
Pagi menjelang di kamar sederhana milik Zee Zee dan Dewangga. Tangan lentik itu masih memeluk erat tubuh tegap bertato milik suaminya. Dengkuran halus juga masih terdengar halus dari mulutnya. Jam dinding sudah menunjukkan pukul enam pagi, namun Zee Zee seolah masih begitu nyaman berada dalam dekapan Dewangga. Ia masih enggan beranjak dari sana meskipun Dewa sejak tadi mengajaknya untuk bangun.
Dewangga kembali menggerakkan tangannya menyentil ujung hidung wanita cantik itu.
Zee tak menjawab. Alih alih sege...