
Key, Hati Yang Terluka (26)
Pagi-pagi, Bela sudah sibuk. Siang ini ia akan ikut rombongan keluarga Malik.
Ia sudah senyam-senyum sendiri. Membayangkan bisa melihat Malik. Atau kalau ia beruntung mungkin bisa duduk dekat kursi Malik saat di pesawat.
Supaya bisa puas memandang wajah pujaan hati.
Ia sebenarnya sedikit kesal dengan sang anak yang merajuk minta agar bisa ikut pergi dengan rombongan keluarga Malik.
" Ish, Mami. Ganggu khayalan aku saja," keluh Bela.
" Jangan melamunin suami orang, Bel. Malik sudah jadi s...