Kugapai Cintamu

Kugapai Cintamu
kemarahan alan


"gimana kalo tiba-tiba sera kembali dan mengambil kak alan dari eva ma" ucap eva ketakutan sera kembali


"kalo memang sera masih hidup seharusnya dia udah muncul dong dari kemarin kemarin" ujar bu marini menenangkan eva


"tapi ma.... " ucap eva masih cemas kalau sera kembali


"sudah sudah gak usah dipikirkan lagian itu cuma mimpi, tenang mama berhasil membujuk tante ita untuk menjodohkan kamu dengan nak alan tinggal tunggu tanggal yang tepat setelah itu kamu akan jadi nyonya alan" ujar bu marini sambil memeluk eva


"benar ma" tanya eva memastikan perkataan bu marini


"benar sayang, kamu pasti akan menikah dengan alan" jawab bu marini


"ayah... ayah mau kemana lagi?" teriak doni menghampiri pak santos


"diam kamu!!!" teriak pak santis


"malam ini ayah gak pulang lebih baik kamu memanfaatkan waktu, kamu ingin memiliki sari kan??" tanya pak santos


"memanfaatkan apa paman?" tanya sari yang keluar dari kamar karna mendengar keributan diluar


"oh enggak sari ini paman mau keluar dulu daaa... daaa" jawab pak santos melambaikan tangan dan berjalan keluar rumah



"apa maksud paman tadi kak? memanfaatkan apa?" tanya sari pada dani karna penasaran



"enggak sera tadi ayah cuma bilang kita harus bisa memanfaatkan waktu muda untuk bekerja" jawab doni mencari alasan agar sari tidak bertanya terus


"oohh baiklah kalau begitu kak ayo kita berangkat kerja, aku siap siap dulu ya kak" kata sari menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap kerja


"ehm maaf saya terlambat" kata alan menghampiri meja resto yg sudah ada bu ita, pak rudi, bu marini dan eva


"gak papa, duduk alan" jawab bu marini menggeser kan kursi untuk alan duduk


"sekali lagi saya minta maaf om, tante" kata alan sambil duduk


"kami mengerti atas keterlambatan kamu, karna seorang direktur tidak akan membuang buang waktu" ujar pak rudi memaklumi keterlambatan alan


"hmm sayang kami mengajak kamu kemari tuh karna kami ingin menentukan hari pernikahan kamu dengan eva" kata bu ita


"pernikahan?! apa semua tidak terlalu cepat ma?!" tanya doni kaget


"ehm ya gak dong sayang kalian kan sudah pacaran selama lima tahun jadi mama pikir kalian lebih baik cepat menikah" jawab bu ita


"tapi saya gak bisa, sekarang bagaimana mungkin saya menikahi eva sedangkan jauh di lubuk hati saya belum bisa mencintai dia" ucap alan


"jadi selama ini kamu tidak mencintai eva?!! kamu cuma mempermainkan dia" tanya bu ita dengan nada kesal


"ehm sudahlah tante kita memang tidak bisa memaksakan kak alan untuk jatuh cinta padaku, ehm mungkin perasaan kak alan masih terikat kuat dengan mendiang kak sera" kata eva mencoba akting agar bu ita merasa iba dengan nya


"tidak bisa begitu dong sayang, sera telah tiada


dia sudah meninggal" ujar bu ita dengan nada pelan


"iyaa tapi ma..... " sahut alan mau menjelaskan tapi dipotong oleh pak rudi


"alan apa yang dikatakan mamamu itu benar, terimakasih kamu telah mencintai anakku tapi sekarang sera sudah tidak ada, putriku hanya menjadi masa lalumu sementara eva dia adalah masa depan kamu jadi cobalah sekarang kamu untuk mencintai eva" ujar pak rudi mencoba memberi pengertian pada alan


"aaaaaaaahh" gerutu alan lalu pergi meninggalkan meja resto itu dengan kesal dan diikuti oleh pak pingkle