Jodohku Seorang Idol

Jodohku Seorang Idol
Episode 35


Tangan nya terasa gemetar , jantungnya berdetak begitu kencang . Wajahnya cemas ,terus memandangi jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan.


Pikiran nya kalut ,entahlah orang suruhannya saja tidak bisa mendeskripsikan kondisi Aya . Setibanya di rumah sakit ia berjalan begitu cepat menuju ruangan VIP pribadi nya .


Tiba didepan pintu masuk para bodyguard membungkuk kan setengah badan.


"Apa istri ku sangat buruk kondisi nya?"tanyanya sembari menahan air mata.


"Kondisi nya kritis Tuan, bahkan jika kita telat sebentar lagi dia tidak akan tertolong"ujarnya dengan rasa takut namun dari pada kena semprot orang yang lagi emosi mending sekalian bicara.


Tubuhnya terasa lemas serasa ia kena terpaan angin yang sangat kencang.


Namjoon tak bergeming dari berdirinya , pelupuk matanya mengembun terlihat jelas genangan air mata yang akan luruh.


Namjoon menemui dokter lalu meminta izin untuk menjenguk istrinya.


"Boleh saja menjenguk ,tapi kenakan peralatan yang disarankan"


"Sebenarnya luka apa saja yang dialami istri saya dok , kenapa bisa separah ini "


"Saudari Aya terluka dengan 10 tusukan pisau,10 pukulan ,5 luka sayat salah satunya ada diwajah nya. Jika ingin wajah nya seperti semula saya sarankan untuk Opera plastik karena jika memakai obat akan terbentuk goresan tersebut"


Namjoon mencoba tegar ,ia harus kuat demi aya dan baby Joon ia harus semangat .


Ia pamit lalu menuju ruangan sang istri.


Banyak alat medis yang terpasang di hidung ,dada tangan serta banyak perban yang membalut tubuhnya.


Suara monitor yang seakan menjadi irama didalam ruangan serba putih dan bau khas rumah sakit.


Namjoon melangkah kan kakinya perlahan , menghampiri sosok wanita ya paling ia rindukan.


Ia menggenggam tangan aya lalu mencium nya ,buliran bening mengalir begitu saja.


"Cha-gi-ya hiks...hiks ....ini beneran kamu ?"


Terus menangis ,ini adalah kali pertama nya ia menangisi perempuan.


Ia seperti kehilangan separuh nafasnya, melihat Aya terbaring lemas .


Yang ia bisa bantu adalah doa, Namjoon mengelus pipi Aya .


"Udah lama aku gak nyentuh pipi ini"monolog nya sambil memandangi Aya yang masih setia tidur.


"Happy Birthday ya Chagiya , semoga kamu cepet sembuh ya ,aku menyayangimu dan baby Joon merindukan mu"


Namjoon membaca kan ayat-ayat suci Al-Qur'an, diiringi dengan tangisnya .


Padahal sedari pagi Namjoon belum istirahat sama sekali, sekarang ia harus berjaga dirumah sakit.


Ia tak henti-henti nya melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an,mencoba menuntun Aya kembali kedunia ini.


Karena waktu nya dibatasi , Namjoon keluar dari ruangan lalu memerintahkan orang kepercayaan nya supaya menyembunyikan Aya .


Karena ia curiga ini semua adalah ulah Delin yang tak pernah bosan menganggu hidupnya beserta sang istri.


Dan juga ia meminta untuk menyelidiki kejadian tersebut ,pesanan jika pelaku ketemu masukan dia ke penjara lalu bawa ke pengadilan supaya pasal yang bertindak.


Namjoon menggertakan giginya seakan gemas melihat istrinya selalu menjadi sasaran Delin.


Ia mengirim pesan kepada ibunya jika malam ini tidak pulang . Dan meminta untuk bersikap biasa saja kepada Delin sampai Aya benar-benar sembuh .


Ia juga meminta ibunya untuk tidur bersama baby Joon takutnya ditengah malam ia bangun dan mencari kedua orang tua nya.


Tak mungkin juga Delin bisa menghandel baby Joon, karena ia selalu menangis kala melihat Delin .


Padahal wajah Delin sangat mirip dengan Aya , mungkin perasaan anak kecil sangat peka apa lagi baby Joon masih menyusu asi ibunya.


Namjoon duduk didepan ruangan mengusap wajahnya dengan kasar . Pikiran nya sangat bercabang antara keluarga dan juga pekerjaan nya .


"Hallo Hyung bisa kah kamu mengantikan aku diacara penghargaan besok pukul 7 pagi"


"Hallo Namjoon-aa baiklah ,kamu sedang ada urusan?"


"Benarkah Namjoon, lalu yang selama ini dirumah mu itu siapa . Jangan buat aku merinding ini sangat tidak lucu"ujar Jhope .


"Dia bukan manusia Hyung ,cuma itu adalah Delin "


"Mwo! kamu bercanda kan tidak mungkin sekali . Apa dia melakukan operasi plastik?"


Namjoon mengangguk dan mendapati respon heboh dari Jhope lewat sebrang layar handphone.


"Dari mana kamu tau Namjoon , untung nya kamu pintar Joon "


"Ya Hyung aku bersyukur masih bisa bertemu Aya , karena jika telat ditemukan dia sudah tidak tertolong "suaranya merendah.


"Aku doakan dia cepat pulih ,kamu jangan bersedih dia pasti sembuh dan kita harus ekstra siaga menjaga Aya jangan sampai Delin tau "


Keesokan harinya Namjoon masih stay dirumah sakit menunggu perkembangan sang istri.



Banyak chat dari member lain,yang ikut kaget mendengar kabar nya .


Ia berusaha supaya awak media tidak mengetahui semua ini sebelum Aya sembuh.


Ia takut jika Delin aka menerobos masuk kerumah sakit. Untuk sementara ia akan pulang terlebih dahulu supaya Delin tidak curiga.


Tak butuh waktu lama ia membuka pintu rumah ibunya yang tak dikunci.


Dari kejauhan ia seperti mendengar seseorang sedang menelfon.


Mengendap-endap masuk rumah dan mendapati Delin sedang menelfon seseorang.


"Bagaimana ? Apakah dia sudah tewas?"ujarnya diiringi senyum sinis.


"Tentu ,tidak akan ada yang bisa menolong nya karena aku buang di pinggir sungai yang jauh dari penduduk"


"Bagus ,tak sia-sia aku menusuk dan memukul nya kemarin. Pastikan dia mati aku tidak mau posisiku sekarang akan digantikan"


"Iya tenang saja nona semua sudah beres tinggal kamu transfer saja bayaran kami"


"Baiklah ,aku mentransfer 300 juta ,itu tak seberapa suamiku itu sangat lah kaya hahaha"


Namjoon diam-diam mendengar semuanya,tangannya mengepal giginya mengertak.



Ia buru-buru keluar rumah lalu pura-pura memencet bel rumah.


Sambil menenangkan dirinya sendiri , namun tatapan seorang Namjoon tak bisa membohongi semua.


"Hallo beb ,kamu udah pulang . Ini teh hangat untuk mu "


Namjoon menerima nya namun ia tak berniat untuk minum karena ia takut jika teh tersebut tidak murni melainkan dengan campuran bahan lain.


Namjoon pura-pura ingin ke kamar mandi karena buang air besar .


Setelah masuk kamar ia menunggu selama mungkin lalu memutuskan untuk mandi.


Ia keluar dari kamar sambil mengintip Delin .


"Cih kenapa lama sekali ,aku ingin liat apa obatnya berfungsi dengan baik apa tidak"gumamnya sambil melihat-lihat teh yang mulai dingin.


Dan pastinya kalau sudah dingin Namjoon tidak akan mau untuk meminumnya.


Ia mengeleng kan kepala,segitu obsesinya Delin hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dirinya.


Bahkan jalur membunuh orang pun ia tempuh , padahal jika semua terungkap akan dipastikan dia dihukum mati atau tidak penjara seumur hidup.



Namjoon keluar dari kamar kala melihat baby Joon dan ibunya pulang.