Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop

Merubah Hidup Dengan Skill Online Shop
Chapter 64 - Kunjungan Teman-teman Alce, Aira dan Airel Part 2


POV Sion


"Selamat datang, Nona Riese, Nona Anna dan Tuan Rain"


""" Kami pulang, Sion"""


""" KAKAAAAKKK"""


Alice, Aira dan Airel melambai dari tangga dan segera kembali ke atas.


"Eh apa mereka sangat sibuk? "


Riese bertanya dengan bingung.


"Bukan begitu, Nona. Para Nona muda sedang menemani Teman-teman mereka. "


"Oh, Begitu ya? Anna, Rain. Mari kita sapa mereka"


"Ayo"


"Eh~ Aku juga"


"bukankah harus seperti itu? kamu adalah kakak mereka kan? "


".... baiklah"


Rain sepertinya sangat lesu.


"Kenapa kamu sangat tidak bersemangat? "


"... tidak apa-apa kak Riese"


"Hm? Apa orang yang kamu sukai direbut orang lain? "


"...... "


Rain sepertinya terkejut karena pertanyaan Anna.


"Bohong, apakah benar begitu? "


"I-itu tidak benar"


Rain terlihat sangat panik. Sepertinya itu benar.


"A-Ayo kita sambut Teman-teman Alice, Aira dan Airel"


Rain segera melarikan diri dari pembahasan ini.


Kami menuju lantai atas, tepatnya kamar Anak-anak karena Riese dan yang lainnya ingin menyapa teman-teman anak-anak.


"Halo, Apakah kalian teman-teman Alice, Airel dan Aira? "


"Halo semua"


"Ha-Halo"


"""Halo, Kakak semuanya"""


"Kakak, Ini teman-teman Alice"


"Benar, kak. ini teman Airel Juga"


"Kak Riese, Kak Anna, Kak Rain. Perkenalkan ini Nori, Cindy dan Reina. Teman-teman, ini Adalah Kak Riese, kak Anna dan Kak Rain"


"Halo, Apa kalian senang bermain disini? "


Riese menanyakan itu.


"Ya, Kak Riese. Disini sangat menyenangkan. Ada banyak mainan dan makanan Enak"


"Hahaha begitu ya, Semoga kalian sering bermain ke sini"


"Tentu saja, Kak Riese"


"I-itu, Kak Anna, Bisakah kamu mengajariku bermain piano? "


"Hm, Reina ya? oke tentu, tidak masalah"


"A-Aku juga Mau"


"Baiklah, Biarkan aku berganti pakaian dan makan dulu, oke? "


""baik, kak""


"Apa kalian sangat menyukai musik? "


Nori bingung dengan tingkah cindy dan Reina


"Nori, Semua yang berasal dari wilayah Aegnor sangat menyukai musik"


"itu benar"


"Aku lebih tertarik dengan teknologi"


"hm, Apa Nori suka teknologi? "


"itu benar, kak Riese"


"Sebenarnya penerangan di ruangan ini berasal dari teknologi baru"


"Eh, Benarkah? ini bukan sihir cahaya? "


"Tentu saja. mau aku ajak melihat sistemnya? "


"Aku mau, Kak Riese"


"Baiklah, akan aku temani sebentar"


""" Kami juga akan ikut"""


Alice, Aira dan Airel sepertinya tidak ingin di tinggalkan begitu saja.


Setelah Riese, Anna dan Rain berganti pakaian dan Makan, mereka segera menemani teman-teman Anak-anak bermain.


"" Ooohhh""


Anna mengajari anak-anak dasar piano agar mudah dimainkan. aku juga melihatnya dan ini sebenarnya cukup sulit untuk dipelajari daripada memasak.


"Ini sangat sulit, Kak Anna"


"Bagaimana? Tidak semudah itu kan Belajar piano? "


"Ya, tapi aku sangat menyukainya ini menyenangkan kak Anna"


Aku paham. ini sama seperti memasak bagiku. sebelumnya tuan Martin memberi buku resep dimana aku mempelajarinya dan mengeksplorasinya. walaupun sulit tapi mempelajarinya sangat menyenangkan.


Setelah mempelajari piano, Kami kemudian lanjut mempelajari apa yang disebut kelistrikan.


"Baiklah anak-anak, ini adalah panel surya. ini memiliki fungsi menyerap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi yang bernama listrik. cara kerja panel surya sendiri secara sederhana dibagi menjadi tiga.


pertama, Panel surya mengubah energi dari matahari menjadi listrik.


kedua, Inverter mengubah listrik yang dihasilkan oleh panel surya dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC).


dan terakhir Energi yang dihasilkan akan digunakan untuk memberi daya pada peralatan listrik didalam mansion. "


"Itu, kak Riese, Apa itu listrik? "


"hm, mudahnya itu adalah energi yang ada didunia. mirip seperti sihir. Bisa dibilang itu mirip seperti api tapi mengalir seperti air"


"Hm, teori yang sangat rumit"


"Hahaha, Nori, jangan dibuat pusing, ini memang diperlukan pelajaran yang mendalam. suatu saat kamu pasti akan paham"


Ini memang teori yang sangat rumit. aku harus mengakui bahwa Riese memang sangat pintar. Diantara semuanya, Riese adalah pembelajar nomor satu dan untuk seni Anna lebih unggul. Tuan selalu mengatakan setiap orang mempunyai keunikannya masing-masing.


Saat kami sedang mengobrol dan mempelajari banyak hal, Tuan Martin keluar bersama dengan tuan Marquiss Torstein dan seorang gadis yang cantik.


""Eva!! ""


" Riese, Anna!!! "


Sepertinya dia adalah teman Riese dan Anna.


"Kakek!! "


"Cucuku!!! "


sepertinya tuan Martin mengajak Tuan Marquiss karena ada cucunya disini. Tuan Martin memang adalah orang yang peka.


"Sion, Terimakasih sudah menjaga mereka. kuharap mereka tidak merepotkanmu"


"tidak, Tuan. Anak-anak sangat baik dan imut, mereka juga sangat sopan dan pandai. apalagi, Nona Riese dan nona Anna yang banyak mengajari mereka hal-hal Baru"


"Tidak, Pak Guru. nona Sion juga sangat hebat. Masakannya sangat enak"


Nori tiba-tiba menyela. Ini sepertinya wajar untuk pemikiran bangsawan. mereka akan memberikan kredit khusus apabila mereka menyukai pelayanan yang diberikan.


"Terima Kasih atas pujiannya, Nona Nori"


"un"


"Sion, jika pelayan dan penjaga Asrama datang, tolong kabari kalau aku akan mengantarkan mereka. Aku akan mengajak mereka bermain di Wilayah Wilson"


"Baiklah Tuan"


"Riese, Anna, Eva, Rain, Apa kalian ingin ikut? atau tetap di sini? "


"Kami akan disini paman, aku dan Anna akan menemani Eva Bermain di ibukota"


"Aku akan ikut, paman"


Baiklah, Jaga diri kalian. Rain ayo pergi "


"ya"


Dengan begitu, mereka segera menuju wilayah Wilson.


****


POV Martin


aku mengajak anak-anak untuk melihat wilayah Wilson. ini bagus untuk mempromosikan wilayahku. siapa tahu saat mereka pulang mereka akan menceritakan ini ke teman-teman mereka sampai dengan orang tua mereka. dengan begitu Pendudukku bisa bertambah banyak.


Aku juga mengajak Marquiss Torstein menemui cucunya karena dia mungkin saja rindu dengannya.


Seperti yang aku duga, saat bertemu, mereka langsung berpelukan. Marquiss mengatakan kejutan yang aku berikan sangat menyenangkan baginya.


"Baiklah, Anak-anak, kali ini kita akan bermain di wilayah pak guru. ini masih dalam proses pembangunan dan aku harap kalian bisa menikmati waktu disana"


"teman-teman disana ada Rusty, Amber, Ruby dan Spot. kalian pasti menyukainya"


"Siapa itu Alice? "


"Mereka adalah hewan peliharaan kami"


"Apakah kalian memiliki hewan peliharaan? "


"tentu saja"


"aku sangat iri"


"Aku juga"


"aku juga punya peliharaan dirumah, namanya Saki"


"Kalau begitu, kapan-kapan ajak kami bermain ditempatmu, Nori"


"Baiklah"


Sepertinya anak-anak sangat tertarik dengan hewan peliharaan. yah hewan peliharaan memang menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak.


"Ayo, semuanya, kita ke wilayah Wilson"


"OOoooohh"