Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 60 Stroke


Pernah diantara kita berkeinginan melabrak atau membalas dendam orang yang melukai kita bahkan saat balas dendam kita lakukan ada rasa lega pada diri kita .


Firma , salah satu nya perempuan yang menyimpan dendam akan tetapi masih terkurung dalam ketidak tega an untuk membalas dendam . Hati nya terlalu lembut untuk di sakiti .


" Bagaimana cara ku menjelaskan pada kedua orang tua ku tentang perceraian yang sudah terjadi ini ? " . Firma memang belum memberitahu kedua orang tua nya tentang yang dia hadapi .


Dia hanya ingin menjaga hati kedua orang tua nya supaya tidak merasa bersalah karena telah memaksanya menikah .


Tet tet !


Bel rumah berbunyi , Firma mengintip dari jendela . " Cepat juga dia sampai di sini , apa dia memang di kota ini ? " . Gumamnya .


Dia berjalan santai membuka pagar dan menyuruh tamu nya masuk .


" Masuklah , kamu punya waktu setengah jam untuk mengutarakan maksud kedatanganmu me sini ! " . Firma berkata tegas sebab dia tidak mau berbelit - belit lagi .


" Kenapa gak masuk di dalam aja bu , saya gerah " . Luai protes sebab hanya di persilahkan duduk di kursi teras saja .


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.40 tapi hawa nya memang sangat gerah apalagi dari luar .


" Di sini saja sudah cukup , silahkan katakan apa mau mu ? " .


Lusi mendecih dengan kondisi hamil mendekati usia persalinan memang bukan lah hal mudah baginya utk kemana - mana apalagi yang di tempuh juga jauh jarak nya .


" Ibu mertua kita kena stroke , dia di rawat di rumah sakit kota ini " .


" Maksud kamu ? " .


" Ya bantu lah bu biaya rumah sakit nya masa ibu diam aja tau mertua sakit ? " .


" Kenapa harus aku ? " .


" Bu Firma yang terhormat , ibu yang punya uang , mas Agua keluar dari sini tanpa bawa uang sepeser pun , sekarang ibu nya sakit wajar lah kalau bu Firma yang bertanggung jawab atas biaya nya " .


" Dia sudah bukan tanggung jawab ku , kamu lah menantu nya jadi silahkan urus sendiri " .


" Enak aja aku gak mau keluar uang untuk mertua apalagi macam dia sudah pelit bisa nya cuma hamburkan uang aja " .


" Saya rasa sudah cukup , setengah jam sudah lewat silahkan pergi '' .


" APa - apa an ini bu Firma , aku di usir dari rumah suami ku sendiri ? " .


" Ini bukan rumah suami mu , silahkan pergi ! " .


" Dasar gila harta kalau jatuh miskin rasakan nanti akibat nya ! " .


Firma tidak mau ambil pusing , dia mendorong pelan Lusi sampai keluar pagar kemudian mengunci kembali pagar rumah nya .


Lusi memaki - maki Firma yang tentu saja mengundang perhatian orang - orang komplek yang kebetulan banyak yang lewat ataupun sekedar bersantai di teras rumah nya .


Firma mengotak - atik ponsel nya dia ingin mencari tahu kebenaran berita yang dia dapat kan dari Lusi .


Tut tut ! Tut tut !


" Assalamu'alaikum mbak " . Suara Rina terdengar lirih dari seberang .


" Wa'alaikum salam , Rin benarkah ibu di rawat di rumah sakit ? " .


" Iya mbak betul , mbak tau dari siapa , apa mas Agus yang menghubungi mbak ? " .


" Ah tidak penting dari siapa , gimana kondisi ibu ? " .


" Ibu kena stroke mbak , mulut nya terangkat sebelah , kaki dan tangannya menekuk tidak bisa di lurus kan " .


" Innalillahi , yang sabar ya Rin , sejak kapan ibu di rawat di rumah sakit " .


" Sudah 4 haro mbak tapi perkembangannya sudah lumayan " .


" Rin , aku tidak bisa kesana apa kamu bisa mampir ke rumah ? " .


" Bisa mbak , ada mas Agus di sini " .


" Ya sudah kalau memang bisa kamu ke sini aja dan bermalam di sini " .


" Tapi mbak ? " .


" Sudahlah .. Apa kamu sudah anggap aku ini orang lain ? " .


" Iya mbak maaf , nanti aku kesana abis isya' ya mbak ? " .


" Iya hati - hati , jangan malam - malam naik taksi aja nanti aku yang bayar " .


Meskipun Rina dan bu Imah juga pernah jahat padanya tetap saja Firma tidak pernah tega saat keluarga mantan suami nya dalam kesulitan .


Tepat jam 8 malam Rina tiba di rumah Firma mantan kakak ipar nya itu .


" Rina sebaiknya kamu bersihkan diri dulu , kamu bisa pakai baju ganti di kamar kamu " .


" Ka kamar siapa mbak ? " .


" Kamar kamu Rin " .


" Ta .. " .


" Gak ada tapi - tapian kalau kamu ke sini ya itu kamar kamu , ayo buruan kamu bersihkan diri , ganti pakaian terus kita makan bareng , aku sudah lapar nih " .


" Iya mbak , 20 menit ya mbak " . Rina bergegas menuju kamar mandi yang di dapur , di rumah Firma kamar yang ada kamar mandi nya hanya kamar dia dan kamar Angkasa .


Sambil menunggu Rina dia menidurkan Angkasa yang sedari tadi menguap , " Sehat terus ya sayang " . Firma mengusap kepala Angkasa hingga terlelap .


Setelah di rasa Angkasa sudah nyenyak , Firma segera ke arah meja makan , " Ayo Rin makan dulu " .


Firma sengaja memasak capcay goreng dan udang asam manis kesukaan Rina .


" Mbak masak sendiri ? " .


Firma mengangguk .


" Makasih banyak ya mbak ? " .


" Tidak gratis Rin , selesai makan kamu harus menceritakan semua nya " .


Mereka berdua tertawa dan kemudian fokus dengan makanan masing - masing .


" Ceritakan pada mbak gimana kondisi ibu , kenapa kok bisa sampai jatuh sakit " .


" Ibu melihat mas Agus dan Lusi tengkar mbak , setelahnya ibu tiba - tiba kejang terus pingsan " .


" Kenapa juga tengkar di hadapan ibu , ah mereka itu " .


" 4 hari di rawat kondisi ibu membaik mbak itu yang membuat kami punya harapan besar , Aku juga berkonsultasi sama dokter kata nya ibu stroke hemoragik atau saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah " .


Rina menarik napas dalam - dalam dan menghembuskan kasar .


" Dokter menjelaskan banyak tapi aku gak begitu paham istilah - istilah kedokteran itu mbak , cuma paham yang stroke itu tadi aja " .


" Kapan ibu sudah boleh pulang ? " .


" Lusa katanya mbak ibu sudah boleh rawat jalan " .


" Ya sudah kalau gitu kamu istirahat dulu Rin , kasihan badan kamu pasti capek banget " .


" Iya mbak " .


Semalaman Firma tidak bisa tidur hingga adzan subuh dia masih tetap terjaga .


Karena merasa haus Firma ke dapur , air yang dia bawa ke kamar sudah habis .


" Rina ? " .


" Iya mbak " . Rina menyahut dari dalam kamar mandi .


" Jam segini kok sudah mandi ? " .


" Tadi di telepon mas Agus mbak katanya pagi - pagi mas Agus harus interview di kantor yang baru seminggu ini dia masukkan lamarannya " .


Setelah siap Rina berpamitan pada Firma , " Mbak aku berangkat sekarang ya ? " .


" Sebentar Rin " . Firma masuk ke dalam kamar dan menggenggam amplop berwarna coklat .


" Rin , di dalamnya ada uang 30 juta , kamu gunakan sebaik - baiknya ya , jangan sampai mas Agus dan ibu tau , apalagi Lusi " .


" Kalau bisa kamu mampir ke ATM dulu untuk setor tunai biar aman juga , maaf mbak cuma ada cash " .


" Ya Allah mbak Alhamdulillah , makasih banyak ya mbak " . Rina menangis dan memeluk Firma .


" Sudah - sudah sana berangkat sebentar lagi taxi datang , ingat langsung ke ATM ya " .


" Iya mbak , Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam , hati - hati Rin " .