Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 51 :


Gerbang besar terbuka, mereka masuk kedalam. Hang Ma berada di depan, sementara Qin Chen di belakangnya membantu memberikan damage untuk mengurangi vitalitas monster, mereka menghadapi satu monster dengan bentuk Harimau bersayap dengan kepala naga.


"Mutasi harimau dan naga?" Gumam Qin Chen, ia memperhatikan Hang Ma bertarung di depannya meskipun sering memberikan bantuan berupa pengurangan vitalitas. "Seharusnya tidak masalah dengan kekuatan Hang Ma yang sekarang, tinggal kecakapan dia melawan monster perlu diperhatikan."


Bang!


Cough!


Seteguk darah Hang Ma muncrat keluar, ia beranjak berdiri kembali. "Jangan khawatir tuan muda, saya masih bisa bergerak." Ucapnya, dia mengatakan itu agar Qin Chen tidak membantunya.


"Begitu rupanya, lakukan lah. Aku akan menunggu sembari membantu mengurangi vitalitas dia." Balas Qin Chen, ia mundur beberapa langkah melihat harimau tersebut mengamuk mengeluarkan petir-petir menyambar.


"Terimakasih tuan muda."


Dari tangannya petir yang sama menyambar bersaing dengan harimau, Hang Ma mendapatkan ruang untuk bergerak masuk kedalam memberikan tebasan demi tebasan menyayat punggung harimau.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua berhasil, monster tersebut mempunyai kekuatan di ranah True God. Namun, hawa membunuh dan energi yang menumpuk membuatnya tampak berada di atas ranah True Emptiness, itu sebagai samaran agar orang-orang tidak masuk.


Hang Ma mengambil harta pertahanan yang dia inginkan di belakang sana. Setelah itu, dia kembali ketempat Qin Chen dengan luka-luka lumayan banyak yang perlahan kembali membaik dengan mengkonsumsi pil penyembuhan.


"Selanjutnya adalah tempat tuan muda, saya akan menyiapkan tenaga untuk membantu mendapatkan yang Anda inginkan." Ucap Hang Ma.


"Jangan khawatirkan itu, aku mempunyai banyak rencana tanpa harus menggunakan sepersekian persen kekuatan." Jawab Qin Chen.


Hang Ma pada akhirnya tidak mengatakan apapun dan ikut meninggalkan tempat tersebut menelusuri lorong hingga mencapai ujung tempat reruntuhan.


"Tuan muda, saya merasa perasaan tidak baik di tempat ini." Ucapnya.


Qin Chen mengangguk, ia melihat seorang gadis kecil mendekatinya dengan membawa boneka beruang di tangannya. Hang Ma berwaspada, dia mengeluarkan senjatanya untuk menahan serangan mendadak dari tempat-tempat yang tidak di ketahui.


Sedangkan Qin Chen, ia membeku dalam kehampaan.


"Ayah, ingin bermain denganku?"


Pada saat dia mendengarnya, Qin Chen tidak mengatakan apapun kecuali tubuhnya yang gemeteran. Hang Ma sontak menyadari bahwa suara gadis kecil di depannya mungkin mempunyai kesamaan dengan putrinya.


Qin Chen menyentuh kepalanya, "Ayo kita main, apa yang ingin kamu mainkan?" Tanya Qin Chen, dia tersenyum.


Ia mengangguk menutup matanya, "Bersembunyi lah, aku akan menghitung mundur dari sepuluh."


Gadis itu tertawa lalu menghilang dari tempat tersebut di mana Qin Chen menghitung mundur dari angka sepuluh.


"Tuan muda, kenapa Anda mengikuti permainan ini? Apa ada alasan tertentu." Hang Ma bertanya dengan penasaran.


...


Qin Chen berhenti menghitung mundur karena sudah berada di angka pertama, ia lalu mengatakan sesuatu. "Entahlah, Hang Ma. Saat aku melihatnya, dia mengingatku dengan putriku. Dan—" dia menoleh kearah perginya gadis tersebut. "Mungkin ini pencerahan bagiku, agar tidak terbebani dengan perasaan atas kehilangan mereka berdua."


"Jangan khawatirkan apapun, kalaupun terjadi sesuatu, aku akan mengurusnya. Kau cukup berada di belakang dan ikuti apa yang seharusnya di lakukan, aku tidak akan membuat banyak perintah."


Qin Chen mencari di ruangan-ruangan yang ada sembari menyebutkan namanya, dia mencari di bawah meja tempat tidur dan bebatuan besar membentuk sebuah gua. Begegas kesana-kemari mencari, ia menikmati permainan ini.


"Kamu mempunyai kemampuan bersembunyi yang bagus, aku akan menemukanmu dan membuatmu berjaga." Teriaknya, ia membuat gadis tersebut tertawa tipis di suatu tempat yang gelap.


Ia mendengar suara, karena angin membantunya untuk mencari sumber suara yang ia pernah dengar. Qin Chen begegas ke tempat tersebut, di sana terdapat ruangan kotor dengan lembaran dokumen yang usang, dan lukisan besar gadis kecil itu dengan keluarganya.


Ia mendekati salah satu tempat di mana terdapat stau meja rusak, saat berada dekat dengan meja tersebut ia menemukan gadis tersebut berada di bawah meja rusak memeluk boneka beruang dengan erat. Melihat Qin Chen dengan pandangan bahagia, ia sembari memberikan senyuman hangat keluar memeluknya.


Sampai sekarang, Qin Chen tidak tahu apa yang dia lakukan, dia hanya mengikuti perasaannya.


Qin Chen membawa duduk di pangkuannya, "Kamu tertangkap gadis kecil." Katanya.


"Aku kalah," Dia tertawa menatap Qin Chen. "Lain kali, aku akan memenangkan permainan dan meminta ayah mengabulkan satu permintaanku." Jelasnya.


"Begitu rupanya," Ia mengerti sekarang, tentang kenapa gadis kecil di pangkuannya meminta permainan ini. "Katakan apa yang kamu inginkan, sebagai ucapan terimakasih karena menemaniku bermain, aku akan memberikan satu hadiah khusus untukmu."


Gadis itu menoleh. "Aku ingin kembali ke tempat ayah dan ibu berada, aku tidak ingin sendirian ditempat yang gelap dan sunyi seperti ini, aku ingin bersama mereka merasakan kehangatan, dan ingin bermain dengan teman-teman lainnya."


...


*Bersambung ...