
Pak Lingga pun tersenyum setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Agam dia sangat senang ternyata laki laki itu selalu bisa menerima apa yang Kirana lakukan...
"Papa sangat bersyukur memiliki anak sepertimu Agam percayakan bahwa suatu saat nanti Kirana pasti akan mencintaimu Papa akan selalu membantu kamu jika dia berulah kamu harus segera memberi tahu biar nanti Papa yang akan menegurnya."Pak Lingga pun berbicara dengan sangat antusias..
Agam pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya dan kemudian Agam pun membuatkan Pak Lingga secangkir teh hangat dan kemudian mengantarkannya kedalam kamar Ayah mertuanya itu..
"Pa minum teh hangatnya dulu biar jantung Papa enakan habis ini Agam mau kembali ke kantor ya soalnya masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan."Agam pun langsung berpamitan untuk kembali ke kantor..
****
Beberapa saat kemudian Agam sudah sampai di kantor di sana Agam melihat Kirana yang sedang marah marah entah apa kesalahan yang di buat oleh Hanna sekertaris pribadinya.
Kirana pun menatap kearah Agam yang kini berdiri di hadapannya sembari melipatkan kedua tangannya..
"Untuk apa Mas disana apa mau jadi pendengar?"ucap Kirana ketus...
Agam tersenyum kemudian menyuruh Hanna untuk kembali keruangannya..
"Hanna kamu kembali saja keruangan kamu ya biar ini saya yang selesaikan."Agam pun berbicara dengan sangat lembut tiba tiba saja hati Krian merasa sedikit gelisah melihat suaminya begitu baik pada wanita lain.
Kirana pun langsung masuk kedalam ruangannya dengan mengenakan pintu yang cukup kencang. Agam yang melihat itu pun langsung mengikutinya...
"Untuk apa kamu masuk kesini!"ucapan Kirana terdengar sangat menjengkelkan..
Agam pun tak menjawab apa yang di ucapkan oleh Kirana dia hanya merasa bahwa Kirana sedang emosi..
Kirana pun menatapnya dengan tatapan yang kurang yakin bahwa dia akan menepati janjinya padanya.
"Jika kamu akan menepati janjimu kenapa kamu malah semakin dekat dengan Papa kalau begini kan nanti Papa pasti akan terluka."Kirana pun mulai berbicara..
Agam tersenyum seolah menertawakan Kirana jika bukan Agam yang memperhatikan Pak Lingga siapa lagi sementara Kirana tahunya hanya berpacaran dan marah itu saja..
"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai seorang menantu aku memperhatikan Papa bukan untuk maksud lain aku hanya tak ingin beliau tahu bahwa kamu masih berhubungan dengan kekasihmu itu.. Kirana aku tak pernah ingin ikut campur dengan urusan kamu jika kamu mau selingkuh ya silahkan kamu mau berhubungan dengan siapapun itu hak kamu tapi aku hanya minta satu hal jangan pernah kecewakan kepercayaan yang Pap berikan padamu itu saja."Agam pun langsung berdiri dan kemudian dia kembali kedalam ruangannya...
Sementara omongan Agam terdengar begitu menohok di telinga Kirana. Kirana tak pernah menyangka bahwa Agam akan mengatakan hal itu..
"Aku benci dengan semua ini aku benci dengan kamu Mas aku benci."tiba tiba saja dia marah marah tak jelas.
******
Pada malam harinya Kirana pun pulang lebih dulu di bandingkan Agam,Agam masih berada di kantor untuk lembur Agam ingin menyelesaikan semuanya..
Tiba tiba ponselnya berdering ternyata itu adalah telfon dari Surya salah satu orang kepercayaan Agam yang di minta untuk mengurus bisnisnya di London dan Singapura.
"Iya Surya ada apa?"tanya Agam sembari terus saja menatap kearah layar laptopnya.
Surya menjelaskan bahwa mereka telah berhasil memenangkan tander besar dengan keuntungan yang mencapai dua triliun,Agam pun tersenyum kini dia tahu bahwa perjuangannya tak sia sia.