
Sedangkan di penjara setelah kepergian Sinta Surya kembali kedalam sel karena Surya merasa sudah kembali membuat kesalahan dengan Sinta, sehingga Sinta tidak bakal datang lagi padahal hanya Sinta yang satu-satunya keluarga yang Surya harapkan untuk menjenguknya, karena setelah selesai pengadilan putuskan jika Cessie dan Surya resmi cerai sampai detik ini tidak sekalipun Cessie datang menjengguknya. padahal Surya sangat berharap kedatangan Cessie walaupun sudah tidak ada hubungan lagi tapi Surya masih berharap.
Namun Cessie memang benar-benar ingin lepas dari Surya jadi setelah keluar akta cerai, Cessie sama sekali tidak mengingat Surya lagi Cessie menganggap kalau Surya tidak perna ada padahal ada anak didalam perut Cessie. Cessie lakukan itu karena masih sakit hati dengan Surya juga tidak mengakui anak yang di kandung Cessie sebagai anaknya, untuk apa Cessie harus mengingat laki-laki yang sudah menghancurkan rumah tanggah mereka sendiri.
Surya di bawah oleh sipir dan mengantarkan kembali ke sel dengan papar bag di tangannya walaupun tangannya di borgol tapi masih bisa membawa papar bag itu, di bantu oleh sipir saat masuk Surya meletakan satu papar bag yang berisi makanan dan memanggil teman-temannya untuk mereka ambil satu orang satu bungkus membuat teman-temannya pada senang dapat makanan yang enak, karena jarang-jarang dapat makanan enak seperti itu.
"Jo ambil ini papar bag ada nasi di dalam bagi ke teman-teman satu orang satu yang sisa bawah kesini biar kita berdua makan" ujar Surya Tejo senang karena dapat makanan enak.
"Wah hari ini dapat makanan yang enak ya bro dapat dari siapa? Dari keluarga ya enak ya setiap kali di jengguk bawain kamu makanan yang enak keluarga kamu baik sekali, seharusnya kamu beruba bro biar bisa gabung lagi dengan keluarga kamu kasian mereka kalau ibu kamu yang datang tadi pasti dia sedih lihat kamu disini"
Mana ada Surya bertobat justru Surya selalu berbuat onar dan tidak perna merasa bersalah, yang datang bukan ibunya tapi adiknya padahal hanya Sinta satu-satunya harapan Surya, tapi Surya justru membuat masalah lagi makanya Sinta pergi meninggalkannya dengan emosi. Mungkin sampai dunia kiamat Surya tidak akan beruba karena memang dasarnya bejat jadi tidak pernah intropeksi diri sama kayak Nadia mantan selingkuhannya itu.
"Jo bagilah dulu sana biar teman-teman makan nanti basi nasinya jangan ceramah dulu tunggu nanti setelah selesai makan, lihat tuh teman sudah pada nungguin lagian tadi yang datang bukan ibu ku tapi adikku, hanya dia satu-satunya yang selalu datang jenguk aku siapa lagi kalau bukan dia."
"Wah mantap dong kalau sering-sering adik kamu datang jenguk kamu kesini kayaknya kita selalu makan yang enak deh...adik kamu sudah menikah atau belum." tanya Tejo.
"Masih anak gadis Jo belum menikah kok."
Tejo bicara sambil membagikan makanan kepada teman-teman dan sisa empat bungkus akhirnya Tejo dan Surya makan berdua sambil bercerita, Surya cerita kepada Tejo soal permintaan Sinta agar Surya jangan gangguin Cessie dan anaknya lagi dan biarkan mereka hidup tenang bersama dengan keluarganya.
"Tumber bro adik kamu pulang cepat sekali kamu tidak melakukan kesalahan lagikan membuat adik kamu cepat pulang? seharusnya kamu bersyukur adik kamu masih mau datang jenguk kamu walaupun kamu sudah melakukan kesalahan besar dan menurut aku permintaan adik kamu itu tidak salah aku juga setuju dengannya"
Dalam hati Tejo ternyata susa juga kalau kasih saran dan bicara panjang lebar dengan Surya juga tidak ada untungnya karena ujung-unjungnya bikin emosi saja, tapi Tejo masih menahan emosi jangan sampai Tejo emosi dan menghajar Surya.
"He bro aku bukannya membelah mantan istri kamu atau adik kamu tapi kamu sadar gak kamu ada disini karena ulah kamu sendiri dan juga kamu sendiri yang kenghancurkan rumah tangga kamu, dan satu lagi kamu tidak lupakan jika kamu pernah bilang sama aku kalau kamu itu bicara di depan keluarga mantan istri kamu"
"Dan didepan hakim kamu tidak mengakui anak itu. Kenapa kamu tidak perna sadar apa yang di lakukan adik kamu itu benar adanya bro jadi jangan kamu marahin dia. Nah kayak ginikan bisa jadi adik kamu tidak akan datang lagi kesini sedangkan hukuman kamu sangat lama mendekam disini jadi laki-laki itu jangan egois. Jangan sampai sifat kamu ini membuat keluarga manta istri kamu murka dan kembali masukan kamu kesini"
Aduh Tejo sampai cape jelasin juga Surya tidak akan paham pikirannya dangkal, dan masih mementingkan egoisnya jadi lebih baik tidak perlu kasih saran biarkan saja sampai kapan Surya sadar baru dia akan minta maaf.
Surya masih diam belum mengeluarkan pendapatnya tapi Tejo sudah tidak mau lagi memberikan saran apapun kepada surya, karena sangat sulit bagi Surya untuk bisa menerima saran baik dari orang-orang. Surya tetap berangapan kalau dirinyalah yang paling benar dan jadi korban mantan istrinya yang tega masukan dia ke penjara.
"Semoga perkataan Sinta itu hanya emosi sesaat dan ia masih datang untuk menjengukku ibu juga belum sembuh sedangkan mbak Eva juga setelah pergi sampai sekarang tidak pernah datang lagi sekarang hanya Sinta yang aku miliki semoga dia tidak menyimpan kekecewaan terhadapku"
"Karena aku juga harus tahu perkembangan ibu aku harus keluar dari sini agar aku cari perempuan ******, itu kurang ajar sekali itu perempuan saat aku mendekam disini justru dia menghilang tapi kenapa polisi tidak mencari dia ya, seharusnya dia juga ikut di penjara atau jangan-jangan dia kabur dan menjual diri lagi dengan laki-laki lain untuk hanya mendapatkan uang"
Surya bukan nya kamu sudah tahu kalau Nadia itu mendekati kamu bukan karena atas dasar cinta, melaikan atas dasar dendam jadi seharusnya kamu sadar Surya kalau Nadia itu tidak akan mau hidup bersama dengan kamu, apalagi sekarang dia sudah tidak hamil dan sampai kapanpun tidak pernah hamil lagi.
Tapi kamu tenang Surya Nadia juga akan mendapatkan apa yang sudah dia perbuat sekarang Nadia sudah tidak di akui lagi oleh orang tua kandungnya, dan Nadia juga sekarang lagi sakit-sakitan bisa jadi nanti setelah Nadia masuk penjara Dia sakit di penjara.
Ingat Surya setiap perbuatan pasti ada balasannya jika kita menabur perbuatan yang baik kita menuai yang baik juga namun jika kita menabur perbuatan yang jahat kita juga menuai yang jahat juga.