Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 116 Cinta Kasih Sebuah Keluarga


“Semoga kamu kuat dan menjadi lebih baik dan juga lebih hebat dari diriku Yiran kecil, apalagi jika mengingat kau memiliki sepasang orang tua angkat yang memiliki identitas yang begitu Agung dan juga yang terpenting adalah mereka selalu menyayangi dirimu. Aku berharap kau akan segera menggantikan posisiku secepatnya, agar aku juga bisa menjalani hari-hari seperti orang biasa pada umumnya. Tanpa harus terbebani dengan urusan dunia seperti yang aku impikan selama ini.” Kata Sang Nona Penjaga Dimensi dengan penuh pengharapan.


Setelah jiwa sang calon penjaga dimensi atau yang selanjutnya atau dengan kata lain adalah Jiwa Mo Lie Yiran benar-benar telah kembali pada tubuhnya, barulah Sang Penjaga Dimensi yang di panggil Nona oleh Mo Lie Yiran tadi menunjukan ekspresi wajah nya yang sesungguhnya.


“Maafkan aku Yiran kecil, aku telah menyusahkan mu selama beberapa hari ini. Bahkan diriku ini sebenarnya tidak tega, Namun apa boleh buat, ini adalah ketentuan yang sudah digariskan untuk kita para penjaga dimensi dan juga pewaris nya harus menjalankan semua ketentuan ini, agar dirimu menjadi lebih tangguh dan mandiri sehingga kau akan lebih siap ketika masanya tiba dirimu menggantikan tugasku.” Gumam Sang penjaga dimensi dengan raut kesedihan dan juga prihatin terhadap Mo Lie Yiran yang masih sangat kecil.


Ya tentu saja Sang penjaga dimensi yang dipanggil Nona oleh Mo Lie Yiran itu merasa sedih dan juga iba, betapa tidak ketika dirinya mengetahui jika bayi yang baru berusia beberapa bulan harus menjalani sebuah siksaan fisik dan tak lupa jika jiwanya juga diuji dengan begitu intens selama empat hari terus menerus tanpa adanya jeda.


Bahkan ketika Sang Nona Penjaga Dimensi itu teringat akan dirinya dulu yang mengalami hal yang sama, tentu saja akan tahu bagaimana rasanya penderitaan yang dialami oleh Mo Lie Yiran ketika menjalani ujian ini.


“Kau bahkan begitu tegar dan juga ceria Nak. Dan aku merasa kamu memanglah pilihan paling tepat untuk menggantikan tugas yang aku jalani saat ini. Semoga kau semakin kuat dan memiliki kebajikan di dalam hatimu Yiran kecil, maka Nona ini juga akan ikut berbahagia atas keberhasilan dan juga kejayaan yang akan kau dapatkan kelak.” Kata Di Li Yue yang merupakan Sang Penjaga Dimensi dengan tulus dan penuh pengharapan.


...****************...


Sedangkan saat ini di sisi Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian mereka berdua tetap setia menunggu didekat Putri kecil mereka yabg yang tengah menjalani ujian siksa dari penguasa dimensi yang telah berlangsung selama empat hari secara berturut-turut tanpa ada tanda-tanda anaknya akan bangun.


“A Tian mengapa ujian siksaan ini sangat lama berakhirnya, bagaimana dengan putri kita nantinya? Aku benar-benar tidak tega dan sudah tidak tahan lagi melihatnya dalam keadaan yang seperti ini,” kata Xi Lilian dan tanpa menyembunyikan rasa kekhawatiran yang Ia rasakan.


Mo Fei Tian yang mendengar kata-kata Xi Lilian jujur saja dirinya juga merasakan hal yang sama, Akan tetapi dirinya berusaha untuk tampak tenang, agar tidak membuat Istri tercintanya itu semakin gelisah.


“Sabarlah sebentar lagi sayang, aku yakin sebentar lagi Putri kita akan segera menyelesaikan semuanya dan segera bangun, sehingga dia dapat melihat kita berdua telah berada disampingnya dan menantinya untuk membuka matanya.” Kata Mo Fei Tian menenangkan Sang Istri.


Namun dirinya sendiri juga merasa tak berdaya karena telah menantikan putri kecilnya yang tengah berjuang menghadapi ujian dari Sang Penguasa Dimensi.


Dan tepat ketika Xi Lilian akan mengucapkan kalimat untuk menanggapi perkataan Sang suami dirinya justru dikejutkan dengan teriakan gembira dari Sang Suami.


“Sayang, Lian'er lihatlah, lihat Putri kecil kita, Ran'er kita telah membuka matanya, itu artinya dia telah menyelesaikan semua ujian dimensional itu dengan baik. Dan lihatlah itu senyuman yang mengembang di bibirnya yang kecil berwarna merah ceri itu, benar-benar menggemaskan bukan,” seru Mo Fei Tian dengan gembira ketika melihat Sang putri telah bangun.


Xi Lilian yang juga menyaksikan apa yang dikatakan oleh suaminya itu juga menjadi sangat lega dan sangat bahagia untuk keberhasilan Sang putri Mo Lie Yiran.


Bahkan Xi Lilian langsung menerjang kesisi tempat tidur putrinya itu dengan deraian air mata bahagia, karena dirinya sangat terharu atas keberhasilan Putri kecil kesayangannya itu.


Dan setelah itu Xi Lilian hendak menyerahkan Mo Lie Yiran kepada suaminya karena dirinya ingin segera membuatkan susu formula dengan tambahan sari buah kehidupan khusus untuk Mo Lie Yiran.


Akan tetapi sebelum Xi Lilian bisa menyerahkan putri kecilnya itu kepada Sang Suami, dirinya bahkan dikejutkan dengan reaksi yang diberikan oleh putri kecilnya itu.


Yang mana saat ini Mo Lie Yiran memeluk leher Xi Lilian dengan erat menggunakan kedua tangan kecilnya itu dan kemudian Yiran kecil juga menyandarkan kepalanya di bahu Xi Lilian yang seolah menandakan agar Xi Lilian tetap berada disisinya.


Mo Fei Tian yang melihat reaksi dan juga kedekatan Sang Putri dengan istri kecilnya merasa sangat senang dan juga terharu.


Sehingga dirinya juga ikut memeluk kedua perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya itu.


“Lihatlah sayang, Putri kita tidak ingin kau meninggalkannya hanya bersama dengan ku saja. Karena dia juga ingin kita berdua ada disini menemaninya.” Kata Mo Fei Tian dengan lembut.


Sedangkan Mo Lie Yiran yang mendengar kata-kata dari Ayah angkatnya itu kemudian mengangkat kepalanya dan menengok ke arah Sang Ayahnya itu, dan kemudian Mo Lie Yiran juga merentangkan kedua tangannya kepada Mo Fei Tian yang seolah dirinya meminta digendong juga oleh Sang Ayah yang juga selalu peduli terhadap dirinya.


Bahkan demi dirinya Ayah angkatnya itu harus belajar dan berusaha keras untuk bisa mengasuh dan menjaganya bersama Ibunda angkatnya itu yang penuh dengan cinta dan kasih sayang untuk dirinya.


Mo Fei Tian yang mengerti akan kemauan Putri kecilnya itu akhirnya mengambil Sang Putri kecilnya, Mo Lie Yiran dari gendongan Xi Lilian dan dia juga langsung menggendong serta memeluknya dengan penuh kasih sayang dan berusaha untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap Sang Putri kecilnya itu.


Sedangkan, Xi Lilian yang melihat hal tersebut juga merasa sangat senang, karena dengan begitu dia tahu bahwa Putri kecilnya itu memang menerima dan menganggap mereka sebagai orang tua nya sendiri.


Melihat respon yang diberikan oleh Mo Lie Yiran terhadap Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian membuat semua hewan kontraktual mereka berdua menjadi terharu dan ikut merasa bahagia.


Bahkan mereka juga sempat terkejut dengan itu semua.


Karena di usia yang baru menginjak dua bulan Mo Lie Yiran memiliki kecerdasan yang tinggi bagaikan seorang anak yang telah beranjak dewasa.


Ya kesepuluh makhluk kontraktual milik Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian memang beberapa hari ini mereka juga menemani Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian yang tengah menjaga Mo Lie Yiran yang sedang berjuang melewati ujian dimensional.