
*Aku...punya...kekuatan...* *dia..yg ..memberiku...kekuatan..ini...*
''kekuatan apa yg kau bicarakan?''tanyaku
*aku..bisa...melihat...masa..depan* balasnya yg membuatku terkejut
Melihat..masa depan?..
*tapi...ini..hanya ..bisa..di..pakai ..sekali..seumur..hidupku*
''eh!?..kalau begitu sebaiknya kau simpan itu baik-baik''kataku yg di balas gelengan olehnya
*aku..ingin..memberikan..kekuatan..ini padamu..sebagai..per..mintaan ..maafku*
''tak perlu,sungguh.kau tak perlu memberiku hal berharga semacam itu''
*tak..apa...* *terima..lah* katanya sambil menempelkan kepalanya ke keningku dan tepat saat ia melakukan itu aku seperti hanyut dalam aliran waktu yg begitu cepat. Lalu semuanya mendadak memutih
Aku tak mengerti apa yg terjadi tapi saat ini aku berada di ruangan yg serba putih. Tak ada apapun disini sampai....
*srak!... tiba-tiba saja sebuah jarum es meluncur dan membuatku terkejut. Aku pun langsung menoleh kearah jarum es tadi berasal dan aku benar-benar di buat syok saat melihat siapa yg barusan melemparkan jarum es tersebut
''eh?...apa maksudnya ini?'' tanyaku yg tak paham dengan apa yg ku lihat ini
Yg melempar jarum es tadi adalah...diriku sendiri
Tapi diriku ini terlihat begitu kesal,terasa jelas aura membunuh dari kedua matanya tersebut dan jelas itu membuatku takut
''tak akan ku maafkan...''gumamnya yg membuatku tersentak
''AKAN KU BUNUH KAU. MARCELLA!'' teriaknya sambil menatap tajam kedepan.
*Eli..ssa* *eli..ssa* panggil anubis sambil menepuk-nepuk pipiku hingga tersadar
!!?.... ''ANUBIS TADI ITU!?'' seruku sambil bangkit dan menatapnya syok
*um?..ada..apa?..*
Tadi itu..
''AKAN KU BUNUH KAU. MARCELLA!''
Mengingatnya saja membuatku merinding..apa itu benar aku?...
''anubis..apa..yg ku lihat tadi memang akan terjadi?''tanyaku sambil memeluk diriku sendiri
*ya..seharusnya..begitu..*
Kenapa?..kenapa di masa depan aku bisa semarah itu pada tuan putri?.apa terjadi sesuatu hingga membuatku semarah itu?. aku tak meyangka aku akan memancarkan aura membunuh sekuat itu..ah~..di pikir bagaimana pun yg tadi itu sangat tak masuk akal bagiku
Aaaaaakh!..coba kalau aku bisa melihat lebih banyak hal...
*apa..masa.depan..mu buruk?*tanya anubis
''ah~..yah...'' ''coba aku bisa melihatnya lebih lama. Aku pasti akan tau penyebabnya'' balasku
*ma...af..aku..tak...bisa..me..nunjukan..lebih..banyak * katanya dengan wajah menyesal
''tidak..tidak..ini bukan salah mu. aku malah harus berterima kasih padamu karena sudah membiarkan ku melihat masa depanku.terima kasih anubis'' kataku sambil tersenyum lembut padanya
*senang...kalau...itu..bisa...membantumu* balasnya
Setelah itu aku pun pergi menuju pintu masuk tadi selama perjalanan pikiranku terus saja terbayangkan pada masa depan yg ku lihat tadi.
Sejujurnya aku tak tau harus bersikap bagaimana?. Masa depan yg ku lihat tadi sangatlah absurd. Tapi yg ku tahu pasti adalah tuan putri pasti sudah melakukan sesuatu yg sangat buruk hingga membuat ku semarah itu.
Soalnya aku tak mungkin akan semarah itu kalau tak ia tak melakukan sesuatu yg sangat buruk.tapi apa yg tuan putri lakukan?
''ukh!...aw..'' rintihku begitu belakang kepalaku terasa sakit kembali. Aku pun mencoba memegangnya dan melihat ada darah yg masih mengalir dari belakang kepalaku
''ah~..gawat..lukanya terbuka lagi'' kataku sambil menatap darah di tangan ku
Sebaiknya aku segera mencari cara untuk pulang.
''semoga aku tak pingsan di tengah jalan nanti, kalau aku sampai pingsan bisa gawat'' kataku lalu menempelkan tangan ku ke pintu tersebut dan permata merah di tengah pun kembali bersinar dan pintu pun terbuka
Saat pintu terbuka betapa terkejutnya aku begitu melihat ada banyak orang di depan sana termasuk ayah,ibu,leon. Bahkan ada harry juga
''loh?...semu...''
*grep! Belum sempat aku selesai berbicara ayah tiba-tiba berlari kearah ku dan menarikku dalam pelukannya.
Terlihat pundaknya yg biasanya kokoh sekarang malah terlihat yg cukup gemetar.
Aku pasti sudah membuat mereka semua cemas...
''HUWAAAA!... ELI!!!" seruku ibu sambil ikutan-ikutan memelukku
''kau membuat kami semua cemas sayang'' sambung ibu dengan air mata yg sudah berlinang
''elissa..kau tak apa ?''tanya ayah sambil melepaskan pelukannya
''sejujurnya..aku sedikit...pu..sing..'' kataku lalu jatuh pingsan
''ELI!" ''ELISSA!?'' ''NONA!?''
***
Setelah kejadian itu aku mendapat perawatan terutama di bagian kepalaku. Yah..beruntung tak ada luka dalam yg fatal.
Lalu soal kasus aku yg masuk ke tempat dewa anubis pun di sembunyikan oleh keluarga ini rapat rapat. Beruntung saat itu hanya ada satu orang penjaga dan untunglah dia mau di ajak kerja sama. Soalnya bukan apa-apa. Kalau kabar soal aku yg keluar dari sana dengan selamat sampai tersebar, bisa-bisa aku memancing perhatian keluarga kaisar dan para bangsawan atau bahkan orang jahat. Pasalnya tak ada satupun yg pernah keluar dari sana hidup-hidup. meski aku keluar dengan kondisi terluka itu pun sudah di anggap sebagai keajaiban.
Dan ya...seperti yg ku duga..putra mahkota yg tau hal ini langsung marah bukan main padaku.dan aku benar-benar pusing mendengarnya.
Tapi sejujurnya aku tak mau mempermasalahkan hal itu , karena saat ini ada hal yg lebih penting bagiku yaitu soal masa depan yg ku lihat hari itu..
''elissa, boleh ayah masuk?''tanya ayah sambil menetuk pintu kamarku
''masuk saja ayah'' balasku
Ayah pun langsung membuka pintu lalu tersenyum lembut kearahku
''bagaimana kondisimu sayang?''tanya ayah sambil berjalan mendekat
''sudah tak apa yah.aku sudah sembuh'' balasku semangat
''jangan memaksakan dirimu'' kata ayah sambil mengusap lembut kepalaku
''tidak kok, aku sama sekali tak memaksakan diri''kataku yg di balas senyuman oleh ayah
''elissa..''
''ya?''
''maaf..'' kata ayah yg membuatku tersentak
''saat kau terkunci di dalam sana. Ayah tak bisa berbuat apa-apa.ayah minta maaf.ayah malah mengira sudah tak ada harapan untuk menolongmu saat itu..maaf'' jelas ayah yg terlihat menyesal
''tidak!. Itu bukan salah ayah!''seruku lalu mengenggam kedua tangannya
''ini salah eli yg masuk kesana seenaknya. Dan lagi pintu itu memang tak bisa di buka oleh siapapun kecuali keluarga kaisar. Itu bukan salah ayah karena tak bisa menolongku'' ''ayah sudah berusaha melakukan yg terbaik.tolong jangan menyalahkan diri ayah sendiri'' jelasku
''kau adalah putri ayah. Apapun yg terjadi padamu adalah tanggung jawab ayah. Kalau kau sampai terluka itu adalah salah ayah'' balas ayah lalu mengkecup lembut keningku
''ayah berlebihan. Meski aku putri ayah ada kalanya aku yg salah. Ayah tak perlu menanggung semua kesalahan yg eli buat.''
''eli sudah besar. Eli bisa mengurus masalah eli sendiri'' sambungku semangat
Ayah pun terdiam sesaat mendengar jawaban ku lalu...
''hmph... benar. Putri ku sudah besar'' kata ayah sambil tersenyum lembut kearahku lalu mengusap-usap kepalaku
''dari pada itu ayah..ada yg ingin ku bicarakan dengan ayah'' kataku
''apa itu?''
...tak apa kan kalau aku membicarakan soal masa depan itu pada ayah?.aku tak akan dapat karma kan?
''itu..saat aku terkurung di sana...dewa anubis memberikan ku sebuah kekuatan'' kataku yg membuat ayah tersentak
''aku..melihat masa depan ku yah..'' kataku yg jelas membuatnya ayah sangat syok
''kau melihat masa depan?'' tanya ayah yg ku balas dengan anggukan
Sejauh ini tak terjadi apapun padaku. Itu artinya aku boleh melanjutkannya kan?..
''masa depan seperti apa yg kau lihat?''tanya ayah
''aku....mau membunuh tuan putri'' balasku yg tentu saja membuat ayah terjekut bukan main.
...****************...
...Bersambung...