JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 102. Ketahuan Bohong


Pagi hari.. Rizal bangun lebih awal dari Ariana, sebelum bangkit dari ranjang dia mencium kening istrinya terlebih dahulu.


"Cupp" setelah itu dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Rizal mengambil handuk terlebih dahulu lalu masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air shower yang hangat, melakukakn kegiatan mandi.


Setelah beberapa menit, dia keluar menggunakan handuk. Biasanya Ariana menyiapkan pakaian untuk dirinya, namun karena istrinya masih tidur dia harus memilih sendiri pakainnya.


Dia berjalan menuju lemari pakaian, pertama dia mengambil pakaian dalam dan kemudian memilih kemeja. "Brukk" Tak sengaja dirinya menjatuhkan tas kerja Ariana, karena dia sering menyimpan tas kerjanya di lemari bagian paling bawah.


"Aduhh, untung aja dia gak bangun !" gumam Rizal, dia mengambil tas itu dan memungut beberapa berkas yang jatuh.


Saat memungut kertas kertas itu dia menemukan satu amplop, dia penasaran dengan amplop itu.


Rizal membuka amplop itu, dia terkejut saat yang dia baca adalah hasil pemeriksaan kandungan Ariana. "Hamil ?" gumam Rizal.


Dia membaca kembali apa yang tertulis dikertas itu.


Tiba tiba Ariana bangun dari tidurnya, dia melihat suaminya yang baru selesai mandi dan mengambil baju


"Mas kamu lagi ngapain ?" tanya Ariana, Suaminya masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Ariana..


Rizal tersadar saat dia mendengar suara istrinya, dia meletakan kembali tas itu kemudian menggengam kertas itu ditangannya.


Ariana masih belum sadar kalau suaminya memegang sesuatu ditangannya "Mas kamu kenapa ?" Ariana melihat raut wajah suaminya yang agak sedikit berbeda.


"Maksud kamu apa, kamu enggak ngasih tau aku kalau kamu hamil ? Kenapa kamu gak ngomong sama aku !" Rizal menahan emosinya, dia memperlihatkan surat ditangannya.


"Mas maksud kamu apa ?" Ariana masih pura pura padahal buktinya sudah ada didepan mata.


"Harusnya aku yang nanya, kamu kenapa gak ngasih tau kamu ? Apa kamu mau gugurin kandungan kamu hah ? Kamu ini bener bener yah !" ucap Rizal dia sangat emosi, Ariana hanya bisa menangis tanpa mau menjelaskan.


Sementara Ariana masih sesegukan diatas kasur, dia mencoba memikirkan cara untuk menjelaskan pada suaminya. Ariana berjalan menuju kamar mandi, hari ini dia tidak mood ke kantor. Ariana akan mengunjungi mamah mertuanya untuk menceritakan yang sebenarnya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, dia turun dari kamar menuju dapur. Disana ada Bi Sri yang sedang membuat sarapan, Bi Sri melihat kearah Ariana yang berjalan lunglay hampir jatuh.


Dengan sigap Bi Sri menahan Ariana dan membawanya ke arah meja makan "Yaampun non hati hati, hampir aja tadi !" ucap Bi Sri.


"Pala aku pusing bi, aku boleh minta jus jeruk bi !" Ariana akan merasa segar setelah meminum jus jeruk. Bi Sri mengambilkan segelas untuk Ariana, dia meneguknya sampai habis.


Bi Sri yang belum tau tentang kehamilan bosnya itu merasa aneh, karena beberapa minggu ini bosnya selalu meminta jus jeruk dipagi hari.


"Bi aku mau kerumah Nyonya yah, jangan bilang siapa siapa bi. Aku lagi pengen sendiri !" ucap Ariana, dia sudah merasa lebih fress.


Ariana lupa kalau mobilnya masih dirumah Lina, jadi Ariana memutuskan untuk memesan taxi. Setelah beberapa menit, taxi itu berhenti dan Ariana naik taxi kerumah mertuanya.


Disepanjang perjalanan, dia terus memikirkan suaminya, dirinya tidak bermaksud membohonginya ataupun menggugurkan kandungannya.


Setelah lamanya perjalanan dia tiba dirumah mertuannya, nampak mertuanya sedang menyiram tanaman.


"Sayang kok kamu naik taxi sih ? Kan bisa minta anter suami kamu !" ucap Mamah mertuanya


"Gapapa kok mah !" ucap Ariana, mereka masuk dan berbicara didalam rumah. Ariana duduk disofa sambil menunggu mamah mertuanya mengambil minum.


"Nahh ini minum dulu sayang !" Mamah mertuannya meletakan minuman itu dimeja, dia duduk bersama Ariana.


Tiba tiba Ariana memeluk mertuanya sambil menangis sesegukan, dan membuat mamah mertuanya khawatir.


"Hey sayang kenapan? Rizal nyakitin kamu yah ? Kamu cerita sama mamah !" ucap mamah mertuanya..