
Setelah berbelanja pakaian untuk Arjuna mereka pun kembali kemobil ,
meski di dalam mal tadi sempat ada insiden
memalukan
Karena tanpa sengaja Arjuna menabrak pintu kaca yanga kelihatan bening sekali ia tertempel di kaca hingga membuat petugas butik menariknya dengan posisi hidung yang tertarik keatas hingga membuat seorang ibu - ibu pingsan karena kaget
"Benar - benar memalukan , norak
Rima masih tak berhenti tertawa mengingat kejadian didalam tadi
" Tapi tunggu dulu Siska kau yakin baju itu emang pas untuknya
" Ya
Siska hanya menjawab singkat
" Aku akan mengantarmu pulang dulu
Rima mengangguk dan duduk di sebelah Siska
Arjuna berbaring di belakang mobil dengan menganga membuat Siska menjadi semakin jijik
tiba - tiba ia teringat Arya bagaimana kabarnya
" Aku berencana besok mau kerumah Ana , apa kau mau Ikut aku besok
Rima menoleh kearah Arjuna
" Kau yakin
" Ah hidupku sulit sekali sekarang
Siska meringis kesal
"Sabar ya, aku yakin kamu bisa melewati ini semua
Rima menguatkan Siska sambil tertawa memegang perut
......
Arya yang tiba di rumah sakit langsung di pasangkan infus
" Mohon kerjasama nya tuan , jika anda bisa mengikuti semua anjuran dokter luka anda akan segera pulih ,jika tidak anda akan lama untuk sembuh
Seorang Dokter cantik dan muda masuk kedalam ruangan siapa lagi jika bukan Bella sepupu Aditya dan mantan pacar Arya
" Kenapa bisa begini ,
Bela melihat Arya yang sudah benar lemah
Aduh jangan sampai bela memeriksa bokongku ini pertama kalinya dia menyentuhku karena selama pacaran dengannya aku benar - benar tak pernah menyentuhnya meski hanya sekedar mencoleknya tentu saja karena Aditya sudah memperingatkanku jangan sekali -kali berani mencoba mencolek bella bisa - bisa aku hanya tinggal nama sampai hari ini
" Berbalik
"Apa ?
" Miringkan tubuhmu , aku akan memeriksa lukamu
Arya tampak sangat berat untuk berbalik kesamping
" Cepatlah Arya apa kau mau luka mu itu membusuk jika tak cepat di bersihkan
Dengan berat hati Arya membalikkan badannya
"Awwwwwwww
Bela sama sekali belum menyentuh apapun tapi Arya sudah berteriak
"Kau ini benar - benar memalukan
Tolong kalian cepat bersihkan bekas darah di sini ,
Perawat lelaki menghampiri Arya ia membersihkan luka Arya dengan alkohol
aww pasti rasanya perih sekali , hingga membuat Arya menggigit bantal karena sangat perih
" Awwwwww
"Aduhhhh
" Cepat lah
" Ya tuhannn ampuni aku
Bela hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Arya yang terus berteriak kesakitan
" Kau ini tidak sesuai dengan perilakumu
dua hari lagi kau bisa pulang kerumah
" Baiklah aku akan beristirahat , terimakasih bela
Arya berusaha melambaikan tangannya seketika ia terbayang langsung wajah Siska di hadapannya Arya tersenyum lambat laun ia memejamkan matanya hingga tertidur lelap
.....
"Dagh sampai jumpa besok di kampus
Siska melajukan mobilnya sedangkan Arjuna masih tertidur pulas didalam mobil
" Benar - benar tidak berguna , sempurna sekali kejelekannya
Siska sengaja mengemudikan mobil melewati jalan berlubang dengan mengebut tetapi tetap tak membuat Arjuna terbangun
" Benar - benar kerbau dungu , tidak juga terbangun
Siska semakin kesal , ia kembali mengemudikan mobil dengan kencang
tiba - tiba seekor kucing menyebrang hingga membuat Siska mengerem mendadak
Gedebukkkk
Arjuna yang tertidur teruntal jatuh kebawah seperti buah nangka yang jatuh kebawah
" Rasakan , ucap Siska puas
kemudian raut wajahnya berubah seketika
Aku tadi hampir menabrak seekor kucing
ya ampun kenapa perasaanku jadi nggak enak gini , ya Allah semoga saja tidak ada sesuatu yang buruk akan terjadi
Sesampai di rumah Siska , Arjuna turun dengan begitu sumringah tentu saja dengan sambutan maminya di pintu rumah, semakin hari sikap mami Siska semakin keibuan saja , ia benar - benar menjelma menjadi perempuan seutuhnya berbeda sekali selama ini maminya tak pernah ada dirumah
"Sayang kau sudah pulang
Maminya tersenyum
" Capek , Siska mau langsung tidur mi
Melempar sepatunya sembarangan sebagai bentuk protes dengan maminya karena di paksa menemani Arjuna ke mall
" Kamu udah beli baju nya nak ,
" Udah mi
" Arjuna pamit mau tidur dulu ya mi
" Dia benar - benar anak yang baik tidak macam - macam , Arjuna
Maminya tersenyum bahagia
Siska yang mengintip dari pintu kamar langsung marah
" Mami benar - benar menyukainya dan itu membuatku semakin merasa muak
Siska mengepalkan tangannya
.......
Aditya pulang kerumah karena ia sudah tak sabar ingin bertemu Ana
" Aku pulang
Aditya langsung masuk kedalam kamar dan melihat Ana lagi tertawa cekikikan sambil memegang ponsel miliknya
Aditya yang merasa tidak di sambut oleh Ana langsung merampas ponsel di tangan Ana
" Sini ponselmu
" Ah , Adit kembalikan lihat itu lagu seru - serunya
" Penting mana aku atau ponsel ini
Ana yang lagi tergila - gilanya dengan drakor tentu saja memilih ponsel miliknya
." Ponsel itu sangat penting
Aditya lalu menyelupkan ponsel milik Ana kedalam gelas yang berisi air
Ana langsung berteriak
" Ahhh ponsel kuu
" Aku akan membeli ponsel lebih bagus dari itu nanti
Aditya tersenyum puas karena senang bisa membalas Ana yang tadi tak memperdulikan kedatangannya
" Kau ini jahat sekali ,
Ana terlihat marah
" Apa hak mu untuk marah padaku , bukannya suami datang di sambut dengan senyuman , tau nggak suami pulang kerja capek dia malah asik - asikan main ponsel
Ana terdiam memang betul apa yang di katakan Aditya padanya tapi ia tak bermaksud seperti itu
" Tapi kan aku lagi hamil ini keinginan anakmu
Semoga saja dia jadi tak marah padaku
dengan begini , maafkan aku anakku
Aditya terdiam ia langsung mendekati Ana
Yess sepertinya berhasil
Aditya mengecup kening Ana lalu memegang perut Ana ,
Aditya berencana besok pagi masuk 3 bulan usia kandungan Ana ia akan membuat acara keluarga mengundang papa, mama oma , ayah dan ibu untuk memberi kejutan kepada Ana
" Maafkan aku
Lalu Aditya berdiri
" Mulai besok dan seterusnya jika aku pulang kerja kau harus menungguku di bawah ya, aku hanya ingin setiap pulang kerumah melihat istriku duduk manis di depan menungguku pulang , bukan seperti ini
Ana mengangguk lalu berdiri memeluk Aditya dari belakang
Tentu saja membuat Aditya terkejut ini adalah pertama kalinya Ana melakukannya biasanya dia lah yang selalu terlihat agresif
" Kau memelukku
Ana pun terkejut karena ia berani sekali melakukan itu , wajahnya langsung memerah
ia tampak sangat malu
Apa yang sedang kau lakukan Ana kenapa kau memeluknya , ternyata kau ini genit sekali ya ,
walaupun sudah pulang kerja tetap aja bau tubuhnya wangi sekali aku sangat nyaman memeluknya
" Kau mau menggodaku ya ,..
Aditya mulai tersenyum nakal
Aditya berjalan mendekati Ana perlahan sambil merenggangkan dasi nya ia sudah siap melepas pakaiannya
Ana langsung berlari keluar
" Aku mau makan malam dulu lapar
Aditya tertawa melihat tingkah Ana yang ketakutan itu