
Angela terlihat gelisah menunggu kepulangan Gail, dia sedang bermain di luar seorang diri sedangkan ibunya berada di dalam kamar karena ibunya sedang tidur saat ini. Cristal tertidur setelah lelah menangisi pengkhianatan suaminya yang sungguh di luar dugaan.
Hatinya benar-benar hancur, jika ibu mertuanya masih hidup dia pasti akan sangat kecewa dengan kelakuan putranya. Sepertinya ibu mertuanya pergi di saat yang tepat, mungkin Tuhan tidak mengijinkan ibu mertuanya tahu kelakuan bejat putra satu-satunya.
Dia sungguh tidak bisa mempercayai apa yang suaminya lakukan. Jika dia berselingkuh dengan satu orang wanita mungkin dia bisa menerima dan meminta bantuan Gail untuk mencari wanita itu tapi apa yang dia duga ternyata meleset, Alvin melakukan berselingkuh dengan lima wanita sekaligus dan berfoya-foya dengan kelima wanita yang dia kencani. Sungguh ironis.
Angela berlari menuju kamar, mengintip ibunya yang tampak tertidur. Dia melihat ibunya menangis secara diam-diam, Angela sangat ingin bertanya namun dia tidak berani. Oleh sebab itu dia menunggu Gail pulang karena dia pikir Gail tahu sesuatu.
Setelah melihat keadaan ibunya, Angela kembali bermain. Suara mobil yang berhenti di depan rumah membuat gadis itu berlari menuju pintu dan berusaha membuka pintu yang cukup berat. Angela sangat senang melihat Gail keluar dari mobil, dia bahkan berlari menghampirinya.
"Uncle!"
"Angela, kenapa kau keluar seorang diri?"
"Mommy sedang tidur, Uncle."
"Tidur? "
"Uncle, Mommy sepertinya menangis. Apa semua gara-gara Angela yang terlalu nakal?" tanya Angela karena dia mengira ibunya menangis akibat kenakalan yang dia lakukan.
"Tidak, Uncle rasa bukan karena hal itu," Gail menggendong Angela dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Apa benar? Jika bukan karena Angela lalu Mommy menangis karena apa?"
"Angela tidak perlu memikirkan hal ini, Uncle yang akan mencari tahu."
Angela mengangguk dan tersenyum, Gail yakin jika keadaan Cristal karena informasi yang dia berikan. Cristal pasti terpukul setelah tahu kenapa suaminya berhutang dan untuk apa uang itu.
"Uncle mandi dulu dan setelah itu Uncle akan melihat keadaan Mommy," ucap Gail seraya menurunkan Angela dari gendongannya.
"Apa Uncle mau Angela buatkan sesuatu?" tanya Angela.
"Tidak, pergilah bermain!" Gail mengusap kepala Angela dan berlalu pergi.
Angela kembali bermain dengan boneka barbienya, Gail keluar dari kamar setelah dia selesai mandi. Dia melihat Angela sekilas, sebaiknya dia tidak mengganggu Angela karena dia sedang serius bermain. Lagi pula dia ingin berbicara serius dengan Cristal dan Angela tidak boleh mendengarnya.
Gail menghampiri Cristal yang sedang berbaring membelakanginya, pasti berat menerima kenyataan yang terjadi namun Cristal tidak boleh terlalu tenggelam dalam kesedihan karena dia juga harus memikirkan putrinya. Kedua mata Cristal terlihat sembab, itu karena dia menangis cukup lama.
Gail naik ke atas ranjang dan berbaring di sisinya. Tangannya mengusap wajah Cristal dengan perlahan sehingga Cristal terkejut dan terbangun.
"Kau tidur di sini, meninggalkan Angela di luar sana. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?"
"Maaf, Gail. Kepalaku sakit, aku merasa kurang sehat."
"Apa kau seperti ini setelah tahu apa yang terjadi?"
"Tentu saja, Gail. Aku sungguh sakit hati dengan kelakuan suamiku yang bejat. Aku tidak menyangka semua uang yang dia pinjam untuk memanjakan lima wanita sekaligus!"
"Wow, lima wanita?"
Cristal mengangguk, dia jadi terlihat enggan mengatakannya karena dia jadi malu. Apa yang dilakukan oleh Alvin bisa saja karena kesalahan dirinya yang tidak becus menjadi seorang istri. Bisa saja Alvin tidak puas dengannya sehingga dia melakukan perselingkuhan itu.
"Aku benar-benar sudah gagal menjadi seorang istri," ucap Cristal. Air mata kembali mengalir tanpa dia inginkan.
"Apa maksudmu gagal?"
"Aku merasa sudah gagal, Gail. Suamiku berselingkuh dengan lima wanita sekaligus, sungguh luar biasa. Mungkin dia tidak puas denganku sehingga dia melakukan hal itu. Mungkin saja aku tidak bisa memuaskan dirinya di atas ranjang sehingga dia melakukan hal seperti ini untuk membalas aku."
"Bodoh, pikiran macam apa itu?" Gail menarik Cristal dan memeluknya.
"Walau aku tidak mengerti apalagi ini pertama kali aku menjalin hubungan tapi menurutku bukan begitu caranya menunjukkan rasa ketidakpuasan apalagi urusan ranjang. Jika tidak puas dia bisa mencari seorang simpanan yang bisa memuaskan naf*unya, bukan lima ja*ang sekaligus. Suamimu bukan tidak puas, tapi dia baj*ngan. Tidak saja menjalin hubungan dengan lima wanita dia bahkan meminjam uang untuk memuaskan kelima wanita itu. Apa yang dia lakukan bukan untuk menunjukkan rasa ketidakpuasannya padamu tapi dia menunjukkan betapa baji*ngannya dirinya yang tega mengorbankan kebahagiaan keluarganya sendiri demi kepuasan pribadinya!"
"Berapa jumlah semua hutang yang suamimu tinggalkan?"
"Aku tidak tahu, dia berhutang dengan banyak orang. Aku bahkan tidak ingat berapa orang yang mengejar aku karena mereka datang setiap hari dan berbeda-beda. Yang aku dengar ada yang bilang lima puluh ribu dolar, tujuh puluh ribu dolar paling tinggi dan yang paling kecil tiga puluh ribu," ucap Cristal. Tidak heran Alvin meminjam banyak uang karena dia harus menyenangkan ke lima jal**angnya setiap hari.
"Jika begitu, apa Alvin pernah meminta ijin padamu atau pernah mengatakan padamu jika dia ingin berhutang?"
"Tentu saja tidak, kenapa kau bertanya demikian?" tanya Cristal heran.
"Bodoh, seharusnya kau tidak perlu menanggung semua hutang yang tidak kau ketahui itu. Walau Alvin suamimu, tapi kau tidak tahu sama sekali akan hutangnya jadi kau tidak berkewajiban sama sekali untuk membayar hutangnya!"
"Tapi dia menggunakan namaku untuk meminjam uang."
"Sekarang jawab aku baik-baik, apakah salah seorang yang meminjamkan uang pada suamimu ada mencarimu dan bertanya padamu apakah benar kau meminjam uang dengan mereka?"
Cristal menggeleng, memang tidak ada yang mencarinya dan menanyakan hal demikian. Cristal memandangi Gail dengan lekat, entah kenapa dia jadi sedikit mengerti dengan apa yang Gail ucapkan.
"Jika begitu seharusnya kau bisa mengelak saat mereka menagih hutang karena kau memang tidak tahu bahkan kau bisa menuntut mereka yang mengejarmu karena mereka mengganggu ketenangan hidupmu."
"Apakah bisa? Mereka justru mengancam akan menjebloskan aku ke dalam penjara jika aku tidak membayar."
"Kau tidak perlu khawatir karena saat suamimu meminjam uang menggunakan namamu, kau tidak menandatangani apa pun berarti kau tidak terlibat sama sekali dengan hutang-hutang suamimu."
"Tapi bagaimana jika saat meminjam uang itu Alvin menggunakan kartu identitasku dan memalsukan tanda tanganku?"
"Bodoh! Kau tidak boleh terlalu lemah dan takut. Kau harus bisa melawan. Jika memang yang kau katakan benar, maka kau bisa membawa kasus ini ke ranah hukum dan menuntut karena suamimu sudah mencemarkan nama baikmu. Kau juga bisa menuntut mereka yang sudah meminjamkan uang pada suamimu tanpa sepengetahuanmu. Percayalah padaku, mereka tidak memiliki bukti sama sekali jika kau yang menandatangani surat hutang piutang yang dibuat oleh suamimu!"
Setelah mendengar perkataan Gail, Cristal tampak sedikit lega. Tapi walau begitu, dia tetap takut dengan pada penagih hutang yang selalu menerornya.
"Tapi aku tidak bisa lari dari mereka, para penagih hutang itu pasti akan terus mengejar aku," ucapnya.
"Jika mereka mengejarmu, jangan lari. Hadapi mereka, jangan menunjukkan rasa takut. Aku juga akan membantumu membersihkan namamu."
"Lagi-Lagi aku harus merepotkan dirimu, maafkan aku."
"Tidak apa-apa," ucap Gail seraya mencium dahinya.
"Mommy curang!" tiba-tiba saja terdengar suara teriakan Angela. Gadis itu sudah berlari ke arah mereka.
"Oh, aku lupa dengannya," ucap Cristal.
"Mommy curang, kenapa tidak mengajak Angela untuk tidur bersama dengan Uncle?" Angela naik ke atas ranjang dan berbaring di sisi Gail juga memeluknya.
"Sorry, Honey. Lain kali Mommy akan mengajakmu."
"Malam ini aku mau tidur dengan Uncle," ucap Angela.
"Bagaimana dengan Mommy, apa Mommy boleh bergabung?"
"Tidak, Mommy tidur di kamar lain!" ucap Angela.
"Sepertinya kalian harus membuat jadwal nanti," ucap Gail bercanda dengan ekspresi datarnya dan tentunya candaan yang dia lontarkan jadi tidak lucu.
"Apa kau sedang bercanda?" tanya Cristal.
"Tidak!"
"Dasar!" Cristal memukul bahu Gail pelan, walau pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya sangat menyakitkan tapi dia bisa melupakannya sejenak berkat pria itu dan juga putrinya. Semoga apa yang dikatakan Gail benar sehingga dia bisa terbebas dari hutang suaminya karena dia sudah sangat ingin hidup tenang.