali.
"Kak Leo aku sangat yakin bahwa di dalam batu ini terdapat sesuatu yang sangat hebat, aku sudah masuk ke semua batu yang ada di toko Paman penipu itu, tapi hanya batu ini yang nampak sangat berbeda, dalam batu ini terdapat sebuah batu kristal berwarna biru cerah yang memancarkan kekuatan misterius, Aku tidak tahu kekuatan misterius seperti apa itu, tapi kekuatan itu sangat hangat bahkan ketika aku berada di dekatnya aku merasa bahwa aku berada di surga" Ujar Lili sambil memejamkan matanya membayangkan apa yang baru saja dialami.
"Sebuah kristal berwarna biru cerah yang memancarkan kekuatan misterius, sepertinya aku pernah melihat benda yang sama tapi di mana" Charles sambil memikirkan banyak hal baik dari pertemuannya dengan kubus misterius ya memang memiliki warna yang sama sekaligus sama-sama memiliki Aura khusus, tapi Leo mengesampingkan hal itu karena kubus misterius yang ada dalam tubuhnya dan menyatu dengan tulang dan dagingnya saat ini sepertinya sangat berbeda dengan kristal berwarna biru yang dimaksud oleh Lili.
Leo Terus mengingat-ingat mengenai kristal biru di dalam kepalanya tapi seberapa keras Leo berusaha mengingatnya Dia masih tetap tidak mengingat di mana Dia pernah melihat kristal berwarna biru cerah yang dimaksud oleh Lili.
"Sepertinya aku hanya bisa melihat kristal biru itu setelah menghancurkan batuan yang menutupinya" Ujar Leo dia melanjutkan perjalanannya mencari Ryan.
Karena keributan yang berlangsung di pasar sebelumnya maka Leo tidak bisa terus berada di sana karena bisa saja pedagang yang dia singgung mengejarnya sampai ke ujung Dunia.
Bagaimanapun Leo telah menghancurkan bisnis yang dibangun selama lebih dari 15 tahun, jika orang tidak menyimpan dendam terhadap Leo maka kemungkinan besar orang itu sudah gila karena setiap orang yang waras pasti akan mencoba membalaskan penghinaan seperti penghinaan yang dilakukan oleh saya sebelumnya.
"Aku tidak berpikir bahwa orang itu akan melepasku begitu saja setelah apa yang aku lakukan, aku harus waspada" Ujar Leo.
…..
"Kak Rion, aku butuh bantuan kakak untuk menyingkirkan seseorang, berapapun biayanya, aku akan memberikan kepada kakak tapi tolong pastikan bahwa orang ini tidak akan bisa hidup" ujar pedagang itu yang mana saat ini dia menemui beberapa berandalan, salah satu dari mereka memiliki luka sayatan memanjang di wajahnya dan orang itulah yang diajak oleh pedagang itu untuk bernegosiasi.
"Ck..ck..ck... Kalau begitu berikan aku 10 juta maka aku akan memikirkan orang yang kau maksud" Ujar berandalan itu yang mana membuat pedagang sangat terkejut.
Anak kecil yang baru saja menghancurkan usahanya harus mati cepat atau lambat dan dia ingin memastikan kematian orang itu sendiri.
"Baiklah kak aku akan memberikan 10 juta ketika kakak sudah membereskan orang itu, tapi tolong kak Rion pastikan bahwa orang yang aku maksud benar-benar mati!" ujar pedagang itu sambil mengepalkan tangannya.
"Kalau begitu kamu ikut denganku kita akan mencari anak itu bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun" Ujar Rion kemudian dia melangkahkan kakinya pergi diikuti oleh banyak perundangan lainnya dengan senjata lengkap serta pedagang yang melaporkan tindakan yang dilakukan oleh Leo sebelumnya.
"Anak kecil kau akan mati hari ini" Guman pedagang itu sambil berjalan mencari keberadaan Leo.
….
Sementara itu saat ini Leo tengah duduk di sebuah kursi di tepi jalan sambil memandangi batu yang baru saja dia dapatkan, apa yang dikatakan oleh Lili sebelumnya ternyata adalah benar.
Batu yang ada di tangan Leo saat ini bukanlah batu biasa karena dengan metode yang sama seperti sebelumnya, Leo hanya bisa mengikis batuan yang membungkus kristal berwarna biru cerah yang dimaksud oleh Lili, sedikit demi sedikit.
Leo tidak menyadari bahwa ketika dia melakukan hal itu beberapa orang tengah berjalan menuju ke arahnya dengan banyak senjata yang mereka siapkan ditangan masing masing.
"kak Rion itu anak yang ingin aku habisi, tapi aku tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya jadi mohon bantuannya Kak Rion!" Ujar pedagang itu sambil menunjuk ke arah Leo.
"oh aku kira anak seperti apa ternyata hanya anak kecil yang terlihat berusia belasan tahun, sepertinya kau akan memberikanku uangmu secara gratis"Ujar Rion kemudian dengan tongkat pemukul yang ada di tangannya, Rion berjalan menuju ke arah Leo.